Visa ke Mesir

Sebagai pemegang paspor hijau Indonesia, pasti banyak cerita dong tentang betapa ribetnya apply visa ke negara-negara lain. Saya selama ini sudah pernah mengunjungi 14 negara, kebanyakan negara Schengen jadi tidak perlu apply visa karena saat ini saya tinggal di Jerman. Dari 14 negara tersebut, negara-negara wajib visa yang saya kunjungi adalah (note: tingkat kesulitan terendah adalah 1 dan tersulit 5):

  • Jerman (2005-2007), apply langsung di Jerman embassy di Jakarta. Tingkat kesulitan  4 – Sekarang sih udah nggak mikir soal visa karena sudah permanent resident di Jerman, tapi dulu waktu masih jaman kunjung pacar, haduh ribet banget urusannya. Apalagi yang visa kumpul keluarga sesudah menikah. Eeek!
  • United Kingdom (2007), apply langsung di The UK Visa Application Centres Düsseldorf. Tingkat kesulitan: 4 – Berkas-berkas yang dilampirkan banyak banget, informasi di websitenya waktu itu tidak jelas dan telephone hotline-nya tidak gratis. Kalau tidak dikasih tahu teman bahwa visa untuk istri/suami dari seorang warga negara Eropa itu gratis, saya pasti kena charge 90 Pound karena di websitenya tidak ada keterangan tentang itu.
  • Ireland (2007), apply langsung di Ireland Consulate di Bergisch-Gladbach. Tingkat kesulitan 2 – Lucu deh visa dari mereka hanya ditulis tangan dan nggak perlu nempel foto 😀

    ireland-visa
    Visa ke Irlandia
  • Turki (2015), apply e-visa. Tingkat kesulitan:1 – Hanya mengisi form di website mereka, bayar online, beres. Visa dikirim per-mail atau bisa langsung diprint.

Nah yang terakhir nih, yang baru saja saya urus adalah visa ke Mesir. Untuk tahun baru besok suami memutuskan untuk merayakan tahun baru di tempat yang hangat dan setelah browsing negara hangat, Mesir dijadikan pilihan. Pilihan pertamanya sih sebenarnya ke Indonesia tapi sayang sangunya kurang dan waktunya terbatas pula.

Begitu suami memutuskan bahwa liburan kita kali ini ke Mesir, hal pertama yang saya check adalah, apakah saya perlu visa. Jawabnya ya dan BUKAN visa on arrival. Selanjutnya saya check di manakah kedutaan atau konsulat Mesir itu? yang paling dekat dengan rumah adalah di Frankfurt. Duh, males banget ke Frankfurt yang jauhnya 200 km dari rumah kami. Sayapun memutuskan untuk memakai jasa agen pembuatan visa. OK, kata suami. Diapun lalu mulai booking hotel, pesawat dan tetek bengeknya. Paid. Beres.

Nah, pas lagi milih-milih mau pakai agen yang mana, barulah teliti membaca persayaratan visa ke Mesir (ketahuan deh, sebelumnya bacanya nggak teliti). Ternyata untuk WNI (meskipun tinggal di Eropa dan menikah dengan warga negara Eropa), untuk apply visa dibutuhkan waktu minimal 3 minggu karena sebelum proses pembuatan visa dijalankan, harus menunggu laporan dari Kairo dulu apakah yang bersangkutan berhak untuk memperoleh visa masuk Mesir. Waduh. Minimal 3 minggu itu artinya bisa lebih dari 3 minggu kan, padahal liburan kami tanggal dimulai tanggal 26 Desember. Sayapun mulai menelpon beberapa agen visa  dan semua jawabnya sama, minimal 3 Minggu dan mereka tidak bisa membantu untuk mempercepatnya. Bahkan satu agen yang saya kirimin email membalas dengan peringatan supaya saya tidak booking liburan dulu karena bisa saja visa saya ditolak dan prosesnya bisa makan waktu 6-8 minggu. Sayapun mulai panik, maklum liburan yang sudah dibayar, kalau dibatalkan lumayan juga uang yang hilang.

visa dienst
Jawaban dari salah satu agen visa

Suami mencoba membantu dengan menelpun langsung ke konsulat di Frankfurt dan ternyata selain rude, orang yang ditelepon tidak tahu apa-apa tentang visa untuk untuk WNI. Echt. Ya sudahlah dari pada ribet tralala dengan info yang tidak jelas (sebenarnya sih infonya jelas, tapi sayanya ngeyel), saya memutuskan untuk pergi ke konsulatnya langsung. Kamis malam telpun mertua, minta tolong apakah beliau bisa datang untuk menemani Flipper. Alhamdulillah meskipun dadakan beliau bisa datang juga padahal rumah beliau juga lumayan jauh dari kami, 250km. Seandainya mertua tidak bisa datang, bisa mabuk saya, nyetir 400 km (pp), dengan toddler yang bosan duduk terus di mobil. Belum lagi ketika di konsulatnya dia ‘main drama’. Suami tidak bisa mengantar karena dia harus kerja dan libur dia juga sudah dipas untuk Desember nanti.

Akhirnya setelah 2,5 jam nyetir, sampailah saya di konsulat Mesir di Frankfurt. Bapak yang mengurus visa saya alhamdulillah tidak seperti yang di bagian telepon, sangat ramah dan baik hati tapi beliaupun bilang bahwa visa untuk WNI membutuhkan waktu minimal 3 Minggu dan itupun tidak ada jaminan bahwa saya bisa mendapat visa. Sayapun mulai panik beneran )saya memang panikan orangnya :D) dan berusaha ‘merayu’ si Bapak. Saya tunjuk-tunjuk tanggal di bukti booking liburan yang memang harus disertakan dalam proses pembuatan visa. Saya bilang juga bahwa  suami dan anak saya yang warga negara Jerman akan sedih kalau mamanya nggak ikut liburan. Bahwa saya musti 2 jam nyetir ke Frankfurt plus 2 jam balik ke tempat saya. Bahwa anak saya yang masih kecil pasti rewel karena ditinggal mamanya ke Frankfurt. Ah si bapak malah bertanya kenapa anaknya nggak dibawa saja ke Frankfurt?

Akhirnya beliau menyuruh saya menunggu sebentar. Waktu itu sudah jam 12 siang lebih, jam istirahat di konsulat. Azan berbunyi di radio mereka dan saya satu-satunya yang menunggu di sana. Beberapa orang yang tadinya juga melakukan proses konsuler sudah pergi. Beberapa karyawan konsulat mulai wedangan, snacking dan ngobrol-ngobrol, ada juga yang siap-siap pergi shollat tapi si bapak itu masih ngurusi berkas-berkas saya. Dia lalu bilang ke saya bahwa dia akan menelpon bosnya, menanyakan apa saya bisa mendapatkan visa. Sayapun ikut mendengarkan obrolan mereka di telepon tapi tentu saja tidak ada kata-kata yang bisa saya mengerti kecuali kata ‘Indonesia’ dan ‘Srilanka’ (jangan tanya kenapa). Dan setelah telepon ditutup, si bapakpun berkata bahwa visa saya selesai hari itu juga. Yay! rasanya mau melonjak kegirangan. Si Bapak lalu menganjurkan sebaiknya saya pulang karena proses pengambilan visa adalah sore hari antara jam 15 sampai jam 16 dan anak saya menunggu di rumah. Dia akan mengirimkan visa saya hari itu juga, sore hari. Ah baiknya si bapak. Sayapun pulang setelah menghabiskan 40 menit di konsulat Mesir. Dan tepat keesokan harinya, Sabtu pagi, sayapun sudah menerima paspor saya yang sudah ditempeli visa Mesir lewat DHL Express. Yay!

visa-mesir
Visa ke Mesir

Begitulah proses gampang-gampang susah apply visa ke Mesir. Dapat angka berapa kira-kira? 2 atau 3? 😀 Intinya, belum tentu yang diurus oleh agen itu lebih praktis meskipun kita bayar extra untuk jasa mereka. Urus sendiri dengan bekal pede dan senyumpun kadang bisa membantu.

Ada nggak punya pengalaman lain mengurus visa ke Mesir?

Advertisements

5 thoughts on “Visa ke Mesir

  1. waaah beth, berasa dapet durian runtuh yaa, aku bacanya kaya ga percaya,minimal 3 minggu kok malah sehari langsung jadii, top !

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s