Kamar kecil di Jerman

Ya…ya…ini tentang kamar yang itu, yang kecil dan fungsinya untuk pipis.Tidak terlalu penting memang, tapi tidak ada salahnya untuk tahu ya 🙂

Dulu waktu masih baru tinggal di Jerman, perbedaan antara Rupiah dan Euro terasa banget, apalagi ketika harus bayar €1,00 untuk pipis dimana €1,00 bila dirupiahkan waktu itu hasilnya sekitar Rp.17.000,00. Bayangkan dengan biaya kamar kecil di Indonesia yang hanya sekitar Rp. 200,00-500,00 an. Itupun kalau bayar ya, kebanyakan sih gratis. Di Jermanpun sebenarnya tidak semua toilet harus bayar. Yang pasti bayar adalah yang ada mesin bayarnya di mana kita harus memasukkan koin untuk masuk kamar kecil. Ada juga yang tanpa mesin koin tapi ada plakat yang menunjukkan biaya jasa kamar kecil.

Berikut ini perbandingan tarif di beberapa kamar kecil:

Kamar Kecil di Cologne Main Train Stasiun (€ 1,00)

Kebersihannya sedang-sedang saja. Ada beberapa pegawai kebersihan yang membersihkan kamar kecil regularly. Flush button, sayangnya harus dipencet manual yang menurut saya justru itulah yang paling kotor di dalam kamar kecil. Bayangkan saja berapa orang yang  memencet button itu setelah sebelumnya tangan mereka dipakai untuk membersihkan sesuatu….(Eeew!). Beberapa kali memperhatikan petugas kebersihan yang berjaga, mereka keseringan melap dudukan WC dengan gombalnya tapi sejauh ini saya belum pernah melihat mereka melap flush button-nya. Saya sih selalu menggunakan tissu untuk memencet flush button.

Kamar Kecil di SaniFair yang ada di Autobahn Rest Parks (€ 0,70)

Sanifair ini adalah nama penjual jasa kamar kecil di beberapa restaurant di Autobahn rest park. Warning: tidak semua restauran di sana menggunakan jasa Sanifair. Kondisi Sanifair sangat bersih! Setelah kita mengangkat pantat (maaf), pembersih otomatis akan langsung melap dudukan WC dan yang paling penting, kita tidak perlu memencet flush button karena itupun sudah otomatis. Tapi kita tetap harus manual membuka dan menutup pintu kamar kecilnya, jadi jangan lupa selalu menggunakan tissu ya. Setiap kita memasukkan koin untuk membayar jasa kamar kecil ini, kita kan mendapat voucher yang nilainya , €0,50, yang bisa digunakan untuk membeli barang-barang yang dijual di Restaurant. Saya biasanya memakainya untuk membeli majalah, kopi atau sekedar camilan. Dulu waktu masih sering naik mobil Kerpen-Berlin bolak-balik dalam keadaan hamil, sering banget berhenti di Autobahn Rest Parks demi urusan kamar kecil itu. Saya khusus mencari yang Sanifair sehingga  saya bisa mengumpulkan voucher-nya. Voucher ini bisa dikumpulkan sebanyak-banyaknya, dijadikan satu untuk membeli sesuatu dan bisa digunakan di Restaurant yang memakai jasa Sanifair  di kota mana saja.

Raststaette-und-Hotel-Hollenstedt
Foto: Pressbild.de/Bertold Fabriciu-

Sumber foto: http://www.welt.de/wirtschaft/article117171661/Autofahrer-verschenken-Millionen-bei-Pinkelpausen.html

Kamar kecil tanpa penjaga di Autobahn rest Parks (gratis)

Bersih tapi tidak ada penjaganya dan nggak yakin juga sesering apa mereka membersihkannya. Ada auto cleaner dan auto flush-nya juga seperti di Sanifair. Merek WC-nya Villeroy & Boch. TAPI ada juga yang WC-nya terbuat dari metal seperti di dalam pesawat, hanya saja yang di tempat gratisan ini dudukannya juga metal, jadi kalau musim dingin rasanya di paha anyeeep!

Kamar kecil di bakery atau restaurant

Biasanya gratis. Ada juga yang menempelkan plakat ‘kamar kecil hanya untuk customer. Yang bukan customer bayar € 0,50 cent’. Yang versi begini biasanya kamar kecilnya dikunci dan kuncinya disimpan di dekat kasir. Kita bisa meminta kunci itu kalau mau pipis dan mbaknya juga bisa memperhatikan apakah kita benar-benar customer atau sekedar datang numpang pipis.

Kamar Kecil di shopping centers

Kebanyakan ada petugas yang jaga dengan sebuah piring kecil di atas meja. Bila tidak ada plakat tarifnya berarti kita tidak wajib bayar  tapi ya siap-siap saja kalau dicemberutin sama yang jaga.

Numpang pipis gratis yang bersih dan nggak harus beli roti dulu yang paling enak buat saya adalah di toko bangunan atau toko mebel. Tapi kalau di toko mebel nggak enaknya itu di parkirnya karena parkirannya luas jadi jalannya agak jauh. Bayangkan saja bila sedang kebelet. Jadi ide untuk pipis di toko mebel sebaiknya memang kalau kita sedang niat belanja di sana saja ya 😀 Ah jadi ketahuan nih kalau suka pipis di mana-mana haha! Ya kan saya orangnya mobile 😀

 

Advertisements

6 thoughts on “Kamar kecil di Jerman

  1. Hahaha Beth, menarik ini tentang dunia perpipisan. Karena aku juara dalam menahan pipis (dimana ini malah tidak baik) makanya aku ga punya pengalaman banyak pipis ditoilet umum. Tapi pas kemaren pipis dimuseum Roman, aku kaget dan kagum lho ada yang ngebersihin dudukan begitu kita keluar kamar. Higienis banget ya, pun gratis. Flush otomatis itu gimana ya Beth? Pas di burger king sama museum kok ga ada flush otomatisnya. Musti mencet dulu.

    Like

    1. Flush dan pembersih dudukan otomatis itu cara kerjanya berdasarkan sensor gerak. Ada yang otomatis begitu kita mengangkat badan dari WC, sensor langsung bekerja ada juga yang kita musti melambaikan tangan dulu di depan sensor. Ah iya lupa nulis, kalau di tempat-tempat yang tiket masuknya musti bayar, toiletnua ga kena charge lagi. Ntar deh aku tambahin 😄

      Like

  2. Sekarang 2000 mbak Den, hehehe..

    Lucu juga yach ngebahas masalah toilet. Tapi beneran tempat beginian di Indonesia susah bangat nyari yang bersih kayak diluar. Dan nga kepikir kl tombol flush itu area paling jorok.. hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s