Remember the day when…(3) I am his Best


Dulu sebelum pacaran dan menikah dengan si D, saya di Jakarta sempat pacaran dengan orang Jerman juga. Si Kraut ini (sebut saja namanya begitu) demen banget cerita tentang saya ke teman-temannya. Kalau refers ke saya si Kraut bilangnya selalu “my best”. Wah saya bangga dong disebut begitu, I’m his best, yay! Ternyata usut punya usut, meskipun sudah lama kerja hampir di seluruh dunia dengan bahasa sehari-hari bahasa Inggris, si Kraut tetap tidak bisa menghilangkan aksen Jermannya. Jadii… Seperti beberapa orang Jerman yang saya kenal di sini (termasuk mertua), akhiran -th itu bagi mereka susah dieja. Jadi instead of Beth, nama saya sering berubah menjadi Bess/ Best di sini. Demikian juga dengan si Kraut tadi, dia aslinya cuman bilang my Beth, bukan my best πŸ˜‚πŸ˜… #geer

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. denaldd says:

    Huahaha GR kenemen. Untung pacar yo bukan inceran πŸ˜†

    Liked by 1 person

    1. zbethz says:

      Lah dia pronounce-nya begituuu… Hihi πŸ™ˆπŸ™ˆ

      Like

  2. ohdearria says:

    Ahahaaaa ngakak bacanya Best eh Beth!!πŸ˜πŸ˜πŸ‘ŒπŸ»πŸ‘ŒπŸ»

    Like

    1. zbethz says:

      Hihi πŸ™ˆπŸ™ˆ Endingnya nyebelin kan haha

      Like

  3. wahyu says:

    Walah.
    Kecelek rek

    Like

    1. zbethz says:

      Yoi πŸ˜‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s