Mengakali Urusan Household Chores

Kemarin pas lagi buka-buka FB, saya membaca status teman lama saya yang isinya begini (dikutip dengan seijin yang penulisnya):

“Jika dalam sehari seorang ibu rumah tangga memasak 2 kali, dan setiap kali memasak ada 2 menu (satu jenis sayur dan satu jenis lauk), maka artinya:

– Dalam sehari dia memasak 2 menu x 2 = 4 menu

– Dalam seminggu : 4 menu x 7 hari = 28 menu

– Dalam sebulan : 4 menu x 30 hariย  = 120 menu

– Dalam setahun: 4 menu x 365 hari = 1.460 menu

Jika lebih dari 2 menu, silahkan dihitung sendiri ya….. Dan silahkan hitung juga jumlah porsinya dengan mengalikan jumlah anggota keluarga ๐Ÿ˜œ

Amazing bukan? Maka itulah….

– Emak-emak sering kehilangan ide untuk memasak. ‘Masak apa hari ini?’ merupakan pertanyaan paling menghantui yang harus dijawab setiap hari. Tidak ada jawaban benar atau salah, namun mempengaruhi kelangsungan hidup seluruh anggota keluarga ๐Ÿ˜ฌ

– Jangan heran jika sering sekali menu berulang. Mikir menu sehari-hari itu tidak segampang yang dikira. Banyak faktor yang terlibat: nutrisi, budget, durasi, selera, frekwensi…. ย 

– Emak-emak paling suka jika makanan yang dimasak dihabiskan sampai tandas. Ga heran lah, wong masaknya harus dengan hati dan penuh perjuangan begitu. Dan jika sudah capek-capek memasak, namun yang dimasakkan lebih suka makan di luar, you will be in trouble ๐Ÿ’ช๐Ÿผ

– Emak-emak itu sangat sayang jika ada makanan yang tersisa. Anak makan ga habis, langsung dihabiskan. Ada sisa sayur sedikit, disimpan. Lumayanย  kan buat sarapan besok…. Hmmm…. This is where the body growth comes from ๐Ÿ˜‚

– Selisih harga does matter. Harga cabe beda seribu perak, bisa dikejar sampe di pasar kampung tetangga. Lebih dari 1000 menu setahun boooo….

– Cobalah untuk ‘njajan’ berturut-turut selama sebulan. Selain bakal menjebol gawang perduitan, dijamin bakalan bosen. I had been there (saat hamil). Meskipun makanan di luaran (katanya) jauh lebih enak dan bervariasi, tetep kangen juga sama tempe goreng dan sambel bawang yang diulek dengan cobek gupil di rumah๐Ÿ‘Œ๐Ÿป

– Sesekali makan di luaran sangatlah membantu meringankan beban emak-emak. Namun jika keseringan, kembali ke poin yang di atas โ˜๐Ÿผ๏ธ

Demikian catatan ga penting menjelang shopping ke pasar BKK

Sayapun langsung komen mengungkapkan betapa salutnya saya akan rajinnya dia masak dua kali sehari untuk keluarga, apalagi dengan menu yang beraneka ragam. Membaca komentar teman-temannya yang lainpun saya bisa menyimpulkan bahwa untuk beberapa ibu, memasak lebih dari sekali sehari itu memang sesuatu ynag sudah biasa.

Saya sendiri di sini masak minimal sehari sekali, bahkan bisa juga seminggu sekali. Waktu di Indonesia dulu, secara belum berkeluarga dan pulang kerja selalu malam, kalau siang saya jajan di sekitar kantor dan kalau malam catering bareng teman-teman sekontrakan. Kosa kata memasak hanya digunakan ketika bikin Indomie ๐Ÿ˜€

Sekarang hidup di Jerman di mana tidak ada penjual makanan lewat, di mana Mac Donald dan KFC itu tidak ada menu nasinya dan tidak bisa delivery (dan tidak sehat), di mana asisten rumah tangga dan nanny itu bayarannya minimal 10,00โ‚ฌ per jam, di mana jajan di luar yang palingย  murah itu hanya dapat kentang goreng atau makanan instant di supermarket dengan segala zat pengawetnya maka mau tak mau harus masak sendiri dan juga mengurus segala keperluan rumah tangga sendiri. Lalu bagaimana mengakali supaya rumah tetap rapi, bisa me-time, bisa kerja, bisa punya waktu dengan keluarga dan tetep bisa makan enak (baca: makan makanan Indonesia/ Asia yang bumbunya 100 macam dan masaknya ribet. Bukan roti tangkup isi mentega dan keju)? Ada caranya….

Untuk Urusan Makan-Makan

1. Saya membuat menu plan untuk seminggu atau 2 minggu. Dengan menu plan ini, otomatis apa yang mau dibeli juga terencana. Selain menghemat waktu di supermarket karena sudah tahu apa yang mau dibeli, juga menghemat waktu mikir tentang ‘hari ini mau masak apa ya?’ ‘Coba lihat di kulkas adanya bahan apa ya’. Sabtu dan Minggu sengaja saya kosongi karena biasanya kalau weekend kita makan di luar atau suami yang masak atau makan makanan sisa sebelumnya. Sejak membuat menu plan, bahan yang ada di kulkas selalu terpakai jadi tidak ada istilah terong terbuang ย krn busuk, lupa nggak dimasak atau tidak tahu mau dibuat apa.

Dengan adanya menu plan ini,ย  variasi makanan jadi gampang diatur; kalau kemarin sudah makan lauk ikan bakar maka hari ini nggak pake ikan lagi. Prinsip menu plan saya pada dasarnya, dalam seminggu minimal 1x ada ikan, 1x menu vegan, 1 kali tanpa nasi, minimal 1x daging-dagingan (daging merah sebulan sekali, selebihnya ayam), minimal 1x ada telur.

Contoh menu plan kami dalam seminggu (Setiap hari selalu ada tambahan salad sayur atau sayur kukus):

Senin: Sambal goreng udang+kentang, nasi
Selasa: Noodle pasta dengan ikan tuna, seledri dan tomat (kalau yang mau versi vegan tinggal skip tunanya)
Rabu: Nasi uduk, dadar telur, kering tempe
Kamis: French fries
Jumat: chicken soup, tempe goreng, sambal, nasi

Untuk kami sekeluarga, satu menu (sayur dan lauk) sehari sudah cukup secara Flipper dan papanya kalau siang tidak makan di rumah. Paginya makan roti-rotian, oats atau sereal, jadi menu kita adalah untuk makan malam. Dulu sebelum masuk TK, Flipper dan saya makan siang bersama di rumah dengan menu yang sama dengan makan malam. No problemo. Alhamdulillah juga suamiย  adalah pemakan segala (kecuali ikan yang masih ada matanya). Flipper juga bisa makan apa saja sebenarnya, tapi kalau saya masak yang pedas-pedas ya saya bikin yang lain buat dia.

Tuna noodle salad
Tuna noodle pasta
IMG_3703-1eS.jpg
Nggak nyangak bisa bikin gudeg sendiri lengkap dengan baceman lauknya. Kreceknya saja yang missing.

Saya seringnya hanya masak yang gampang-gampang karena saya memang nggak begitu canggih dengan urusan dapur. Masakan semacam siomay atau pempek, meskipun saya suka berat dan di sini susah belinya, tetep aja lebih suka beli ke teman yang bisa bikin hihi… Kalau mau sekedar nambah-nambah ide buat masakan, boleh deh intip blog masakan saya (in English) zbethz.wordpress.com Buat saya semua resep masakan ynag saya muat di situ rasanya enak, kalau tidak enak ya nggak saya muat haha…

2. Bila weekend cuaca buruk dan harus berada di rumah saja, saya sempatkan untuk membuat stock makanan yang nantinya dimasukkan freezer, dimakan ketika tiba-tiba malas masak, capek, sedang sakit atau ada tamu dadakan.

Banyak sekali lho masakan yang bisa disimpan di freezer, misalnya Rendang, opor, ungkepan ayam, tempe dan tahu yang nantinya tinggal digoreng atau dibakar saja, chicken nugget, perkedel kentang, lodeh, sayur asem, kuah chicken soup (jadi kalau mau masak sup, tinggal masukin sayurnya saja), kuah daging (untuk bikin bakso misalnya,tinggal masukin bakso dan pernak perniknya plung! plung!), saus bolognese, macam-macam sambal, bumbu gado-gado atau pecel, bumbu urap, dll.

Ini petunjuk bagaimana caranya menyimpan makanan di freezer dengan baik supaya nutrisinya tidak hilang (in English)

Untuk menyimpan sambal, saus atau pesto di toples kaca, jangan lupa disterilkan dulu toplesnya, dengar air panas atau masukkan oven.

Believe me, freezing food ahead allows you to save time, money and be healthier eating homemade meals with simple recipe from the scratch.

3. Membuat stock bumbu dasarย  (bumbu merah, putih, kuning) dalam jumlah banyak, lumayan bisa menguarangi acara kupas-megupas dan iris-mengiris setiap hari. Ini bisa dimasukkan freezer juga.

Untuk Urusan Bersih-Bersih Rumah

Untuk urusan bersih-bersih ini terus terang nggak bisa dibandingkan dengan bersih-bersih rumah di Indonesia karena di Indonesia banyak debu sehingga rumah harus dibersihkan setiap hari. Eh tapi kalau rumah ber-AC yang selalu tertutup, nggak terlalu banyak AC kali ya? Mama saya di Jogja bahkan membersihkan rumah tiap pagi dan sore (nggak ada AC). Di kontrakan dulu hanya kamar tidur yang ber-ACย  dan mbak yang membantu bersih-bersih rumahย  juga selalu datang tiap pagi dan sore. Sini kalau tidak kotor-kotor banget, bersih-bersih rumah cukup dilakukan seminggu sekali.

Suami dan saya bantu membantu untuk urusan household chores. Tanggung jawab dia adalah mengurus halaman, membersihkan kamar mandi dan mengurus sampah (urusan sampah di Jerman itu ribet, ada 6 pembagian jenis sampah! Kapan-kapan kalau saya mood, saya tulis deh soal sampah ini.) Selebihnya adalah tanggung jawab saya.

Kami sekeluarga selalu makan malam di bawah jam 6 sore. Jam 18.30 saya mulai membersihkan meja makan dan dapur, memasukkan semua piring kotor ke dishwasher (dishwasher I love you so much!). Setelah itu mengajak Flipper bareng-bareng membereskan mainannya yang berserakan di seluruh penjuru ruangan. Kalau mainan sudah masuk box-nya semua, Flipperpun dibantu papanya bersih-bersih badan untuk persiapan bobok. Saya menyapu seperlunya (iya, pake sapu ijuk dari Indonesia). Kalau kotor banget karena Flipper sering keluar masuk rumah bawa barang aneh-aneh dari halaman ya vacuum cleaner-pun difungsikan. That’s it. Beres. Lalu menina-bobokkan Flipper dan Feierabend.

Nah kalau weekend nih acaranya bersih-bersih heboh mulai dari ganti sprei, ngelap-ngelap segala perabot, hoovering dan ngepel detil sampe ke sudut-sudut dan membersihkan kamar mandi lengkap dengan ngosek shower cabine dan bath tub serta ngepel juga. Dulu D dan saya kerja bakti melakukannya. Biasanya dia dulu yg bersihkan kamar mandi dan saya jagain Flipper, kalau dia sudah selesai gantian dia yang jaga Flipper. Sekarang sejak saya sudah kerja lagi, kami dibantu ibu-ibu yang datang setiap Sabtu selama 3 jam membersihkan rumah kami. Karena sayang juga kalau weekend, waktunya keluarga malah digunakan beberes, lagian kalau kita sendiri yang beberes, pasti memakan waktu lebih dari 3 jam!

Cara kami menangani urusan rumah tangga kami tentu berbeda dengan keluarga yang lain. Ada yang memang suka masak atau suka beberes, sehingga tidak keberatan kalau harus masak dan beberes berkali-kali. Ada yang merasa semua itu buang-buang waktu, which is okay selama semuanya merasa nyaman. Tetangga sebelah rumah saya, masaknya tiap hari hanya sandwhich (untung dia bukan orang Asia hihi…) tapi rumahnya mengkilap bahkan trotoar depan rumah diapun licin karena selalu dibersihkan, padahal punya dua anak balita. Salut juga saya dengan dia tapi yang seperti itu bukan untuk saya, saya masih suka makanan yg masaknya mbulet hihi. Kalau kamu, ada trik-trik untuk mengakali urusan rumah tangga supaya tidak terlalu membebani nggak? Share ya, siapa tahu cocok dan kita bisa saling menerapkan.

 

 

 

 

Advertisements

21 thoughts on “Mengakali Urusan Household Chores

  1. Beth sama banget cuma masak buat makan malam :))
    Tapi kalo aku menunya tiap minggu (hampir selalu) sama, jadi cuma ada 7 menu gitu (ga kreatip >.<). Itu suamiku yang saranin sih malahan sejak mulai kuliah, krn dia emang ga gitu doyan banyak macam masakan (misal pasta cuma doyan bolognese sm cream sauce).

    Like

    1. Anya, selama yang makan suka ya gapapa tho makannya cuman 7 menu. Aku kalau mau ngikut suami ya tiap hari makannya french fries sama rendang mulu ๐Ÿ˜…

      Like

  2. Beth aku penasaran dengan pembagian sampah itu. Soalnya aku bagi sampah cuma 3 jenis : sampah rumah tangga, sampah GTF (sayuran, buah2an, tanaman), trus sampah botol2. Eh ada satu lagi sih sampah chemical. Wes itu thok.
    Soal pembagian tugas dan masalah memasak pernah kutulis di blog http://www.conedm.nl/denald/2015/11/15/fakta-dalam-rumah-tangga/ karena cuma berdua jadi masalah masak gampang. Masak cuma seminggu dua kali untuk makan siang aja. Makan malam suami yg siapin karena makan malam kami dedaunan segar haha. Makan pagi aku cuma buah dia roti. Beres2 rumah juga dibagi bersama kecuali WC dan KM, dia yg bersihkan, aku ga mau ๐Ÿ˜… pembagian tugas RT ini masuk dalam salah satu pasal prenup kami lho. Aku memang sangat serius membicarakan hal ini sebelum kawin. Tapi aku ngerasa pindah ke Belanda ini ga ada bedanya kayak kos dulu, apa2 dikerjakan sendiri. Maksudnya ga ada mbak yg bantu2.

    Liked by 1 person

    1. Eh pembagian sampah malah ada 8 ding! Jadi tempat sampah yang di rumah ada 4: sampah bio (kulit telur, kulit bawang, kulit semangka, rumput, tanaman, dll), sampah packaging (bekas kardus jus, susu, bungkus pasta, dll), sampah kertas dan sampah lain-lain yang tidak termasuk kategori di atas TAPI BUKAN battery, elektronik, botol/ jar kaca dan rongsokan furnitur karena mereka punya tempat sampah sendiri yang untungnya bukan di rumah kita. Bayangin aja kl semua tempat sampah gede2 itu ada di rumah semua๐Ÿ˜ฅ Aku janji udah lama mau nulis soal persampahan ini tapi belum sempat terus, maaf ๐Ÿ™ˆ Aku dl pas ngekos eh kontrak rumah rame-rame sama temen, malah mewah Den. Kita bareng2 bayar orang untuk membersihkan rumah dan cuci-setrika baju kami. Di sini, suka ngelu lihat setrikaan setinggi 2 meter ๐Ÿ˜…

      Like

  3. Ibu-ibu dimanapun.. emang selalu keren! Hehe. Aku punya temen yg ibuknya sehari hrs masak 3 kali. Buat sarapan, maksi dan dinner. Soalnya ayahnya temen saya gak doyan makan diluar (cuman doyan masakan istrinya & ibunya) terus tiap makan semuanya hrs masakan fresh alias gak mau angetan.. kebayang ribetnya kaya apa, tapi ternyata ibunya temen saya mah seneng dan ikhlas2 aja (kayanya :p) tiap hari masak 3 kali. Kalo saya mah, ga tau deh sanggup apa enggak nanti klo udh berumahtangga masak tiap hari hihi.

    Like

    1. Wuih hebat sekali ya ibu itu dan asiknya lagi dia menikmati segala keribetan itu. Wondering nih, di Indonesia kan hampir nggak ada ya dishwasher, ibu itu cuci piring sendiri juga kah? ๐Ÿ˜ฅ

      Like

  4. Klo kerja di Jakarta dan tinggal di sekitarannya, kayaknya nggak sanggup deh Mbak buat masak setiap hari, kecuali dibantu sm asisten RT. Pulang kantor aja uda ngantuk banget kayak dihipnotis, bangun pagi pun susah. Hahaha.. Aku jadi kepikiran sih, praktis juga ya klo makan sandwich dan salad setiap hari karena nggak banyak makan waktu buat nyiapinnya.

    Klo masalah beberes, aku usahakan sih minimal sebulan sekali rapi-rapi kamar dan buku-buku yg berceceran. Nggak sanggup sih klo setiap weekend harus beberes karena sepertinya lebih enak dipakai buat hibernasi. Hahaha.. ๐Ÿ˜€

    Like

    1. Yang kerja 9 to 5 (belum termasuk macet ya) memang kayaknya mustahil bisa masak tiap hari. Untungnya sih di Jakarta masih banyak makanan murah ya atau catering sama tetangga seperti saya dulu. Kalau di sini catering sama aja mahalnya, apalagi menunya menu bule ๐Ÿ˜… Sandwich memang praktis untuk yang suka, saya sih sandwich untuk bekal aja deh hihi…

      Like

  5. Sama dunk Beth, aku juga pake menu plan buat seminggu. Jadi biasanya tiap Senin aku groceries buat seminggu. Aku juga masak hanya sehari sekali dan kebanyakkan satu menu aza, kecuali kalo lagi bikin ayam goreng misalnya ya harus masak nasi dan tambain sayur. Aku juga bersih2 yg besar seminggu sekali vacuum2, dusting, etc. Kecuali washing aku harus at least 3x seminggu karena the boys banyak aza pakaian olah raga, seragam, blom handuk2 bekas berenang, uhh…pusing! Aku juga pakai jasa cleaner once every two weeks untuk bersihin kamar mandi dan toilet, sementara bagian luar spt kebun, kandang ayam, etc, urusan hubby, aku bagian dalam rumah๐Ÿ˜œ

    I agree with you, eating out tiap hari selain bosen, bikin isi dompet cepet abis, dan yg paling penting; ga sehatnya itunloh karna kita ga perna tau apa masak ya fresh or pake bahan2 kimia etc.

    Like

    1. Maaak punya ayam ya? Asyik ih… Aku pengen deh punya kandang ayam juga tapi sepertinya bakal males ngurusnya, cuman pengen ngambilin telurnya aja ๐Ÿ™ˆ Sama Ria, kalau cuci baju di sini juga seminggu 3x bahkan bisa lebih, itu anak kecil tiap pulang TK selalu kotor semua bajunya. Yang paling males abis itu setrikanya menggunung ๐Ÿ˜’

      Liked by 1 person

      1. Haaa hi 5 kita, aku juga paling mualeeesss kalo nyetrika loh! Iya punya 2, hubby and the boys yang ngurusin kandang ayam dan bersih2 karna sejak awal aku ga mau punya ayam, tapi ternyata mayan juga menghemat ga perlu beli telor ๐Ÿ™‚

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s