Pengaturan Sampah di Jerman

Di beberapa postingan saya sebelumnya, saya sempat menyinggung tentang sistem pembuangan sampah di Jerman yang sangatlah tidak mudah, tidak bisa asal pluk-pluk buang. Di sini sampah dibedakan menjadi DELAPAN golongan. Iya delapan. Pusing nggak tuh memilah-milahnya. Empat diantaranya berada di rumah kita. Makanya jangan heran kalau rumah sebagus apapun, di depannya atau sampingnya pasti ada 4 kotak sampah gede-gede yang dekil. Gedenya kira-kira 50cm x 50cm x 150cm per kotak sampah. Kebanyakan orang sih membuat ruangan khusus untuk 4 tempat sampah ini supaya tidak merusak pemandangan gitu. Empat kotak sampah tersebut warnanya dibedakan sesuai dengan jenis sampahnya, yaitu:

IMG_2335e.jpg
Kotak sampah kami, sengaja dijejer dulu sebelum difoto. Kami tidak punya ruang khusus untuk kotak-kotak ini namun posisi rumah kami yang berada di dekat taman bermain lumayan menguntungkan karena ada space di antaranya yang bisa untuk ‘menyembunyikan’ tempat sampah.
  1. Sampah BIO (COKLAT)Sampah ini isinya antara lain:

    – Tumbuhan dan guntingan tumbuhan (rumbut, daun, ranting, dsb)

    – Bulu-bulu binatang

    – Buah, sayuran segar maupun busuk dan kulit bekas kupasannya

    – Kulit telur

    – Sisa kopi dan sisa teh

  2. Sampah KERTAS (BIRU)Seperti judulnya, yang boleh masuk kotak ini adalah kertas, kardus, majalah, buku dll yang masih bersih. Bersih di sini maksudnya bukan kertas yang putih nggak ada tulisannya ya, tapi yang belum kecampuran zat-zat lain misalnya minyak atau cat. Jadi Kertas bungkus kentang goreng, bungkus daging sapi, atau tissue abis bersihin umbel, tissue yang disemprot pembersih untuk membersihkan kaca, dinding kertas bekas (karena ada sisa lemnya), dsb TIDAK BOLEH dimasukkan sini.
  3. Sampah KEMASAN (KUNING)Yang masuk kategori ini di antaranya:

    – Segala macam plastik kemasan (tempat shampoo, kantung plastik, bungkus jajan, toples plastik, dsb.)

    – Tube bekas pasta gigi, pasta tomat

    – Bekas kemasan jus dan susu

    – Bekas tempat hairspray, deodorant

    – Bekas minuman kaleng

  4. Sampah DOMESTIK (HITAM)Tempat sampah ini berisi sampah-sampah rumahan yang tidak bisa dimasukkan ke dalam 3 kategori di atas (tapi tentu tidak semuanya bisa dimasukkan, nanti di bawah ada pemilahan lagi :p). Yang bisa dimasukkan ke tempat sampah ini intinya tidak bisa didaur ulang, di antaranya:

    – Sisa-sisa makanan

    – Abu rokok

    – Popok bayi, tampon, pembalut

    – Debu-debu abis beberes rumah

    – Bohlam rusak

           

Mendapatkan Kotak Sampah

Jadi nih, ketika kita baru pindah ke kota Ahoy misalnya, ketika kita mendaftarkan diri, otomatis kita digiring ke departemen sampah setempat. Di situ ditanya ada berapa orang yang tinggal di rumah kita, untuk menentukan seberapa besar kotak sampah hitam yang akan kita terima. Kalau yang kuning, biru dan coklat ukurannya selalu sama. Sampah hitam ada dua pilihan, yang gede (sama dengan ketiga kotak sampah yang lain) atau lebih kecil. Karena kami hanya 2,5 orang maka kami memilih mengambil kotak yang kecil dimana iurannya lebih murah yaitu yang isi volume 120 liter. Kalau yang besar 240 liter.

Iuran Sampah

Biaya iuran sampah tidaklah murah tapi untungnya hanya sampah hitam saja yang harus bayar karena sampah ini tidak bisa didaur ulang. Kalau dipikir-pikir kenapa justru yang nggak bisa didaur ulang harus bayar? Bukannya yang bisa didaur ulang itu harusnya yang butuh proses lebih lanjut sehingga memerlukan dana? Yang nggak bisa didaur ulang kan ya tinggal dibuang saja? Logikanya memang begitu, tapi dengan ditariknya iuran untuk non daur ulang ini justru untuk membuat orang enggan menerbitkan sampah non daur ulang. Supaya kita tidak boros mengotori bumi kita.

Iuran sampah hitam di kota kami (tiap kota berbeda) per-bulan adalah 114 Euro untuk yang 120 liter. Itu iuran tetapnya. Jadwal pengambilan sampah hitam ini seminggu sekali dan pada setiap pengambilan sampah, kita kena charge lagi 4,60 Euro. Jadi kalau mau ngirit, bila sampah hitam kita belum penuh pada saat jadwal pengambilan, ya jangan ‘disetor’ ke depan, otomatis kita sudah ngirit biaya 4,60 Euro. Kotak sampah hitam punya chips khusus yang bisa mendeteksi apakah sampah kita diangkut atau enggak, untuk menentukan tagihan kita pada akhir bulan.

Cara Setor Sampah

Oh iya, ‘setor’ sampah itu juga ada caranya. Pas kita mendaftar sebagai penduduk baru tadi, selain mendapat tempat sampah kita juga mendapat jadwal pengangkutan sampah yang berbeda sesuai warna sampahnya. Yang paling sering diangkut adalah sampah hitam (seminggu sekali)  yang disusul sampah kuning, coklat lalu yang pualing jarang (3 bulan sekali) adalah sampah biru. Kalau pada hari pengangkutan kita lupa nggak ‘setor’ sampah ya harus menunggu jadwal minggu/ bulan berikutnya. Kalau kotak sampahnya sudah penuh dan lupa setor agak repot juga. Cara menyetornya: kotak-kotak sampah itu kan property kita, jadi letaknyaya harus di dalam property rumah kita. Nah ketika jadwal angkut sampah datang, kita harus menarik sampah yang terjadwal ke pinggir jalan dengan pegangan menghadap ke depan supaya tukang sampahnya gampang menariknya langsung. Ya kan kotak sampahnya guede dan kalau ada isinya jadi berat. Meskipun ada rodanya tapi untuk mempercepat kerja tuang sampah ya itu tadi, gagang pegangannya musti menghadap ke depan. Pokoknya semua sudah diperhitungkan (icon wajah berpeluh). Petugas sampah selalu lebih dari 1 orang, minimal dua orang karena yang satu harus nyopir dan yang lain ambil kotak sampah di sisi kanan dan kiri jalan.

Kalau tinggal di apartemen mah enak, karena biasanya di apartemen ada Hausmeister (semacam Pak Bon gitu) yang mengurusi urusan persampahan. Kita hanya diharuskan membuang sampah sesuai warnanya saja dan membayar iurannya.

3030577_1_212_008_9116_hal_muellwage

Sumber foto: http://www.ruhrnachrichten.de/storage/pic/repl-bauer/xmlios/zbm-import/oer-erkenschwick/3030577_1_212_008_9116_hal_muellwage.jpg?version=1330965876

 
Itu baru sampah-sampah yang bisa dibuang di rumah yaa…Ini lanjutannya masih ada…kan saya bilang tadi ada DELAPAN. Dan setelah kupkir-pikir sebenarnya ada SEPULUH LHO. Nah Lho. Ini lanjutannya:

  1. Sampah KEMASAN KACA (warnanya COKLAT, HIJAU DAN PUTIH)Kontainer besi guede-guede untuk pembuangan gelas kaca ini ada di beberapa sudut kota. Di sini sampah gelas kaca misalnya bekas saus tomat, Nutella, kecap manis, selai dsb dibuang ke tempat sampah disesuaikan dengan warnanya di atas. Karena sampah ini berisik suaranya, maka pembuangannyapun ada jadwalnya. Kalau kita membuang ssampah gelas pada hari Minggu atau saat jam tidur siang, pasti deh diomelin orang. Oh iya, piring, gelas minuman nggak boleh dimasukkan sini.

    15380001118_ce02881ca1_o
    Kontainer untuk membuang sampah kemasan kaca.
  1. Sampah BATTERYBaterry bekas tidak boleh dibuang sembarangan karena mengandung zat kimia berbahaya yang bisa merusak proses daur ulang sampah. Jadi battery rusak di rumah biasanya kami kumpulkan dulu di toples bulukan trus pas ke supermarket sekalian dibawa. Ya, di supermarket disediakan tempat pembuangan sampah battery.
  2. Sampah BULKYIsinya sampah-sampah gede yang tidak masuk ke tong sampah, antara lain:

    – Furnitur bekas (kursi, sofa, meja, rak, dsb.)

    – Karpet bekas

    – Lampu (bukan bohlamnya)

    – Mainan outdoor (trampolin, children garden house, perosotan)

    – Kasur, futton

    Khusus untuk sampah ini, kalau tinggal di apartemen, empat kali setahun kita bisa menaruh sampah bulky kitadi depan apartemen, dikumpulkan dengan milik penghuni apartemen yang lain. Petugas sampah akan mengangkutnya ke tempat pembuangan sampah. Tapi biasanya sebelum petugas sampah datang, sudah ada ‘oknum’ yang lebih dulu datang mengambil barang-barang yang kira-kira masih bisa dipakai atau tidak. Kadang dipake sendiri, kadang ada yang menjualnya kembali. Sebenarnya pengambilan barang tidak resmi ini dilarang dan bisa dikenai pasal pencurian tapi biasanya kedua pihak (yang membuang dan yang mengambil) nggak peduli karena keduanya merasa diuntungkan. Yang apes kalau pas ada kontrol dari pihak Ordnungsamt saja.

Untuk yang tinggal di rumah pribadi, sampah bulky harus dibawa sendiri ke tempat organisasi sampah di kota kita atau bisa juga menelpon untuk minta diambil tapi dikenakan biaya.

  1. Sampah ELEKTRONIKIni mah gampang, pokoknya yang ada listriknya masuk sini. Sampah ini musti dibawa sendiri ke tempat organisasi sampah di kota kita atau bisa juga menelpon untuk minta diambil tapi dikenakan biaya.

Berikut ini dua kategori yang barusan saya ingat:

  1. Sampah OBAT-OBATANMenurut aturan, obat yang kadaluarsa harus dikembalikan ke apotik (tidak harus apotik yang sama tempat kita membeli dulu) untuk mengurangi pencemaran lingkungan tapi kalau saya tanya kenalan di sana-sini, kebanyakan mereka membuanganya ke kotak sampah domestik (hitam).
  2. Sampah BAJU & SEPATUSeperti halnya kotak sampah botol/ gelas kaca yang terdapat di beberapa sudut kota, demikian juga dengan tempat sampah untuk baju dan sepatu. Bedanya bila sampah gelas yang mengelola adalah dinas persampahan, sampah baju dan sepatu ini yang mengelola adalah pihak swasta, umumnya organisasi charity seperti Humana dan Johanniter.

ORDNUNGSAMT

Ordnungsamt adalah dinas yang menjaga supaya masyarakat tetap in ordnung (sesuai aturan). Selain bertugas mengawasi mobil-mobil yang parkir sesuai dengan jam parkir yang dibayar atau make sure bahwa spielplatz (taman bermain) benar-benar buat bermain anak-anak dan bukan buat orang dewasa atau anjing, mereka juga bertugas mengawasi bahwa garbage arrangement berjalan sesuai aturan. Kalau sampai kepergok membuang sampah tidak pada tempatnya, bisa kena denda (baca juga cerita tentang tetangga usil yang suka mengawasi sampah orang di sini). Enggak saklek juga sih, kalau salahnya dikit biasanya dicuekin juga sama mereka.

Tukang sampah  hanya bertugas mengambil sampah. Dengan teknologi yang ada di truk sampahnya, mereka bahkan tidak perlu membuka tutup kotak sampah kita. Tinggal geret pegangannya, cantolin ke alat yang di mobil dan bruuk! Masuk truk. Yang truk pengangkut sampah kertas bahkan lebih canggih lagi, ada alat yang bisa nge-press kertasnya sekalian di truknya. Anehnya , meskipun kesempatan untuk membuang sampah sembarangan itu tinggi, orang-orang sini taat banget kalau membuang sampah. Bukan takut dnegan denda Ordnungsamt tapi memang sadar lingkungan sekali.

Jadi bagaimana menurut kalian? Ribet kuadrat kan ya? Saya saja yang sudah 9 tahun tinggal di Jerman masih merasa ribet memilah-milah sampah, makanya urusan ini saya serahkan ke suami. Yang cita-cita mau tinggal di Jerman, masih minat? >.<

 

 

Advertisements

21 thoughts on “Pengaturan Sampah di Jerman

  1. Wah menarik juga nih ttg persampahan, suka banget di Jerman udah dipikirin sampai segininya jadi kalau mau buang sampah gbs sembarangan. Waktu saya di Zurich dan “ngekos”, landladynya juga punya banyak sampah, dia juga punya tempat bikin kompos organik utk gardennya jd utk sisa makanan, buah dsb dibuang ke sampah ini lalu klo udah dia akan masukin ke tempat kompos organik ini, mgkn ini juga salah satu cara ngurangin ongkos iuran sampa yg td disebutin yah. Gpp deh ribet asalkan emang menjaga lingkungan yaaa πŸ™‚

    Like

    1. Kalau bisa bikin kompos sendiri dan telaten berkebun (tidak seperti saya πŸ™ˆ) memang berguna banget itu sampah bio (organik). Di Indonesia kalau dilatih pasti bisa juga seperti ini tapi trus kasihan para pemulung sampah, hidupnya sudah susah masa harus kehilangan pekerjaan pula? 😦

      Like

  2. saya awal tinggal di Rome ngeliat pengaturan sampahnya juga jadi pusing sendiri, mau buang sampah aja milah2 dulu, jadinya di dlm rumah ada 4 tong sampah kecil yg saya sediakan khusus untuk itu, terkadang walaupun dh di buang masih di cek2 lagi di dlmnya, takut salah ntar kena denda lagi,hehe

    Like

    1. Ho oh, di dalam rumah juga dikasih tempat sampah kecil biar nggak bulak-balik keluar rumah. Kalau kami, di dapur ada kotak sampah buat non daur ulang dan kemasan. Di kamar kerja ada sampah kertas di kamar mandi ada lagi kotak kecil untuk non daur ulang. Udah itu saja. Yang bio biasanya diwadahin dulu trus ntar kalau udah penuh baru ditaruh luar.

      Like

      1. wow rempong hore juga ya mbal, saya waktu itu semua tempat sampahnya taro di dapur, jadi klo mau buang sampah ke dapur trus mikir deh mau buang ke tong sampah yg mana,hehe

        Like

      2. Tempat sampah di sini ada yg desainnya sedemikian rupa mba, kecil tp bisa untuk misah-misahin. Rumahku dua lantai soalnya, capek juga kl harus sll ke dapur kl buang sampah hihiπŸ™ˆ

        Like

  3. Mbak Beth, informasi ttg persampahan ini komprehensif sekali, mantap (y) Hahaha tapi biarpun begitu, saya masih minat tinggal di Jerman loh. Eh iya, kalau sampah di hotel atau mall gimana ya? Rasanya waktu saya nginap di hotel di Frankfurt, seingat saya, di kamar tempat sampahnya cuma satu tuh. Hehe.. Apa pihak hotel harus memilah-milih sampahnya lagi?

    Like

    1. Makasih mba 😊 Iya kalau di mall, hotel bahkan tempat umum kebanyakan tempat sampah yang disediakan untuk publik cuman satu dan memang pihak hotel nanti yang memilah-milah sendiri. Jangan salah, di belakang hotel banyak tempat sampah jejer-jejer segede gambreng πŸ˜… Untuk perusahaan tentu sistem diatribusinya dibedakan dengan sampah rumah tangga tapi intinya sama, dibedakan menjadi 10 itu😊

      Like

  4. Luaarr biasa ancene ya Jerman ini. Detail banget sampai hal pemisahan sampahpun. Kalau sampah potong rambut berarti masuk yg kategori coklat ya? Aku sudah dua kali potong rambut sendiri, tapi sampahnya aku simpan di plastik. Tanpa alasan khusus haha.
    Kalau botol utuh gitu dibuang juga di bak khusus botol ya Beth? Di sini aku tau salah satu supermarket punya mesin di dalam supermarket untuk buang botol utuh trus setelahnya bisa dapat uang atau voucher belanja di supermarket itu (kalau ga salah). Mesinnya kayak atm gitu. Aku selalu memperhatikan mereka dengan botol2 bir, wine, atau botol2 lainnya buang di mesin itu. Aku pengen sih nyoba sesekali, tapi aku masih ngumpulin, soalnya ga terlalu punya banyak botol2 beling gitu. Lumayan juga kalau dapat uang atau voucher belanja. Thanks Beth sudah menuliskan tentang persampahan ini. Jadi kebayang ngelunya aku kalau tinggal di sana haha. Aku ga pernah buang sampah soale, pak su yg buang. Tapi aku ikut peran bagian memilahnya.

    Like

    1. Lah kayak temenku, males milahin bungkus rokok jadinya semua dimasukin plastik aja sama dia trus dibuang di sampah kemasan πŸ˜„ Botol beling hanya bekas bir yang bisa dapat uang, € 0,08/ botol kalau yang lain-lainnya masuk kontainer botol kaca. Kalau yang botol plastik bisa dapat duit semua (kecuali yang ada tandanya non reusable, €0,25/ botol. Di sini dapatnya struk yang bisa diuangkan Den, mayan sih. Barusan ada temenku bilang katanya kalau di Belanda sampahnya ditimbang, jadi bayarnya berdasarkan timbangan, bener nggak? Coba tanyao om Ed. Kalau ditimbang berarti kl kita rajin masak, sampahnya banyak ya boros juga ya hihi… Sama-sama Den, senang kalau tulisanku bisa menginspirasi (inspirasi sampah πŸ™ˆ)

      Like

  5. Beth hahhaha sama kayak di Austria 😬 Rembong berat dan kalau Musim panas resehhhh sampah Bio jadi tempat kesayangan “Fruchtsfliege” kalau dan buntut2nya sehari bisa mondar-mandir ke tempat pembuatan Kompos! Reseh tapi bagus buat Mata dan Umwelt ❀️ Sedih deh kalau pulkam lihat sampah dimana-mana! Dan suka susah juga nerangin ke anak2 kalau Di Indo jangan buang sampah sembarangan. Si Menirku malah kalau pulang Indonesia sampah plastik bersih dibawa pulang ke Eropa lagi #tepokjidakikke

    Like

  6. Walah, misahin sampahnya peer banget.. di tmpt aku tinggal di New Zealand, cuma ada 3 tong sampah, sampah dapur, sampah recycle dan sampah kebun ( yg potong ranting dll ). Itupun puyeng pisahin yang recycle secara di Indonesia kan gak diajarin. Tiap Rabu sampah diangkut. Nah sekalinya ke tmpt sampah recycle, ternyata disana dipisah2 lagi kayak yang kamu ceritain diatas ( cuma kalau yang buangin dr org council, kitanya gak repot misahin ), heboh sih pertama kali takjub, lama2 bosen haha..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s