Remember the day when…(4) Brazilian Waxing

Di kota kecil saya ada salon waxing baru dan meskipun saya tahu bahwa di sini rata-rata harus janjian dulu kalau mau ke salon, saya coba saja untung-untungan mampir ke situ. Kalaupun mereka jadwalnya penuh toh masih bisa bikin janji untuk nanti-nanti.

Waktu saya masuk ke salon tersebut, ruang resepsionis tampak kosong dan hanya terlihat dua pria yangsedang membuka-buka majalah wanita dengan tatapan tak minat. Di sebelah mereka ada tas wanita, pasti milik pasangan mereka yang sedang ‘dikerjai’ di ruang waxing. Melihat saya tolah-toleh nggak tahu musti ngapain karena tidak ada petugas yang approach, salah satu pria menunjuk dengan dagunya sebuah lonceng yang tergeletak di atas meja resepsionis. Agak ketutupan majalah, jadinya saya tadi tidak melihatnya. Setelah menggoyang loncengnya, muncullah mbak-mbak dari salah satu ruang praktek. Tangannya dibungkus sarung tangan plastik seperti dokter-dokter itu.

Sayapun mengutarakan niat saya untuk waxing bagian intim alias Brazilian wax dengan lirih, malu kan kalau didengar dua pria yang duduk di situ. Mbaknya bilang untuk hari itu sayangnya tidak ada jadwal yang kosong, jadi saya dibuatkan jadwal untuk beberapa hari ke depan. Saya setuju.

Lalu nih, dengan penuh penghayatan, dengan suara keras, mbaknya bertanya apakah saya mau Brazilian waxing yang model Hollywood cut, landing strip apa triangle. Sambil bertanya begitu dia juga menjelaskan dengan tangannya yang membentuk segitiga, garis lurus dan gaya ‘jebret-jebret’ di depan anunya dia sendiri (mbaknya pakai baju sopan sih jadi jangan dibayangkan yang tidak-tidak). Saya tentu saja jadi nggak enak melihat mbaknya yang dramatical begitu, apalagi dua pria yang yang ada di situ serta merta menaruh majalah mereka dan menatap saya seolah-olah sangat tertarik dengan jawaban yang akan saya berikan ke mbaknya.

Dan meskipun saya sudah sepelan mungkin menjawab pertanyaan mbaknya, si mbak ini mengulangnya kenceng-kenceng sambil menulis di buku jadwalnya. Asyem tenan ini si mbak. Sayapun buru-buru cabut dari salon tersebut tanpa tolah-toleh lagi. Malu! >.<

img_0633-1es

Advertisements

8 thoughts on “Remember the day when…(4) Brazilian Waxing

  1. Bahahaaaaa ngakak bacanya Beth!!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ buat si mbak sih kerjaan sehari2 ya jd ga pake risih meski ada dua male soecies disitu😝😝 So, which one you chose thenπŸ˜œπŸ˜‰πŸ€“πŸ˜‡

    Like

  2. Duhhhh mbakkkknyaaaaaaa… Kebayang banget tengsinnya, soalnya pernah ngalamin juga ke dokter spesialis, didepan ruangan dokternya, semua orang kudu ditimbang, dan info berat badannya diumumkan dengan suara kenceng oleh susternya, haha..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s