Winter Wonderland in Willingen

Weekend kemarin kami berlibur ke kota Willingen, sebuah kota yang terkenal dengan winter activity-nya. Hubby dan saya sudah beberapa kali ke kota ini tapi untuk Flipper, ini adalah kunjungan yang pertama kali. Selama ini kami selalu datang ke Willingen di saat musim dingin, ketika kangen dengan salju. Maklum kota tempat tinggal kami termasuk kota paling hangat di Jerman sehingga di musim dingin, meskipun dingin njekut seperti saat ini, salju datangnya cuman sauprit. Selama musim dingin kali ini, salju baru turun sekali di tempat kami itupun tak terlalu tebal dan tak tahan lama, hanya sehari lalu semua hilang lagi menjadi becek.

Dari kota kami sebenarnya jarak ke kota Willingen bisa ditempuh hanya 2,5 jam saja tapi karena hari Jumat kemarin macet total hingga, jadinya molor menjadi 4,5 jam. Salju yang turun lebat plus banyaknya kendaraan yang menuju Willingen menjadi biang kerok kemacetan ini. Oh iya saat macet itu Flipper sempat tantrum minta jajan, sedangkan jajan yang sudah saya siapkan di box sudah habis dicamilin sama dia. Alhasil sayapun musti keluar dari mobil mengambil Oreo di bagasi belakang. Melihat saya menenteng kemasan besar Oreo, pemilik mobil di  belakang kami mainin lampu, ngasih kode minta Oreo juga, sayapun dengan senang hati bagi-bagi Oreo juga ke mereka. Jadi ingat penjaja tahu goreng dan Aqua di jalanan di tanah air sana deh haha!

Berikut ini foto selama di perjalanan yang saya ambil dengan iPhone 6 dan Samsung S7 Edge  #takenfromacar (klik tiap foto untuk penampilan lebih jelas)

Kota Willingen sendiri memang ramenya hanya pada musim dingin saja dimana banyak turis datang untuk main ski. Meskipun tidak seterkenal ski resort di Alpen sana, di Willingen setiap tahunnya diadakan pertandingan ski-jumping yang diadakan oleh International Ski Federation. Saya sih tidak bisa main ski dan somehow tidak tertarik untuk belajar (takut jatuh, ha!). Seringnya hanya naik skilift menuju cafe di puncak gunung yang isinya rame dengan pengunjung ski lalu turun lagi setelah kenyang. Masih ingat deh saya waktu pertama kali naik skilift yang model terbuka gitu,  jari-jari tangan saya sampe freezing nggak bisa dipake motret meskipun sudah mengenakan sarung tangan. Padahal perjalanan dari bawah ke atas gunung itu nggak terlalu lama, around 15 menit saja, haha. Saat itu, tahun 2006 memang untuk pertama kalinya saya berhadapan dengan salju dalam hidup saya.

Selain naik turun di pegunungan ski tanpa ikutan ski, hiking  juga menjadi kegiatan favorit saya. Holiday house milik mertua ini ada di pinggiran kota, dari sini ada 3 jalan menuju pusat kota; melalui jalan raya normal atau jalur hiking lewat pegunungan di belakang rumah. Jalur hikingnya sendiri ada dua rute yang bisa ditempuh para pejalan kaki yaitu yang 1,5 sampai pusat kota atau agak memutar 3 km sampai sana. Kemarin ini sayangnya jalur yang 3 km tertutup salju tebal dan karena medannya tidak memungkinkan, tidak bisa dibuka jalurnya oleh mobil pengeruk salju yang banyak mondar-mandi di kota ini. Padahal pemandangan dari jalur 3 km ini lebih asyik. Tapi ya sudahlah, mengingat salju setinggi 40 cm, tebing-tebing yang tak kelihatan serta adanya toddler yang super aktif…mending kita lewat jalur pendek saja pulang-pergi.

Berikut ini foto-foto selama hiking:

2423

2437

2427

2448

Di foto ini holiday house kami hanya terlihat atapnya saja, di sebelah kanan agak bawah.

2440

Kami selama dua kali hiking kemarin selalu berangkat ke pusat kota jam 10 pagi, sesudah sarapan. Dengan toddler perjalanan 1,5km bisa ditempuh 2-3 jaman pake acara bangun snow man, lempar-lemparan salju, sekedar guling-gulingan di salju dan main perosotan dengan slide-nya.

img_5396-1s

img_5404-1s

img_5446-1s

Suhu yang berada di pusaran -5 sampai 3 derajat celcius saat itu tidak terasa dingin bagi kami karena selain mengenakan baju yang sesuai, kami  juga aktif bergerak. Yang ada malah keringatan. Cuaca memang perfect saat itu, meskipun matahari jarang keluar namun tidak ada angin. Sesudah jalan sih biasanya saya jadi lapar berat :D.

Sampai di pusat kota Willingen, kami window shopping sebentar lalu mencari makan siang di restoran atau sekedar makan kue dan ngupi di kafe. Setelah itu melanjutkan perjalanan pulang melalui jalur yang sama. Di bawah ini suasana kota Willingen yang berpenduduk sekitar 6.000 orang. Oh iya, di sini, meskipun termasuk ‘desa’ ada supermarket yang buka di hari Minggu. Something uncommon in Germany.

2468

2469

1091

img_4898esimg_4899es

Setelah sampai di penginapan lagi, si Flipper tidak bisa bertahan lama main di dalam rumah. Setelah main sebentar dan snacking lagi, dia lalu usrek minta mainan salju lagi di luar. Kamipun keluar lagi. Pokoknya 3 hari kemarin benar-benar hanya kami gunakan untuk berkecimpung dengan salju.

img_5004es
Nggak sabar pengen keluar rumah.

img_4930es
Mendaki tumpukan salju di depan penginapan.

img_5479-1s
Main di lapangan sepak bola yang tidak kelihatan lapangannya.

Senin sore kita balik ke rumah lagi. Sampai di rumah, suhu ternyata lebih rendah dari dataran tinggi Willingen. Uadem pol dan tidak ada salju. Untungnya matahari selalu bersinar cerah di sini jadi sama-sama asyik lah. Di sini tidak banyak orang yang suka salju. Kalau anak-anak sih pasti suka tapi kalau para dewasa biasanya suka mengeluh karena jalanan jadi macet, public transport banyak yang mengalami kendala dan orang yang tinggal di rumah berhalaman dan bertrotoat musti rajin-rajin ngerok salju di depan rumah mereka karena kalau sampai ada orang yang jatuh terpeleset di situ (pak pos misalnya), maka yang bertanggung-jawab adalah yang tinggal di situ.

Kamu yang tinggal di negara empat musim, lebih suka winter yang bagaimana?

Foto-foto di Willingen ynag lain bisa dilihat di Flickr saya ya 🙂

-beth-

Advertisements

6 thoughts on “Winter Wonderland in Willingen

  1. Aku suka winter yang saljunya masih putih bersih, trus matahari cerah. Suhu juga ga sok bgtlah rendahnya. Ini mirip Sälen di dalarna beth. Rame pas winter. Jawab komen sambil bikin roti kelapa. Dengan sedikit drama mesin roti rusak. Memble ngadon pake tangan. Terakhir patah srmangat😂😂😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s