Karneval di Cologne

img_2754esblog
Saya bersama para heroes 😀

Seperti yang pernah  saya tulis di postingan tentang pasar Natal beberapa waktu yang lalu, salah satu hiburan di musim dingin yang tak kalah rame di sini adalah Karneval. Karneval ini resminya adalah ritual yang dilakukan oleh umat Roman Catholic sebelum LENT ( periode di antara Rabu Abu dan Paskah). Tidak semua kota di Jerman merayakan acara ini. Dan meskipun ini merupakan hari rayanya umat Catholic tapi di sini umat beragama apa saja bahkan yang tak beragama boleh ikut meramaikan. No question asked. Di Jerman daerah Selatan Karneval disebut Fasching, inti perayaannya sama meskipun ritualnya agak berbeda. Di sini saya hanya akan menulis tentang Karneval yang berlaku di daerah Rhein (daerah yang dilewati sungai Rhine), yaitu Cologne, Duesseldorf, Bonn, Aachen, Mainz dan kota-kota kecil di sekitarnya.  Di Cologne, Bonn dan Aachen pada masa-masa Karneval semua orang akan saling menyapa dengan kata-kata ‘Alaaf’ sedangkan di Duesseldorf adalah ‘Helau’. Jangan sampai kebalik ya karena Cologne dan Duesseldorf itu meskipun tetangga dekat namun mereka tidak akur jadi kalau kebalik bisa timpuk-timpukan permen deh jadinya.

Pembukaan Karneval dimulai pada tanggal 11 bulan 11 jam 11.11 siang. Pada hari ini bisa dilihat banyak orang dengan beraneka macam kostum berkeliaran di segala sudut kota. Orang-orang yang mengikuti acara resmi di club Karneval (Karnevalsverein) bisa mengikuti ceremony pembukaan di gedung-gedung yang mereka sewa. Yang tidak ikut club tetep boleh mengenakan kostum tanpa harus mengikuti acara peresmian. Pada hari ini banyak orang yang ambil cuti kantor atau tetap masuk kantor dengan mengenakan kostum. Yang tidak cuti menjalankan aktifitas sehari-hari berjalan dengan normal, bedanya hanya kostum saja dan malam harinya dilanjut dengan party di nightclub.

Setelah pembukaan Karneval, pada hari-hari berikutnya  orang-orang mulai disibukkan dengan persiapan Natal sehingga  euforia Karneval tenggelam oleh hiruk pikuk Natal. Setelah Natal, acara tahun baru mendapat giliran untuk tampil ke permukaan. Toko-toko dan restoran heboh menjual petasan dan paket New Years Gala dinner. Nah setelah keramaian tahun baru usai, semangat Karneval-pun muncul kembali ke permukaan. Toko khusus kostum Karneval mulai dipenuhi pengunjung bahkan supermarketpun turut menjual properti Karneval.

Untuk penggemar berat Karneval, belanja kostum Karneval adalah event yang asyik. Untuk memilih kostum, selain tema, unsur cuaca juga harus diperhatikan di sini, secara perayaan ini kebanyakan berlangsung ourtdoor pada siang hari ynag berlanjut indoor di malam hari jadi soal kehangatan bahan kostum harus diperhatikan. Karena saya tidak pernah ikut merayakan Karneval sampai malam, kostum yang saya pilih biasanya yang berukuran besar supaya dalemnya masih bisa dipakein jaket. Kostum binatang berbulu-bulu juga relatif aman untuk cuaca dingin. Tapi tak jarang juga kita melihat orang-orang ynag berani dengan kostum ‘summer‘. Harga kostum Karneval bervariasi, mulai dari 5€ yang biasanya hanya bisa dipakai sekali lalu rusak sampe yang beratus-ratus Euro. Selama 9 tahun tinggal di Jerman saya hanya dua kali beli kostum Karneval selebihnya hanya beli atribut kecil-kecilan seperti topi atau wig.

img_6468
Karneval pertama saya di Jerman pada tahun 2008. Niat banget pokoknya.

Lanjut dengan ritual Karneval. Setelah dibuka pada tanggal 11 November, acara Karneval yang rame  berikutnya adalah pada Weiberfastnacht (Fat Thursday) yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 23 Februari 2017. Pada hari ini kebanyakan perkantoran hanya buka setengah hari atau bahkan tutup, demikian pula dengan pertokoan. Tidak ada parade pada hari ini namun orang-orang tetap menggunakan kostum dan party di jalanan yang kemudian dilanjutkan di nightclub. Musik Karneval bisa terdengar di santero kota karena hampir semua pertokoan memainkannya. Pada hari ini jangan kaget bila melihat banyak wanita berkostum sambil membawa gunting karena pada hari ini mereka ‘diperbolehkan’ menggunting dasi para pria sebagai simbol bahwa hari ini perempuanlah yang berkuasa.  Para pria yang biasanya sudah mahfum dengan tradisi ini memilih ke kantor tanpa dasi atau sengaja memakai dasi yang sudah bulukan.

Meskipun seminggu sebelum dan sesudahnya anak-anak boleh mengenakan kostum di TK, TK-nya Flipper resmi merayakannya Karneval pada hari Weiberfastnacht ini. Flipper dan teman-temannya menaruh kostum di TK supaya mereka bisa ganti-ganti sesukanya. Flipper sendiri menaruh dua kostum di lemari TK-nya. Pada perayaan resmi Karneval kemarin grup TKnya Flipper menggelar teater dengan tema Frau Holle (English: Mother Hulda), sebuah cerita terkenal dari Brothers Grimm. Tak hanya anak-anak yang mengenakan kostum, guru TKnya pun semua menggunakan kostum disesuaikan dengan tema Frau Holle. Saya tidak punya foto acara di TK, namun berikut ini ada foto-foto Flipper yang exist berkarnaval:

akukenklub
Karneval pertama dalam hidup Flipper, tahun 2015, merayakannya bersama-teman-teman di Babyclub.
adalmatian
Pada karneval kedua di tahun 2016, dia boleh turun ke jalan mengumpulkan (dan makan) permen 😀
aimg_6379
Fitting kostum at home sebelum diangkut ke TKnya, Karneval 2017.

Setelah acara Weiberfastnacht para Karneval fans bisa agak slow down lagi. Ritual berikutnya baru berlangsung 4 hari lagi yaitu di acara Rosenmontag, yang tahun ini jatuh pada tanggal 27 Februari kemarin. Rosenmontag yang artinya Rose Monday adalah puncak dari sekian banyak (dan lama) ritual Karneval. Pada hari ini diselenggarakan parade kendaraaan hias dengan tema-tema yang lagi heboh. Tahun ini tema yang banyak tampil adalah Angie, Putin, Erdogan dan Trump tentu saja. Masalah sosial seperti asyl, kesejahteraan penduduk, juga tak lepas dari sindiran tema Karneval.

Di Rosenmontag para penduduk kota yang merayakan Karneval tumpah ruah di jalanan ingin melihat parade (Yang tidak suka Karneval biasanya melarikan diri ke toko mebel atau bahkan keluar kota) sambil membawa minuman alkohol. Bagian ini nih yang tidak saya suka dari Karneval karena banyak orang yang mabuk di jalanan. Meskipun tidak pernah diganggu orang mabuk, tapi sebel aja kadang lihat sampai ada yang muntah-muntah di pojokan atau teriak-teriak nggak jelas. Tapi konon alkohol memang membantu mengatasi cuaca dingin di saat Karneval. Keluyuran di luar rumah seharian di musim dingin memang bukan sesuatu yang gampang 😀

Siapa saja boleh melihat parade Karneval, bebas dan tidak dipungut bayaran. Kalau mau melihat di tempat yang strategis sih bisa duduk di tribun-tribun yang sudah dipersiapkan secara khusus tapi pakai bayar dan biasanya tiketnya sudah sold out jauh-jauh hari. Di parade ini para peserta parade membagikan permen dan snack manis kepada para pengunjung dengan cara melemparnya dari kendaraan hias mereka ke segara penjuru mata angin. Mereka akan semakin semangat menebar permen bila ada teriakan ‘kamelle-kamelle’ dari pengunjung. Kamelle artinya permen tapi ini bukan bahasa sehari-hari, istilah ini hanya terdengar ketika musim Karneval. Berikut ini adalah foto dari parade Karneval tahun 2011, satu-satunya Karneval di mana saya bisa melihat parade dengan lumayan jelas (meskipun angle-nya nggak perfect). Biasanya nggak pernah bisa nonton parade karena desak-desakan. Maklum saya petite 😀 Klik tiap foto untuk tampilan lebih jelas ya…

 

Saya sendiri sebenarnya bukan penggemar berat Karneval. Tapi kalau ada temennya rame-rame dan cuaca juga memungkinkan (baca: nggak hujan, nggak terlalu dingin, nggak berangin) ya saya ikutan. Kalau anak-anak pasti suka diajak melihat parade karena mereka bisa mengumpulkan permen banyak. Oh iya kalau mau melihat parade jangan lupa membawa kantung buat wadah permen ya. Dan kalau memang mau ikut melihat parade sebaiknya menggunakan kostum meskipun minimalis karena kalau tidak pakai kostum pasti merasa salah gaya 😀

Setelah karnaval biasanya banyak orang sakit karena kebanyakan kena angin dan kebanyakan alkohol. Hari ini saja sudah tiga anak buah suami ynag telpun karena sakit. Tiga lainnya sudah telpun Jumat kemarin setelah acara Weiberfastnacht. Ya, untuk orang yang benar-benar fans Karneval, Karneval merupakan party time dan itu mulai dari 11 November sampai Rabu Abu (Ash Wednesday) tahun berikutnya, hampir setiap hari party, kalaupun tidak di jalanan ya di nightclub yang menyelenggarakan acara khusus Karneval. Besok, Rabu Abu yang bahasa Jermannya Aschermittwoch acara Karneval resmi ditutup. Ada ritual penutupannya juga saat ini tapi pengikutnya tak seramai eperti di Rosenmontag. Setelah Rabu Abu, kegiatan sehari-hari di sinipun kembali berjalan normal seperti biasa. Cuaca pelan-pelan mulai menghangat dan orang-orang mulai riang menyambut Paskah dan musim semi.

Dan berikut ini adalah kumpulan  foto suasana Rosenmontag  dari beberapa Karneval ynag saya ikuti di kota Cologne:

img_0390oks
The crowd.
img_0398oks
Enaknya sih memang bisa nonton di teras rumah begini, kalau kedinginan tinggal tutup jendela.
img_0408oks
Saya dan Charlie Chaplin. Wig Pippi Langstrumpf sudah saya copot karena udah on the way mau pulang ke rumah (tapi alisku masih kelihatan sedikit blonde tuh) 😀
img_0409oks
A woman with her two guardian angels.
img_2732esblog
Di depan Kathedral Koelned Dom.
img_2739esblog
Saya si pecinta binatang 😀

img_2789esblog

img_2745esblog
Enter a caption

img_2753esblog

img_2747esblog

img_2758esblog
Noo!
img_2767blogs
Tua muda ikut merayakan Karneval.
img_2802blogs
The crowd.

Untuk acara Rosenmontag tahun ini, which was kemarin, karena cuacanya sangat dingin dan berangin, saya tidak ikut berpartisipasi (baca: malas). Saya dan keluarga kemarin menikmati hari libur dengan brunch di sebuah hotel. Enak banget suasananya sepi karena banyak orang  ikut Karneval. Foto-foto Rosenmontag di kota Cologne kemarin bisa diintip die websitenya  Zeit Online.

 

 

Advertisements

Play Date Bocah.

IMG_3619s.jpg
Flipper (kiri) gandengan dengan temannya mau main ke rumah.

Alhamdulillah bulan ini Flipper sudah genap 8 bulan di TK dan sejauh ini tidak ada kendala-kendala yang berarti. Absen karena sakit hanya dua kali dan makan siang di TK, meskipun menunya tidak selalu favorit dia, kata gurunya dia tetap mau makan. Makan bareng bersama teman-teman memang selalu lebih asyik kan.

Sejak masuk TK jadwal play date atau janjian bermain bersama teman-temannya juga makin padat. Dulu sebelum masuk TK kami punya jadwal tetap untuk play date bersama teman dari baby club yang alhamdulillah sampai sekarang masih tetap berhubungan baik, kini ada tambahan play date dengan teman TK di mana si orang tua tidak wajib ikutan hadir di play date.

Dengan teman sekelas, Flipper punya jadwal tetap untuk play date dengan Laura yaitu pada hari Senin dan Rabu. Mamanya Laura ini kan kalau hari Senin kerja sampai jam 5 sore sehingga tidak bisa menjemput Laura jam 3 sore jadi saya jemput mereka berdua sekalian dan mengajak bermain bareng di rumah. Nanti sekitar jam setengah enam sore mamanya Laura datang menjemput.

Hari Rabunya Flipper ada les tari jam 14.30 sedangkan saya kerja sampai jam 14.00, itupun kalau pulangnya bisa on time. Lumayan gedabrukan juga kalau dari tempat kerja jemput Flipper trus lanjut ke les tari. Nah si Laura kan juga ikutan les tari yang sama, jadi kalau hari Rabu gantian mamanya Laura yang jemput si bocah berdua dan membawa mereka ke tempat les. Usai les tari mereka main di rumah Laura yang kebetulan nggak jauh dari tempat les. Nanti jam 5-an baru deh saya jemput Flipper. Dalam hal ini mamanya Laura dan saya saling diuntungkan, saling membantu dan si bocah berdua juga senang bisa bermain bareng.

Selain jadwal yang tetap itu, Flipper juga punya random play date dengan teman-temannya yang lain. Either Flipper yang datang ke tempat mereka atau si teman yang main ke tempat kami. Anak-anak TK ini rupaya sering janjian sendiri buat main di rumah temannya. Kronologinya biasanya begini: Flipper mengundang si A untuk datang bermain ke rumah. Kalau si A setuju, baru Flipper tanya ke saya apa dia boleh mengundang si A. Kalau saya pas nggak sibuk selalu saya iyakan namun Flipper harus minta ijin dulu ke mamanya A (meskipun biasanya si A sendiri sudah bilang ke mamanya). Nah adegan minta ijin ke mama temannya ini yang suka lucu. Saya sempat melihat sendiri waktu menjemput Flipper di TK, kebetulan mama A juga datang menjemput A. Flipperpun langsung sok imut nglendot-nglendot mama A sambil ngrayu: A boleh ya main ke rumahku? Please…ya…ya… Boleh ya?

Dulu pertama-tama melihat kejadian itu saya ketawa, ada-ada aja bocah ini. Tapi rupanya adegan seperti itu sudah wajar di kelas Flipper (nggak tahu ya kalau di kelas-kelas lain). Saya juga pernah dirayu, let say si B, dia yang waktu itu pengen bermain ke rumah kami tapi saat itu saya sedang sibuk dan tidak bisa mengawasi dua bocah di rumah jadinya saya tolak. Si B yang sudah peluk-peluk saya jadi sedih, tapi saya janji ke dia kalau minggu depan dia boleh datang, diapun ceria lagi.

Beberapa anak laki-laki juga sempat minta ijin saya untuk mengundang Flipper play date ke tempat mereka tapi begitu undangannya saya teruskan ke Flipper, Flippernya menolak. Dia so far hanya mau datang ke rumah teman perempuan. Kalau anak laki-laki minta ijinnya nggak pakai acara merayu dan lendotan seperti anak-anak perempuan. Mereka bertanya dengan sopan seperti halnya gentleman mau ngajak anak cewe dating. So sweet deh pokoknya anak-anak ini.

Setahu saya sih, para orang tua tidak pernah memaksakan anak untuk mengundang temannya main ke rumah atau menyuruh anak main ke rumah temannya. Biasanya anak-anak sendiri yang punya ide dan kami para orang tua tinggal menyesuaikan jadwal. Kebanyakan ibu di kelas Flipper  bekerja paruh waktu, tidak full time. Saya sendiri bekerja hanya dari hari Rabu hingga Jumat, mamanya Laura hanya hari Senin dan Selasa tapi full time sampai jam 5 sore, demikian juga mama-mama yang lain, mereka bekerja pada hari-hari tertentu saja. Jadi kami memanfaatkan janjian anak-anak dengan jadwal kerja/ kegiatan kami sehingga tidak ada yang saling dirugikan dan yang penting anak-anak happy.

Kalau ada orang tua yang mendadak berhalangan menjemput anaknya, kita juga biasa saling bantu menjemput. Yang penting kita harus berkomunikasi juga dengan gurunya di TK sehingga mereka tahu kalau si A hari ini bakalan ikut si B ke rumah. Meskipun tidak ada aturan tertulis kalau para orang tua harus saling bantu, saling gantian jemput anak namun kami sudah sama-sama tahu etikanya. Ada juga orang tua yang tidak pernah mengajak teman anaknya main ke rumah karena dia tidak mau terbebani acara ‘balas jasa’ ini, which is okay. Biasanya orang tua yang tidak mau gantian ini kakek neneknya tinggal dekat rumah, atau ada tante om yang bisa dititipin anak.

Buat saya pribadi dimana orang tua saya dan orang tua suami  serta sanak saudara tinggalnya jauh semua, acara gantian jemput-jaga anak ini membantu sekali melancarkan kegiatan sehari-hari dan untuk Flipper juga selalu menyenangkan punya teman main yang lebih private, tidak rame-rame dan berisik seperti di TK. Intinya simpel saja, tidak ada yang keberatan dalam hal ini, baik si bocah maupun si orang tua.

Kalau ada anak main ke rumahpun kita tidak perlu repot menyiapkan makanan macam-macam. Obstteller atau sajian buah potong di piring adalah wajib, selain itu paling roti-rotian dan kacang. Tidak semua anak di sini boleh makan kue atau yang manis-manis tapi biasanya para orang tua akan saling ngasih informasi duluan kalau anaknya nggak boleh makan ini dan itu. Saya jarang menyiapkan makanan berat buat teman Flipper karena biasanya mereka datang setelah jam makan siang dan pulang sebelum jam makan malam tapi kalaupun ada yang ikutan makan malam di rumah, menu netral yang saya sajikan yang pasti anak-anak mau makan adalah mac and cheese. Kalau soal kegiatan yang mereka lalukan, kita nggak perlu repot sama sekali, anak-anak bisa menentukan sendiri apa yang mau mereka lakukan. Kalau cuaca di luar pas bagus, sering juga kita main di luar. Setelah acara play date usaipun mereka membereskan mainannya bareng-bareng.

Hari ini kebetulan Flipper nggak ada janjian dengan temannya jadi saya bisa mengajak dia jalan-jalan. Flipper pengen ke perpustakaan tapi pulangnya harus mampir ke kedai es krim. Haha semoga sudah ada kedai es krim yang buka secara masih musim dingin begini. Kalau nggak ada yang buka ya sudahlah, dibelikan Ben & Jerry’s di supermarket saja ya nak…

IMG_5354s.jpg
Perkenalkan: Band Ngemil

-beth-