Play Date Bocah.

IMG_3619s.jpg
Flipper (kiri) gandengan dengan temannya mau main ke rumah.

Alhamdulillah bulan ini Flipper sudah genap 8 bulan di TK dan sejauh ini tidak ada kendala-kendala yang berarti. Absen karena sakit hanya dua kali dan makan siang di TK, meskipun menunya tidak selalu favorit dia, kata gurunya dia tetap mau makan. Makan bareng bersama teman-teman memang selalu lebih asyik kan.

Sejak masuk TK jadwal play date atau janjian bermain bersama teman-temannya juga makin padat. Dulu sebelum masuk TK kami punya jadwal tetap untuk play date bersama teman dari baby club yang alhamdulillah sampai sekarang masih tetap berhubungan baik, kini ada tambahan play date dengan teman TK di mana si orang tua tidak wajib ikutan hadir di play date.

Dengan teman sekelas, Flipper punya jadwal tetap untuk play date dengan Laura yaitu pada hari Senin dan Rabu. Mamanya Laura ini kan kalau hari Senin kerja sampai jam 5 sore sehingga tidak bisa menjemput Laura jam 3 sore jadi saya jemput mereka berdua sekalian dan mengajak bermain bareng di rumah. Nanti sekitar jam setengah enam sore mamanya Laura datang menjemput.

Hari Rabunya Flipper ada les tari jam 14.30 sedangkan saya kerja sampai jam 14.00, itupun kalau pulangnya bisa on time. Lumayan gedabrukan juga kalau dari tempat kerja jemput Flipper trus lanjut ke les tari. Nah si Laura kan juga ikutan les tari yang sama, jadi kalau hari Rabu gantian mamanya Laura yang jemput si bocah berdua dan membawa mereka ke tempat les. Usai les tari mereka main di rumah Laura yang kebetulan nggak jauh dari tempat les. Nanti jam 5-an baru deh saya jemput Flipper. Dalam hal ini mamanya Laura dan saya saling diuntungkan, saling membantu dan si bocah berdua juga senang bisa bermain bareng.

Selain jadwal yang tetap itu, Flipper juga punya random play date dengan teman-temannya yang lain. Either Flipper yang datang ke tempat mereka atau si teman yang main ke tempat kami. Anak-anak TK ini rupaya sering janjian sendiri buat main di rumah temannya. Kronologinya biasanya begini: Flipper mengundang si A untuk datang bermain ke rumah. Kalau si A setuju, baru Flipper tanya ke saya apa dia boleh mengundang si A. Kalau saya pas nggak sibuk selalu saya iyakan namun Flipper harus minta ijin dulu ke mamanya A (meskipun biasanya si A sendiri sudah bilang ke mamanya). Nah adegan minta ijin ke mama temannya ini yang suka lucu. Saya sempat melihat sendiri waktu menjemput Flipper di TK, kebetulan mama A juga datang menjemput A. Flipperpun langsung sok imut nglendot-nglendot mama A sambil ngrayu: A boleh ya main ke rumahku? Please…ya…ya… Boleh ya?

Dulu pertama-tama melihat kejadian itu saya ketawa, ada-ada aja bocah ini. Tapi rupanya adegan seperti itu sudah wajar di kelas Flipper (nggak tahu ya kalau di kelas-kelas lain). Saya juga pernah dirayu, let say si B, dia yang waktu itu pengen bermain ke rumah kami tapi saat itu saya sedang sibuk dan tidak bisa mengawasi dua bocah di rumah jadinya saya tolak. Si B yang sudah peluk-peluk saya jadi sedih, tapi saya janji ke dia kalau minggu depan dia boleh datang, diapun ceria lagi.

Beberapa anak laki-laki juga sempat minta ijin saya untuk mengundang Flipper play date ke tempat mereka tapi begitu undangannya saya teruskan ke Flipper, Flippernya menolak. Dia so far hanya mau datang ke rumah teman perempuan. Kalau anak laki-laki minta ijinnya nggak pakai acara merayu dan lendotan seperti anak-anak perempuan. Mereka bertanya dengan sopan seperti halnya gentleman mau ngajak anak cewe dating. So sweet deh pokoknya anak-anak ini.

Setahu saya sih, para orang tua tidak pernah memaksakan anak untuk mengundang temannya main ke rumah atau menyuruh anak main ke rumah temannya. Biasanya anak-anak sendiri yang punya ide dan kami para orang tua tinggal menyesuaikan jadwal. Kebanyakan ibu di kelas Flipper  bekerja paruh waktu, tidak full time. Saya sendiri bekerja hanya dari hari Rabu hingga Jumat, mamanya Laura hanya hari Senin dan Selasa tapi full time sampai jam 5 sore, demikian juga mama-mama yang lain, mereka bekerja pada hari-hari tertentu saja. Jadi kami memanfaatkan janjian anak-anak dengan jadwal kerja/ kegiatan kami sehingga tidak ada yang saling dirugikan dan yang penting anak-anak happy.

Kalau ada orang tua yang mendadak berhalangan menjemput anaknya, kita juga biasa saling bantu menjemput. Yang penting kita harus berkomunikasi juga dengan gurunya di TK sehingga mereka tahu kalau si A hari ini bakalan ikut si B ke rumah. Meskipun tidak ada aturan tertulis kalau para orang tua harus saling bantu, saling gantian jemput anak namun kami sudah sama-sama tahu etikanya. Ada juga orang tua yang tidak pernah mengajak teman anaknya main ke rumah karena dia tidak mau terbebani acara ‘balas jasa’ ini, which is okay. Biasanya orang tua yang tidak mau gantian ini kakek neneknya tinggal dekat rumah, atau ada tante om yang bisa dititipin anak.

Buat saya pribadi dimana orang tua saya dan orang tua suami  serta sanak saudara tinggalnya jauh semua, acara gantian jemput-jaga anak ini membantu sekali melancarkan kegiatan sehari-hari dan untuk Flipper juga selalu menyenangkan punya teman main yang lebih private, tidak rame-rame dan berisik seperti di TK. Intinya simpel saja, tidak ada yang keberatan dalam hal ini, baik si bocah maupun si orang tua.

Kalau ada anak main ke rumahpun kita tidak perlu repot menyiapkan makanan macam-macam. Obstteller atau sajian buah potong di piring adalah wajib, selain itu paling roti-rotian dan kacang. Tidak semua anak di sini boleh makan kue atau yang manis-manis tapi biasanya para orang tua akan saling ngasih informasi duluan kalau anaknya nggak boleh makan ini dan itu. Saya jarang menyiapkan makanan berat buat teman Flipper karena biasanya mereka datang setelah jam makan siang dan pulang sebelum jam makan malam tapi kalaupun ada yang ikutan makan malam di rumah, menu netral yang saya sajikan yang pasti anak-anak mau makan adalah mac and cheese. Kalau soal kegiatan yang mereka lalukan, kita nggak perlu repot sama sekali, anak-anak bisa menentukan sendiri apa yang mau mereka lakukan. Kalau cuaca di luar pas bagus, sering juga kita main di luar. Setelah acara play date usaipun mereka membereskan mainannya bareng-bareng.

Hari ini kebetulan Flipper nggak ada janjian dengan temannya jadi saya bisa mengajak dia jalan-jalan. Flipper pengen ke perpustakaan tapi pulangnya harus mampir ke kedai es krim. Haha semoga sudah ada kedai es krim yang buka secara masih musim dingin begini. Kalau nggak ada yang buka ya sudahlah, dibelikan Ben & Jerry’s di supermarket saja ya nak…

IMG_5354s.jpg
Perkenalkan: Band Ngemil

-beth-

Advertisements

6 thoughts on “Play Date Bocah.

  1. Aduh Flipper dan teman-temannya unyu banget ya Mbak pada suka play date gitu, hehehe.. Itu judul foto terakhir lol banget deh, Band Ngemil. Haha.. Karena banyak ngemilnya ya Mbak daripada ngebandnya? Mama yg kreatif (y)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s