Ketika di Jerman – part2

Sesuai janji saya dulu kala, yang meskipun lama tapi tak pernah lupa, berikut ini kebiasaan orang Jerman part 2. Sambungan dari yang part 1 tentunya. Judulnya saya ganti, tidak lagi tentang ‘kebiasaan’ tapi ya random aja tentang apa yang biasanya terjadi/ berlaku ketika di Jerman.

Orang Jerman Punya Tool dan Outfit Untuk Segala Keperluan.

Waktu si Flipper mulai memasuki usia 1 tahun, di mana dia sudah mulai bisa jalan sendiri, saya sempat merasa overburdened dengan urusan wardrobe dia. Terus terang, sebelumnya saya nggak kepikiran dengan adanya jenis pakaian semacam softshell jacket, hardshell jacket, mudpants, functional jacket, anti slip socks, etc. yang mempunyai funksi sendiri-sendiri berdasarkan cuaca dan kegiatan si anak.

Itu baru untuk anak-anak dan jenis kegiatan ya, belum lagi outfit untuk orang dewasa… Untuk berkebun, nukang, jogging atau sepedaan beda semua bajunya. Ada barang berbentuk segi empat khusus untuk menjadi landasan dengkul kita ketika kita berkebun. Alat berkebun pun macamnya buanyak, mulai gunting kecil buat memetik tangkai bunga sampai yang segeda saya buat memotong pagar hidup. Daaan gunting kecil buat memetik bunga itupun jenisnya macam-macam, bunga mawar dan bunga tulip guntingnya beda lho. Entahlah, barang-barang seperti gunting bunga itu memang  beneran dibutuhkan atau marketing yang membodohi kita.

Yang membuat saya paling terkesan sih adanya alat pembelah pil. Kan kadang dosis minum obat kita cuman setengah pil, nah susah kan ya membelah pil yang kecil-kecil? Di saat itulah alat pembelah diperlukan. Yaolo, pinter banget yang menciptakan alat ini.

IMG_0494-1e
Flipper waktu itu, pake shoftshell jacket dan mudpants. Setelan ini dipake untuk main kotor-kotoran saat musim semi dan musim gugur. Kalau musim dingin harus pake winter jacket dan mudpants dan ada lapisan penghangatnya di dalam. Oh iya, jangan lupa sepatu khususnya juga. Ribet deh pokoknya.

Orang Jerman Suka Minum Sparkling Water

Kalau beli sparkling/ soda water botolan, kita bisa milih yang kadar sodanya rendah atau tinggi. Ada juga alat khusus untuk membuat soda, jadi kita ambil air biasa lalu botolnya ditancepkan ke alat itu untuk menambah sodanya. Saya sendiri nggak terlalu suka sparkling water, saya hanya minum sparkling water ketika nggak ada air putih biasa.

Kedai Es Krim Hanya Buka Selama Musim Panas

Saat musim semi atau gugur biasanya ada satu dua kedai yang mulai buka tapi jarang banget deh yang buka 12 bulan karena memang memang saat musim dingin kedainya nggak laku. Ada juga yang tetap buka tapi isi dagangannya berbeda, instead of jualan es krim, mereka jual waffle atau crepes plus minuman hangat.

Suka Menyapa, Di Ruang Tunggu Dokter atau di Jalanan

Meskipun termasuk tidak ramah, orang Jerman rajin menyapa orang asing di ruangan public atau di ruang tunggu dokter. Di tempat saya tinggal, kalau lagi jalan-jalan di taman dan papasan dengan orang kita selalu saling menyapa Guten Tag atau sekedar Hallo. Senyum sih nggak harus πŸ˜€ Tapi kalau di kota-kota besar nggak banyak yang masih saling menyapa.

Ketika masuk ruang tunggu dokter, di mana sudah ada beberapa orang yang duduk di situ, otomatis orang yang terkahir masuk bakalan menyapa Guten Tag atau Hallo itu tadi dan para pasien yang lain akan membalasnya serentak.

Film Wajib Tonton di Hari Minggu

Hari Minggu adalah hari istirahat di seluruh Jerman, toko-toko tutup semua (kecuali restoran dan tempat wisata) sehingga hari Minggu didedikasikan untuk santai di rumah bersama keluarga. Nah film yang ditunggu-tunggu setiap hari Minggu oleh kebanyakan warga Jerman adalah film serial ‘Tatort’ (Crime Scene).

‘Tatort’ adalah film tentang polisi yang menyelidiki kasus-kasus kriminal yang tersebar di segala penjuru Jerman dan negara-negara tetangga berbahasa Jerman. Tiap Minggu tim polisi yang ditampilkan berbeda, hari ini polisi Cologne, minggu depan polisi Hamburg, etc. Film serial ini sudah ditayangkan sejak tahun 1970 dan tetap menjadi kesayangan orang Jerman sampai sekarang. Pada hari Seninnya forum diskusi di Websitenya ARD/ Das Erste (stasiun TV ynag menayangkan ‘Tatort’) pun rame membicarakan episode semalam.

Tradisi Nonton Dinner For One Setiap Malam Tahun Baru

Kalau di hari minggu ada film serial yang wajib ditonton, maka setahun sekali, pada malam tahun baru ada film pendek yang wajib ditonton juga. Judul filmnya ‘Dinner For One’, merupakan film dari Inggris yang nggak di-dubbing ke dalam bahasa Jerman (selain ‘Dinner For One’, film-film luar yang masuk Jerman di-dubbing semua bahasanya). Durasi filmnya cuman sekitar 10 menit dan kualitas teknis filmnya solala karena memang film tua produksi tahun 1963. Masih hitam putih lho!

39334196934_7681ea4214_o
Flipper cekakakn abis waktu nonton ‘Dinner For One’ hihi….

Pada tanggal 31 Desember, stasiun TV NDR menayangkan film ini beberapa kali. Film ini merupakan film komedi yang bagi  saya ceritanya ok lah tapi  nggak harus belain nongkrongin TV setiap tanggal 31 Desember demi melihatnya. Penasaran dengan ceritanya ‘Dinner For One’? Check this out! Menurutmu lucu nggak? Orang Jerman sampai hafal lho dengan setiap dialognya πŸ˜€

 

Memberi Tip Secara Langsung

Biasanya kalau di Indonesia, kita mau ngasih tip kan tinggal ditaruh di atas meja makan sebelum kita pulang, kalau di restoran sini kita ngasihnya langsung bilang ke pelayannya. Misalnya pas pelayan ngasih tagihan 23€, kita ngasih ke dia uang 25€ sambil bilang “24€”, maka si pelayan bakalan balikin 1€ doang sambil bilang danke (makasih). Ngasih tip di Jerman tidak wajib hukumnya dan kalaupun nggak ngasih, nggak bakalan dikasih pandangan judes. Saya mah kalau makan/minum di atas 5€ selalu ngasih tip, selain itu saya juga ngasih tip di salon kalau hasilnya ok. Kalau enggak ya nggak ngasih πŸ˜€

Popcorn Manis di Bioskop

So far nemu popcorn asin hanya di bioskop yang filmnya original language (bukan dubbing) jadi kebanyakan audience-nya bukan orang Jerman. Kalau di bioskop biasa, popcorn yang dijual hanya yang manis.

Oh iya, Makanan yang wajib dijual di bioskop sini selain popcorn adalah nachos dengan sausnya. Nachos ini yang selalu  bikin aku rajin nonton film haha… Kalau saja di bioskop sini juga jualan lemper seperti di Indonesia, pasti saya bakalan tambah rajin nontonnya πŸ˜€

Orang Jerman Suka Makan Memakai Alat makan

Orang Jerman enggan makan pake tangan begitu saja. Makan semangka senangnya dipotong kecil-kecil dulu lalu dimakan pake garpu. Makan burger dan Pizza juga begitu, diiris-iris dulu dan pake garpu bahkan es krim di atas waffle cone-pun bukannya dijilatin tapi disendokin.

Okay, sekian dulu deh… Nanti saya coba kumpulkan lagi hal-hal yang ‘khas’ Jerman, siapa tahu ada sambungan part 3-nya πŸ˜‰

Happy Weekend all!

-beth-

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. inlycampbell says:

    Still water lebih mahal dr segelas bir πŸ˜‚ itu yg kurasakan pas ke munich dulu..

    Like

    1. zbethz says:

      Makanya aku kalau makan di resto mending pesen soft drink karena rugi kalau pesen air biasa, mahil! Sedangkan di rumah kan tinggal buka kran hihi…

      Like

      1. inlycampbell says:

        Hahaha.. yoii banget mah ituuu.. πŸ˜†πŸ˜†

        Like

  2. Seraphine says:

    Ngebayangin jual lemper di bisokop kok rasanya lucu juga ya Mbak! Hahaha.. Ditunggu ya part 3nya πŸ˜‚

    Like

    1. zbethz says:

      La kan kalau di bioskop Indonesia lengkap, ada lemper, risoles, emping, etc 😍 Part 3 kayaknya masih lamaa πŸ™ˆ

      Like

  3. ameliasusilo says:

    Aku sampai sekarang masih bingung sama jaket2 loh Beth hihihi.. selalu salaah 😁

    Like

    1. zbethz says:

      Haha… Toss Mia! kalau buat dirimu sendiri gimana? Ada jaket macem-macem juga nggak? πŸ˜€

      Like

  4. denaldd says:

    Beth, kok peralatan berkebunku ga sebanyak itu ya. Cuma punya dua gunting, besar dan kecil. Wes itu dipakai buat gunting apapun jenis bunga atau pohonnya. Disesuaikan aja besar kecilnya. Multifungsi haha.

    Like

    1. zbethz says:

      Lho sama denganku Den. Kadang kalau pas berkebun di depan dan malas ambil gunting di belakang, ya aku pake gunting kertas biasa hihi… Mertua tuh yg alat berkebunnya satu rumah sendiri, cangkul aja macamnya banyak πŸ˜€

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s