Visit Dokter Gigi

on

Mumpung kemarin baru visit dokter gigi dan mood nulis, saya tulis sedikit tentang visit dokter gigi di sini ah. Kalau nggak segera ditulis ntar bisa bertahun-tahun nongkrong di draft aja haha.

Di sini dianjurkan ketika anak mulai tumbuh gigi, saat itu pula harus dijadwalkan visit rutin ke dokter gigi maka kamipun mulai mengajak Flipper ke dokter gigi sejak dia umur 6 bulan. Awal-awal ke dokter gigi Flipper suka bingung bahkan nangis, nggak paham kenapa harus mangap-mangap. Masih ingat deh gimana dulu pertama kali si Flipper giginya diperiksa sama dokter. Waktu itu si Flipper dipangku si D yang duduk di kursi penanganan. Karena Flipper nangis, dokternya mencoba menghibur dengan membuat balon dari sarung tangan plastiknya, yang ada si Flipper tambah kejer nangisnya. Akhirnya diakalin dengan mainan kursi, kursinya dinaikkan, diturunkan, direbahkan, diluruskan ziing…ziing…ziing… Eh kesenengan deh si Flipper trus ketawa-ketawa. Abis itu mau deh dia buka mulut.

Kontrol gigi anak-anak sampai dengan umur 6 tahun di sini nggak rumit. Dokter cuman menyuruh Flipper buka mulut, memeriksanya, kalau semuanya ok, that’s it… nggak lebih dari dua menit. Alhamdulillah selama ini pertumbuhan gigi Flipper normal dan nggak pernah ada gangguan jadi ya sak clup gitu doang penanganannya. Setelah itu Flipper boleh memilih mainan di reception, di sebuah kotak yang disediakan buat anak-anak. Mainannya sih mainan sederhana seperti kelereng, karet rambut, bola bekel atau sticker tapi anak-anak seneng banget lah dapat hadiah dari keberanian mereka di dokter gigi.

Sejak umur 2,5 tahun Flipper sudah berani duduk sendiri, nggak pangku mama atau papa lagi di kursi penanganan. Ini foto dari tahun lalu.

Kalau di bawah 6 tahun pemeriksaannya cuman sebatas ‘pengenalan’ (kecuali kalau giginya bermasalah ya), agar anak bebas dari rasa takut dan kurang lebih tujuannya adalah untuk mengembangkan kepercayaan anak dengan dokter gigi, maka setelah ulang tahun ke-6, pemeriksaan gigi anak-anak mulai ‘serius’. Kemarin dijelaskan oleh bu dokter bahwa mulai umur 6 tahun Flipper akan mendapat prophylaxis 2x setahun dan dia mendapat Bonus Card sendiri. Selama ini hanya Papa dan mamanya yang punya Bonus Card.

Bonus Card ini adalah sebuah program khusus untuk penanganan gigi, barang siapa yang rutin ke dokter gigi akan mendapat stempel setahun sekali. Bila stempelnya penuh selama 5 tahun, si pemegang kartu bisa mendapat subsidi sampai 20% bila bermasalah dengan giginya. Bila 10 tahun subsidinya 30%. 20-30% itu banyak lho karena biaya penanganan gigi di sini nggak murah.

Eh jadi selama ini nggak ditangani asuransi kah? Yes and no. Jadi beginiii… Dari asuransi kami mendapat jatah kontrol gigi setahun sekali gratis. Kontrol ini tapi cuman benar-benar kontrol ya, tidak ada penanganan. Jadi dokter melihat gigi kita ok nggak? Kalau ok ya sudah, boleh pulang. Kalau ternyata nggak ok ya harus ditangani. Nah penanganan ini ada yang gratis ada yang enggak. Kalau yang sifatnya hanya to look good (kecantikan) maka nggak dicover oleh asuransi misalnya kawat gigi, pemutihan gigi, veneer. Tapi kalau memang sakit semacam gigi bolong atau karies maka dicover asuransi 100%. Kalau antara sakit dan kecantikan, asuransi bakalan menanggung sekian persen saja tergantung kasusnya.

Nah kalau kita sedang sakit gigi dan punya stempel lengkap minimal 5 tahun, maka kita bisa mendapat subsidi tambahan dari Bonus Card ini. Misalnya ada kisah nyata nih, tahun lalu si D makan coklat isi kacang homemade dari teman eh ternyata di coklat itu ada kacang ynag keras banget dan crack, gigi D pun patah. Setelah diperiksa, kasus gigi patah ini bisa ditangani dengan perhitungan 50% kecantikan dan 50% penyakit. Asuransi D cover biaya 700€ dan D harus merogoh dari kocek sendiri another 700€. Untungnya bonus card D 10 tahun lengkap jadi instead of bayar 700€ D bayar 490€. Tetep mahal memang tapi at least berkurang 30% lah biaya yang harus dibayar.

Iyah, biaya dokter gigi di sini memang mahal that’s why saya memilih pasang bridge gigi di Indonesia dari pada di sini. Waktu itu saya bayar sekitar 3 juta di Jogja sedangkan price quote yang diberikan dokter saya adalah 3000€. Uhlala ya. Untuk visit 2x setahun sendiri kami mengeluarkan biaya sekitar 100€ untuk 2 orang karena kami memang nggak hanya kontrol tapi dokternya juga melakukan profesional pembersihan gigi. Profesinal pembersihan gigi tidak dicover oleh asuransi kami. Untuk Flipper, selama ini dicover 100% oleh asuransi karena dia hanya kontrol. Dan seperti yang sudah saya tulis di atas, mulai umur 6 tahun sampai umur 18 tahun nanti, Flipper juga bisa mendapat fasilitas kebersihan gigi dan unlike adult, untuk anak-anak ini dicover 100% oleh asuransi.

Kontrol gigi setahun dua kali ini kami manfaatkan baik-baik, bahkan kalaupun nggak ada Bonus Card program, kami bakalan tetep rajin ke dokter gigi karena lebih baik permasalahan gigi dicegah atau ditanggulangi sejak dini dari pada nunggu sakit duluan. Sakit gigi kan buset deh ya … Kamu gimana, suka kontrol gigi nggak?

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. ohdearria says:

    Aku sekeluarga setahun 2x rutin ke dentist Beth. Cleaning dan check up juga. Apalagi the boys lagi pake braces (kawat gigi) jadi tiap sebulan sekali kontrol juga deh. Good on Flipper ga pake takut ke dentist. Good job, mama👌🏻

    Liked by 1 person

  2. zbethz says:

    Mending rajin check up dari pada sakit gigi duluan ya Ria. Ini Flipper dibiasain dari kecil biar nggak kayak papanya, takut sama dentist 😄

    Like

Leave a Reply to zbethz Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s