Culture Shock (?)

999A0110aeS
Snack buat bocils, homemade hot dog nuggets. Recipe is here.

Saya nih ya, meskipun sudah 12 ya tinggal di Jerman tapi masih saja suka baffled dengan kebiasaan atau etika orang sini. Di bawah ini adalah beberapa contoh kasus kecil yang memaksa saya untuk menoleh mendadak ke si ‘oknum’ dan memandangnya nanar (tapi sebentar saja).

Kasus 1

Lagi brunch bareng bersama dua temen baik. Dua-duanya orang Jerman, let say namanya Kati dan Sonja. Pas di depan counter-nya (ini bakery yang sistemnya pengunjung milih/pesan makanan trus langsung bayar) Kati mendekati saya,

Kati: Beth jangan kaget ya kalau aku hari ini traktir Sonja karena dia minggu lalu bantuin aku milih-milih kain buat belajar jahit.

Saya: Iyes, santai aja.

Sonja: Eh nggak perlu Kat, santai ajaa…

Kati: Enggak ah…saya pengen traktir kan kamu kemarin bantu banyak. Sok, mau pilih yang mana?

Sonja: Ah baiklah… makasih ya Kat… Aku pilih itu deh sandwich isi tuna, yummi banget kayaknya.

Kati: Boleh… Iya ya kayaknya enak banget. Bagi berdua sama aku mau nggak Son? Kan gede tuh…”

(Saya menoleh mendadak, memandang si Kati nanar)

Sonja: Err… ya, baiklah kalau kamu mau… (dia nggak enak mau nolak haha!)

Kasus 2

Saya diundang ngopi di rumah Donna. Secara judulnya ngopi, terus terang saya nggak berharap bakalan disuguhi jajanan…secara orang Jerman gitu lho… Eh pas sampe sana ternyata Donna ngajakin ke bakery dengan excuse di rumahnya nggak ada jajajan. Eh kok tumben, pikir saya sambil jalan bareng ke bakery deket rumah dia.

Di bakery saya dipersilahkan milih roti/ kue. Setelah milih yang saya mau, si Donna langsung mengeluarkan duit buat bayar trus saya bilang,

Saya: Eh Don, kalau kuenya buat saya doang mah ya sini saya aja yang bayar…

Donna: Enggak kok, ntar itu kuenya kita bagi dua!

Saya: (Menoleh mendadak, memandang si Donna nanar)

Kasus 3

Tetangga mau merayakan ultah anaknya dan mau bikin pizza buat tamu-tamunya. Karena nggak muat kalau hanya panggang pizza di satu oven saja, dia bertanya apa boleh numpang panggang pizza di oven kami biar pizzanya bisa ready to eat bersamaan. Bolehlah ya…

Pak suami (orang Jerman juga nih suami saya! – fyi buat ynag belum tahu) udah geer aja tuh dan bilang ke saya nggak usah bikin dinner karena ntar pasti kebagian pizza dari tetangga.

Eh ternyata enggak lho… Pas mereka ambil pizza di oven kami, sama pak suami dibecandain, dimintain jatah eh si tetangga malah bingung gitu haha… Saya nggak sempat menoleh mendadak dan menatap nanar karena keburu ketawa bareng pak suami.

Kasus 4

Ketika Flipper masih berumur 2,5, kami diundang ke ultah anaknya teman. Umurnya sepantaran Flipper lah. Waktu itu ada 4 balita dan 4 mamis. Si host mengumumkan bahwa tiap anak dan mami dijatah 1 cube ice. Trus ada satu mami yang karena dia nggak suka es krim, dia pesen kopi. Pas pestanya usai, si mami itu disuruh bayar sendiri kopinya. OMG dan sayapun menoleh mendadak, memandang si host nanar.

Kasus 5

Belum lama nih kejadiannya. Pulang dari TK jam 15:00, Flipper diajak play date di rumah Laura temennya. Mamanya Laura bilang, Flipper boleh stay sampai jam 18:00

Tapi jam 17:30 saya udah pengen jemput Flipper karena itu waktunya kami dinner dan Flipper pasti nggak dapat afternoon snack di tempat Laura (iyes, tahu banget, kl di sana minim snack. Paling permen kecil sebiji) jadi takutnya dia bakalan kelaparan kalau nunggu sampai jam 18:00. Saya WA ke maminya Laura bilang I’ll be there soon yang lalu dijawabnya: ah biarkanlah anak-anak main sampai jam 18:00 mereka lagi asyik kok…

Okelah saya lega, artinya Flipper juga nggak rewel kelaparan. Eh abis itu mamanya Laura WA lagi: tapi jemputnya jangan sampai lewat jam 18:00 ya karena jam 18:00 kita dinner dan saya cuman bikin adonan yang cukup buat kami sekeluarga aja, nggak ada jatah buat Flipper.

Astaga. Direct and clear. Saya memandang layar HP nanar.

Di rumah Laura ini juga, duluu pas saya juga ikutan nemenin Flipper play date, Flipper pernah minta pisang ke emaknya Laura yang ditolak karena pisangnya buat dia sarapan besok pagi. Play date di sana cuman dikasih air waktu itu.

Kemarin pas cerita tentang hal ini ke teman, dia bilang next time kalau Flipper main ke tempat Laura lagi, Flipper dikasih bekal extra buat dia doang, Laura nggak dibagi. Trus kalau Laura main di tempat kami, pas waktunya dinner jangan diajak, suruh nunggu di kamarnya Flipper. Haha… kejam tapi make senses nggak sih hihi…

Aku nggak ngerti sih ya maknya ini pelit atau memang nggak biasa nyuguhin orang. Saya sih kalau tahu ada anak (atau adult) mau datang ke rumah, saya selalu siapkan jajanan. Kalau di rumah pas nggak ada ya bela-belain beli. Snack ini nggak harus snack mewah dan banyak, nggak harus bela-belain bikin/ baking sendiri juga… seadanya lah karena Flipper dan temannya kalau playdate pasti usrek, banyak action jadi butuh energi kan ya.. Seringnya sih teman-temannya Flipper juga ikutan kita dinner karena play date biasanya memang sampai jam 18:00 sedangkan dinner time kita jam 17:30.

Hidangan saya buat anak-anak biasanya susu coklat, joghurt, cookies, buah dipotong-potong, brezel, roti/ kue hasil beli di bakery atau homemade kalau sebelumnya sempat baking, permen, coklat, kacang-kacangan atau irisan sayur pake dip juga enak. Salah satu atau salah dua dari nama snack yang saya sebutkan itu pasti ada di rumah karena Flipper sendiri selalu makan snack di sore hari.

Kalaupun bener-bener pas nggak ada makanan di rumah dan tiba-tiba ada tamu datang dan dia minta satu-satunya pisang yang saya punya, pasti bakalan saya kasih lah. Ntar saya bisa beli lagi tho buat sarapan besok?

Kalau menurut kalian gimana? Mereka ini keterlaluan atau saya yang keterlaluan karena hanya soal makanan aja jadi ‘culture shock’ haha…

UPDATE 10 April 2019

Kasus 6 (baru kejadian Senin kemarin)

Malam-malam kebangun, lihat di WA ternyata ada Grup WA baru. Saya diundang teman merayakan wedding anniversary-nya yang ke-10. Di Jerman namanya Rosenhochzeit. Di grup WA itu ada 30 orang yang diundang dimana mereka boleh membawa  partner dan anak-anaknya (iya kalau ada acara party-party an gini harus dijelaskan dulu apakah boleh bawa teman atau keluarga). Jadi kalau datang semua ya kira-kira 60 oranglah yang datang, termasuk acara gede nih untuk ukuran orang Jerman

Begini yang ditulis si host di grup WA itu (terjemahan kasar dari bahasa Jerman): “Hai teman-teman, sebagian dari kalian sudah tahu bahwa saya dan Alex akan merayakan wedding anniversary pada tanggal 1 Mei besok. Ini merupakan surprise party, Alex nggak tahu apa-apa tentang ini so please don’t ruin the game. Acara akan dimulai jam 2 siang dan ada kue buat kalian. Selain itu ada juga buffet kecil-kecilan. Saya sangat harapkan kalian bisa datang bersama keluarga (children are welcome!) dan saya akan sangat senang sekali bila kalian juga membawa makanan buat ditaruh di buffet. Kasih tahu yaa kalian bisa datang apa enggak dan makanan apa saja yang dibawa supaya tidak dobel…”

Pas baca message itu saya kembali bingung, apakah mengundang orang untuk celebration tapi menyuruh tamu membawa makanan itu normal? Ini celebration lho ya, si tuan rumah yang punya gawe, bukan sekedar gathering trus potluck. Terus terang ini pengalaman pertama saya diundang orang dan diharapkan membawa makanan. Saya tanya suami dan beberapa teman yang juga orang Jerman, none of them menjawab this is normal.

So far, dari sekian orang di grup WA tersebut hanya satu orang yang agree untuk membawa makanan yaitu mertuanya si host sendiri. Dia mau bawa salad. Lalu ada satu cowok yang menulis, “kami akan datang tapi soal makanan kamu harus ngomong langsung sama istriku.”

Be the way si host ini oknumnya adalah Kati yang di kasus nomor 1 di atas hihi… Oh iya, saya harus memandang nanar layar HP dulu 😀

 

 

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. maureenmoz says:

    karena ngga biasa kayanya Beth… tkadang juga karena paham adanya beda preference makanan bagi banyak orang.. ato ya pelit ya pelit ajah.. hahaha.. kabarnya orang Belanda juga gituh..

    tapi syukurlah, selama ini, kalau playdate – selalu dapat makanan yg ngga dikit.. trus kadang aku yg antar jemput juga kecipratan… tapi aku paham inih sih, soalnya kalau bawa snacks buat ditaruh di ruanganku suka dibilang: nanti uangmu habis buat makanan sekantor loh! yaaa beda perspektif kali yaaa.. tapi menular kok, skrg semua pada bawa snacks trus ditaruh ruanganku… ^^

    Like

    1. zbethz says:

      Ada yang bilang orang Jerman nggak mau buang-buang makanan kayak orang Indonesia yang meeting berdua atau bertiga aja snacknya berkilo-kilo sendiri, akibatnya sisanya banyak trus dibuang. Orang Jerman lebih suka yang efisien, nggak mubazir alias makanan satu biji dibelah-belah hihi… Tapi iyah, denger-denger orang Belanda lebih pelit dari orang Jerman yah 😀

      nah di sini sayangnya nggak nular tuh M yang begituan…Kalau meet up di tempatku, temen-temenku yang orang Jerman pada seneng karena banyak makanan tapi kalau di tempat mereka ya garingan aja haha…

      Like

  2. anis ketels says:

    Sharing is saving eh “caring” 🤣🤣

    Like

    1. zbethz says:

      Pokoknya selalu ingat ajaran Nabi ya Nis, memuliakan tamu itu adalah amal shalihah… Jadi lengkapnya sharing is saving good deeds… Wakaka… kalau udah mentok, religiusnya keluar >.<

      Liked by 1 person

  3. Abigail Tessa says:

    Menurutku culture shock hehe. Saya juga lagi pertukaran budaya di Denmark, 11:12 lah kelakuan org soal makanan 🤣 tapi untungnya nggak semua, ada juga yg generous. Tapi kayaknya memang di Eropa orang2nya lebih banyak yg perhitungan dari pada di Indo hehe

    Like

    1. zbethz says:

      Iya mbak, untungnya yang generous lebih banyak dari pada yang perhitungan soal makanan ini 😀 Oh iya, cerita di atas ada updatenya di bawah ya… Baru kejadian kemarin lusa soalnya hihi…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s