Ransel Anak SD di Jerman

Kapan hari di Instagram ada yang membahas sedikit tentang ransel anak sekolah di Jepang yang berbentuk kotak but keren itu. Saya baru tahu, ternyata ransel sekolah anak-anak di Jepang itu dilengkapi dengan peluit dan pelampung demi keamanan anak-anak. Wah, ternyata tidak hanya ransel anak sekolah di Jerman aja memiliki kriteria khusus, tapi di Jepang juga. Mumpung si Flipper mau masuk SD akhir bulan Agustus ini, sekalian deh saya mau bahas tentang ransel anak sekolah di Jerman.

Sebelumnya, soal ransel ini pernah saya singgung dikit di tulisan saya di sini dimana menurut saya segala hype tentang ransel ini too much. Apalagi harga ranselnya yang bisa mencapai 400€. Mending kalau bagus, ini mah warnanya norak dan ukurannya guede. Tapi benarkah too much?

Pertama-tama perlu dijelaskan bahwa meskipun di Jerman tidak ada aturan wajib untuk mengenakan ransel khusus first grader (Schulranzen) ini, namun penggunaannya sangat dianjurkan dan pada prakteknya memang semua anak yang baru masuk SD mengenakan ransel ini. Ransel ini juga merupakan identitas anak yang baru masuk SD. Sudah boleh menggendong ransel ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri buat anak-anak yang baru lulus TK. Obrolan para ortu ketika anaknya baru lulus TK pun biasanya selalu diawali dengan pertanyaan: sudah punya ransel? So, selain dilihat dari fungsinya, ransel sekolah ini juga memiliki unsur tradisi.

Ransel sekolah ini didesain sedemikian rupa supaya nyaman dikenakan oleh anak-anak usia sekolah dasar, terutama dari kelas 1 sampai 4 dan juga memiliki faktor keamanan. Berikut ini beberapa pertimbangan yang para orang tua harus perhatikan sebelum membeli ransel sekolah buat anaknya:

  • Ransel sekolah harus ikut ‘berkembang’ sesuai perkembangan badan anak. Dudukan punggungnya harus bisa diatur tinggi rendahnya menyesuaikan tinggi badan anak. Shoulder straps, waist belt dan sternum strap (strap bagian dada) harus bisa diatur longgar sempitnya sesuai berat badan dan kenyamanan anak.
Dudukan punggung yang nyambung ke cangklongan bahu bisa di-setting sesuai tinggi badan anak.
  • Bahan cangklongan bahunya harus nyaman dan breathable.
  • Materialnya harus tahan air sehingga kalau kehujanan, buku-bukunya tidak rusak.
  • Ransel harus stabil, kalau ditaruh di atas lantai tidak bakalan ‘nglambrot’ melainkan tetap tegak sehingga memudahkan anak-anak untuk mengambil dan mencangklongkannya ke bahu mereka.
  • Materialnya harus mengandung 20% bahan Fluorescent dan 10% bahan retroreflective. Fluorescent, seperti halnya fluorescent pada sepeda, sangat berguna ketika cuaca berkabut atau senja hari. Si ransel akan ‘bercahaya’ sehingga memudahkan pengguna jalan untuk mendeteksi keberadaan anak-anak. Oh iya cahaya ini hanya boleh warna oranye, merah atau kuning saja. Retroreflective hanya bersinar ketika diterangi oleh lampu depan. Fasilitas cahaya ini membantu visibilitas di malam hari.
  • Jahitan ransel harus mulus, nggak boleh ada ujung yang lancip atau tajam sehingga bila si anak jatuh, ngglundung dengan tasnya, tasnya tidak akan mencederai si anak.
  • Berat ransel. Karena material ransel yang tidak bisa seenaknya itu tadi, ransel jadinya memiliki berat yang lumayan, tidak seringan tas berbahan kain biasa. Berat ransel ini berkisar 1- 1,5 kg, cukup berat untuk ukuran anak-anak kelas 1 SD. Itu masih kosong lho ya, belum ada isinya. Menurut kesehatan, anak-anak hanya boleh ‘menggendong’ barang yang beratnya 20% dari berat badannya sendiri, jadi pertimbangannya berat ransel tidak boleh lebih dari 10% berat badan anak, yang 10% buat isi ranselnya. Sebelum beli ransel, anaknya ditimbang dulu ya mom…
  • Masih soal material, bahan ransel harus aman dari racun, tidak mengandung zat-zat kimia yang merusak kesehatan. Lalu untuk yang peduli dengan lingkungan, ada ransel dari merek Ergobag yang terbuat dari botol plastik daur ulang. Lebih dari 50 botol minuman plastik didaur ulang menjadi 1 tas. Ergobag mengklaim 100% bahan textile untuk ranselnya berasal dari botol plastik daur ulang.

Untuk lebih mudahnya, dalam membeli ransel sekolah, orang tua harus memilih produk yang sesuai dengan standard kriteria industri yaitu DIN 58124. Ransel yang tidak memiliki sertifikat DIN 58124 ini bisa diragukan keamanan dan kesehatannya. Selain DIN ini, ada tambahan kode GS (Geprüfte Sicherheit ‘keamanan sudah teruji’ ) juga. Kode GS ini juga terdapat dalam mainan anak-anak, artinya barang yang memiliki kode GS ini dalam proses produksinya sudah teruji tidak ada kesalahan produksi ynag membahayakan konsumen, misalnya ujung jahitan yang tajam atau jarum yang tertinggal di jahitannya.

Intinya kalau mau cari ransel sekolah gini: survei dulu merek mana yang memiliki DIN 58124 dan GS, setelah itu tinggal milih model dan mencobanya deh. Sebaiknya beli di toko ya, jangan online, supaya bisa sekalian mencoba dan konsultasi dengan penjualnya. Penjual ransel sekolah rata-rata sudah ditraining soal detailnya ransel sekolah.

Mengapa segala pertimbangan di atas penting, padahal ini kan cuman ransel buat angkut buku-buku aja ribet aturannya? Karena di sini mulai masuk SD, anak-anak dibiasakan untuk mendiri. Anak-anak pergi ke sekolah dengan jalan kaki dengan jarak yang kadang mencapai 2 km. Jarak sekolah Flipper dari rumah 1,2 km dan dia nanti juga harus jalan kaki pulang pergi. Di musim dingin, saat anak-anak berangkat sekolah, meskipun sudah jam 07:30, cuaca masih gelap gulita. Itulah sebabnya tas yang nyaman dipakai, tahan air, dan bercahaya di malam hari menjadi faktor yang penting. Kalau diantar jemput naik mobil sampai depan kelas sih mungkin bawa tas kresekpun cukup ya 😀

Di atas adalah ransel sekolahnya Flipper. Saya seneng deh Flipper memilih ransel yang warnanya tidak rame. Tempelan gambar binatang (kletties) bisa dipasang-copot, diganti dengan gambar yang lain. By the way, ini ranselnya Flipper bentuknya masih lumayan normal, ransel yang model lama bentuknya masih kotak-kotak seperti di Jepang tapi motifnya lebih norak dan jauh dari keren.

Ransel Flipper diatas lumayan mahal untuk ukuran saya, di atas 200€ (rata-rata harga ransel sekolah memang segituan), namun mengingat fungsi dan keamanannya, serta bisa dipakai selama 4 tahun (selama Flipper di Sekolah Dasar) jadinya memang makes sense, nggak too much. Apalagi dalam pembelian sudah termasuk isinya yang lumayan lengkap, ada sport bag-nya (foto: sebelah kanan), kotak pensil, map plastik (tidak kefoto) dan set alas tulis beserta wadahnya. Lumayan praktis, jadi orang tua tidak perlu beli sport bag (yang memang harus dimiliki juga ketika masuk SD) dan alat tulis lagi.

Foto dia atas adalah contoh macam-macam ransel sekolah ynag penuh warna. Foto diambil diambil dari https://www.kn-online.de/Nachrichten/Wirtschaft/Stiftung-Warentest-Jeder-zweite-Schulranzen-ist-mangelhaft. Sumber: Arne Dedert/dpa

Oh iya, ransel anak sekolah di Jerman tidak ada peluit dan pelampungnya. Menurutmu perlu nggak itu? Jerman nggak punya laut seperti di Jepang sih… tapi sungai dan danau kan banyak…

8 Comments Add yours

  1. Wulan says:

    Aku baru tahu kalau Jerman juga punya tas khusus Mbak, selama ini taunya hanya Jepang saja.
    Wah tasnya keren ya Mbak,lebih bermodel ga seperti tas anak-anak di Jepang.:D

    Like

    1. zbethz says:

      Kok aku lebih suka dengan yang di Jepang ya hihi… Dan kayaknya yang di Jepang nggak terlalu berat tas ya.

      Like

  2. ameliasusilo says:

    Sukaaa sama tasnya Flipper modelnya ga kotak2 bulky kayak tas pada umumnya ❤. Aku pernah bahas tentang tas sekolah ini 4 tahun yang lalu sama temenku pas anaknya mau sekolah. Kaget dengan tas yang harganya mahal ini. Tapi memang ergonomis dan aman untuk anak2 👍. Terima kasih tips2nya yaaaa

    Like

    1. zbethz says:

      Sehr gerne Mia. Iya, mahil tasnya tapi dipake 4 tahun nih, gak bakalan ganti sebelum masuk sekolah lanjutan nanti hihi 😘

      Like

      1. ameliasusilo says:

        Paket hemat ini mama 👍❤

        Liked by 1 person

  3. maureenmoz says:

    haduh, hebat mamak satu ini.. aku ngga sanggup bayanginnya, untunglah negara sebelah ini ngga ribet sm tas, karena pas sd anak2 biasa bawa tas gym berisi sepatu sm baju olah raga atau bawa lunch bag.. mungkin disesuaikan dgn daerahnya juga, di Londo ini kan pada naik sepeda, jadi ngga perlu nenteng tas lama2 dan bawa macem2, jadi ngga perlu2 banget tas yg ergonomis etc, dan ngga bakalan banjir jadi ngga perlu tas dgn pelampung.. eniwe, peluit bagus juga nempel, dibutuhkan kalau2 si anak panik..

    Like

    1. zbethz says:

      Malah enak kayak di Belanda gitu, santai, bisa pake tas apa aja kayak jaman kita sekolah dulu. Katanya sih tas ergonomis ini perlu krn anak2 nanti bakalan bawa buku banyak… Hm entahlah, coba nanti lihat seberapa banyak buku yg harus dibawa krn setahuku buku2 dan alat prakarya ditinggal di sekolah semua. Alat olah raga cuman dibawa pada hari Senin dan dibawa pulang lagi pada hari Jumat. Iya, menurutku peluit juga penting tuh, kalau ada apa-apa, we never know!

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s