Yay! Flipper masuk SD!

Alhamdulillah, akhirnya sejak tanggal 29 Agustus kemarin si Flipper sudah official jadi anak SD. Saya tidak akan cerita tentang sistem sekolah di Jerman yang berbeda dengan di Indonesia, tapi mau cerita sedikit tentang ritual hari pertama masuk sekolahnya saja. Di sini hari pertama masuk sekolah namanya Einschulungstag dan itu merupakan a big thing dimana papa, mama, opa, oma dan handai taulan berkumpul bersama, bela-belain ambil cuti sampai untuk merayakan the big day dengan si anak. Kalau buat handai taulan saja istimewa, buat orang tua jadinya super istimewa ❤️.

Pagi itu memang terasa bedanya. Pas baru buka pintu untuk foto-foto si Flipper, beberapa tetangga udah rame menyelamati Flipper. Pas kita jalan ke sekolah yang jaraknya sekitar 1,2 km dari rumah, sepanjang jalan banyak yang tersenyum dan menyelamati Flipper dengan ucapan ,have fun’ atau ,wish you success’. Secara dia menggendong Schultuete, semua orang jadi tahu kalau dia anak baru masuk SD. Si Flipper pun jadi tambah semangat jalannya, selalu tersenyum lebar membalas sapaan orang-orang.

Flipper juga tak sendiri, di jalanan banyak anak-anak dengat atribut yang sama dengan Flipper; ransel sekolah dan Schultuete. Sepanjang jalan itu pula tiap bertemu anak bawa Schultuete, Flipper selalu bertanya, “Mama, menurutmu dia nanti bakalan jadi teman sekelasku nggak?” Hm.. Mama hanya bisa angkat bahu.

Ke sekolah diantar papa, mama, opa dan oma.

Sebelum kumpul di sekolah, sebenarnya ada acara berdoa bersama khusus untuk Einschulungstag di mesjid (pengajian) yang lalu dilanjutkan dengan misa di gereja dekat sekolah. Semua siswa baru dan keluarga boleh ikut, tidak peduli agamanya apa. Cuman yang di mesjid yang ikut kebanyakan orang keturunan Turki saja karena pidatonya menggunakan bahasa Turki dan bukan Jerman.

Sampai di sekolah, suasana sudah rame seperti mau ada pasar rakyat, ada musik mengalun dari loudspeaker dan umbul-umbul yang dipasang di pohon-pohon. Tangisan bayi, teriakan anak-anak dan obrolan orang tua saling bersahutan. Ya, seperti yang saya tulis di atas, hari pertama masuk sekolah adalah sebuah moment keluarga, makanya opa dan omanya Flipperpun khusus datang ke acaran ini. Pas jamnya tiba, kami dipersilahkan masuk ke aula sekolah. Setelah pidato pendek dari kepala sekolah, ada 2 pertunjukkan tari dari kakak-kakak kelas. Tema tariannya juga bagus, yaitu tentang inclusion dan toleransi sesama anak.

Setelah pertunjukkan tari selesai, anak-anak diajak wali kelasnya masing-masing ke kelas mereka. Sekolah Flipper terdiri dari beberapa gedung dan kelasnya dia berada di gedung yang terpisah dari aula. Ketika para anak baru ini keluar dari aula menuju ke kelasnya masing-masing, para kakak kelas menyambut di halaman dengan mengayun-ayunkan bendera warna-warni. Seru banget! (Sayangnya nggak bisa saya upload fotonya terkait data privacy protection yang ketat di sini).

Anak-anak berada di dalam kelasnya sekitar 1 jam, setelah mereka keluar dari kelas, acara penerimaan murid barupun selesai. Kami berlima kembali jalan kaki ke rumah. Si Flipper jalannya lebih cepat dari pas berangkatnya karena dia sudah nggak sabar mau buka Schultuete-nya.

Nah soal Schultuete nih, jadi Schultuete ini adalah kantung kerucut yang digendong Flipper itu, yang besarnya sekitar 1 meter, terbuat dari kertas dan dihias dengan macam-macam motif. Schultuete ini merupakan bagian dari tradisi hari pertama masuk SD di Jerman. Tradisi ini berawal di kota Jena pada tahun 1800 an dimana untuk menambah semangat si anak masuk sekolah baru (baca: mengurangi kecemasan anak-anak), para orang tua memberi hadiah berupa permen dan coklat yang dimasukkan ke dalam Schultuete tersebut. Saat ini sih isi Schultuete nggak hanya permen-permenan namun juga alat-alat sekolah dan mainan.

Schultuete ini bisa dibeli kosongan di toko-toko yang banyak menjualnya menjelang bulan Juli dan Agustus atau membuat sendiri. Untuk membuat sendiri, ada yang benar-benar membuat sendiri from the scratch, ada juga yang beli paket set yang sudah komplit, kita bisa memilih motif apa lalu tinggal potong dan tempel sana-sini menurut tutorial yang disediakan.

Untuk Schultuete-nya Flipper, saya dibantu Flipper bikin sendiri from the scratch sambil ngintip-ngintip tutorial dari Youtube. Flipper pengen motif burung hantu dan karena baik beli jadi maupun paket set nggak ada yang cocok, akhirnya kami bikin sendiri aja pake kertas manila, kain flanel, kertas krebs dan bulu-bulu. Agak repot memang gunting-gunting nya tapi puas banget dengan hasilnya dan si Flipper super bangga karena Schultuete-nya banyak mendapat pujian dari orang-orang karena modelnya lain dari pada yang lain.

Untuk isi Schultuetenya, dari awal Flipper sudah request boneka burung hantu, kaca pembesar,dan sikat gigi electric. Sesuai harapannya, kamipun mengisi Schultuete-nya dengan boneka burung hantu, sikat gigi electric dan kado kecil-kecilan yang lain. Kaca pembesarnya dibelikan si oma. Saat musim tahun ajaran baru seperti ini, banyak tawaran gratisan dari toko-toko untuk mengisi Schultuete. Kita tinggal pergi ke toko atau supermarket sambil membawa Schultuete kosong, lalu mereka akan mengisinya dengan paket-paket yang sudah disediakan, gratis tis. Saya sempat memanfaatkan paket gratisan ini dari toko alat tulis, dapatnyapun juga alat-alat tulis. Dari supermarket saya nggak ambil paket gratisannya karena isinya kebanyakan permen.

Barang yang kecil-kecil tinggal dicemplungin aja ke Schultuete-nya, yang besar harus dibungkus terpisah.

Kembali ke perayaan hari pertama masuk SD, sampai rumah, karena sudah pada lapar, kita ambil mobil doang dan langsung meluncur ke restoran untuk makan siang bareng. Pada hari ini, resto banyak yang full booked karena dipake untuk makan siang bareng untuk merayakan Einschulungstag seperti kami ini. Dan benar saja, di restoran yang kami booking, selain Flipper ada 2 anak lain yang menggendong Schultuete. Seperti halnya dua anak itu, Flipper juga sibuk membuka Schultuete-nya di restoran sambil menunggu makanan datang. Dia agak kecewa karena tidak menemukan kaca pembesar yang diharapkan, dia belum tahu kalau kaca pembesarnya menunggu di rumah.

Setelah makan siang, kamipun pulang dan saya harus segera menyiapkan kue-kue untuk tamu yang akan datang jam tiga sore. Saya membuat 3 macam kue sehari sebelumnya yaitu kue apel (memanfaatkan apel dari kebun sebelum keduluan dimakan tawon), kue marmer dan kue lemonade kesukaan anak-anak.

Pas tamu-tamu mulai berdatangan, si Flipper kembali dihujani dengan hadiah-hadiah sampai anaknya pusing sendiri. “mama, kok kayak natalan ya,” katanya 😀 Bedanya dengan kado-kado pas natalan, kali ini hadiahnya kebanyakan alat tulis, buku-buku belajar calistung daaann permeen… Astaga, banyak banget macam-macam permen! Kali ini yang stress maknya haha!

Sekitar jam 6 sore tamu-tamu udah pada pulang. Pada tahu diri karena besoknya, hari Jumat adalah hari pertama si Flipper sekolah beneran, nggak lagi hura-hura seperti hari pertama. Dia bahkan sudah punya PR untuk dikumpulkan di hari Jumat besok. Malemnya, sebelum tidur Flipper sempat nanya apa kalau dia naik ke kelas dua tahun depan, dia bakalan dapat banyak kado seperti pas Einschulung. Nah, I don’t think so girl 😀

Di bawah ini beberapa hasil dari photo session Einschulungstag -nya si Flipper. Oh iya, Untuk Einschulungstag ini, banyak orang tua yang sewa jasa fotografer profesional. Pihak sekolahpun menyediakan beberapa spot khusus untuk foto yang dideko sedemikian rupa. Saya nggak ambil foto di situ karen antrinya panjang boo dan si nona nggak bisa diam karena too excited pengen segera pulang buat buka Schultuete-nya. Untung saya udah motret dia pagi harinya sebelum kita berangkat ke sekolah, dimana si Flipper masih kalem dan cooperative. Photo session-nya pun cukup di depan dan belakang rumah saja.

Begitulah cerita Einschulungstag-nya Flipper. Setelah ini musti giat belajar di sekolah dan selalu bersikap baik kepada teman dan gurumu ya… Doa mama menyertaimu nak ❤️

Cerita lain yang bersangkutan dengan masuk SD bisa dilihat di sini:

7 Comments Add yours

  1. anis ketels says:

    Yaaay congrats Flipper, semoga betah dan makin semangat belajarnya yaaa😘

    Aku juga pasti excited n ga sabar mau buka kalo dapet cone kaya dia Beth hihihi.

    Like

    1. zbethz says:

      Makasih tante Aniis 🙏🏼 Etapi kl zante Anis dapat cone bag gitu, isinya pasti beda ya 😆

      Like

  2. denaldd says:

    Beth, ini sesi foto2nya benar2 menjelang berangkat sekolah atau ambil hari khusus buat foto2 sebelum masuk sekolah?
    Kebayang meriahnya hari pertama sekolah ya karena dirayakan gede2an. Keren tradisinya, kayaknya pengen kucontoh ini. Karena masuk SD kan sekali seumur hidup ya.

    Like

    1. zbethz says:

      Aku motonya pas hari H-nya den. Acara di sekolah mulai jam 9:30 jadi sebelumnya masih sempat foto-fotoan. Biasanya sih kalau aku moto anak orang, ya sesudah acara di sekolah. Bisa juga ambil hari lain, khusus untuk foto asalkan Schultuetenya jangan sampai rusak duluan 😀 Iya, hanya sekali seumur hidup ini, harus dirayakan 🙂

      Like

  3. shintadaniel says:

    Happy birthday Flipper cantik… lucu banget itu burung hantunya… seru isinya, aku juga mau dooonk… hehehehe….

    Like

    1. shintadaniel says:

      eeeeh kok happy birthday siiih, hahaha… gara2 abis posting birthdaynya anakku jadi kebawa….. hahahaha… have fun at new school Flipper… udah gede aja jadi anak SD…

      Like

      1. zbethz says:

        Hahaha.. Mami bangun dulu doong 😆 Iya, makasih banyak ya tante 🙏🏼

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s