Aktifitas bersekolah

Selamat datang bulan Oktober (maaf, rada telat welcoming-nya), bulan kesayangan saya yang biasanya goldy October tapi kok so far Oktobernya basah mulu nih! Hujan tiap hari, rasa sayang saya pun berkurang. Haha…apaan siih…

Anyway, saya mau cerita tentang perkembangan sekolah si Flipper. Secara saya juga masih meraba-raba dengan sistem dan aktifitas sekolah di Jerman, hal-hal yang terjadi di sekolahnya Flipper selalu menarik buat saya. Semoga kalian tidak bosan membaca tulisan saya yang akhir-akhir ini tentang sekolah melulu ya…

Berangkat-Pulang Sekolah

Alhamdulillah Flipper sekarang sudah lebih dari 1 bulan di SD dan dia masih tetap semangat ke sekolah (semoga selalu begitu ya nak…). Seperti halnya waktu masih di Kindergarten, tiap bangun pagi dia mak jegagik langsung siap-siap untuk ke sekolah, nggak ada tuh malas-malasan bangun atau ngulet kanan kiri kayak uler.

Untuk pergi ke sekolah, saya gantian dengan pak suami mengantar Flipper ke sekolah dengan jalan kaki. Dari rumah, ada barengan anak tetangga sebelah rumah yang sudah kelas 3 dan tidak lagi diantar orang tuanya. Setelah jalan sekitar 300 meter dari rumah, kami sampai di jalan raya di mana di trotoar sudah penuh dengan anak-anak dari berbagai penjuru dengan tujuan yang sama: sekolah. Oh iya, jalan raya rute menuju sekolah ini untungnya sepi dan hanya 30 km/hour zone. Tiap pagipun selalu tampak 1-2 polisi di sepanjang jalan yang mengawasi lancarnya lalu lintas.

Pada 3 minggu pertama, saya dan juga beberapa orang tua yang lain mengantar Flipper sampai di depan kelasnya, setelah itu saya hanya mengantar sampai pagar halaman saja dan dia biasanya langsung melejit bermain bersama teman-temannya. Orang tua memang tidak boleh masuk ke halaman sekolah tanpa ijin sebelumnya (untuk menghindari helicopter parents) tapi untuk anak kelas 1 ada pengecualian. Waktu penjemputan pun orang tua hanya boleh menunggu di depan pagar (kecuali anak kelas 1).

Dengan begitu diharapkan di kelas 2 nanti anak-anak sudah lebih mandiri dan harapan saya pribadi, Flipper sudah tidak perlu diantar ke sekolah. Kalau untuk pulang sekolah sih, sepertinya saya akan selalu menjemputnya karena tidak seperti jam berangkat sekolah yang banyak berengannya, pada jam pulang sekolah Flipper tidak ada barengannya. Di sini, tiap kelas jam pulang sekolahnya berbeda-beda, ada yang pulang duluan, ada yang pulang siangan dan ada anak-anak yang ikut day-care after school.

Jam pulang sekolah Flipper sebenarnya adalah jam 11.30 kecuali hari Kamis (hari Kamis dia sampai jam 12:30). Tapi karena saya kerja, Flipper kami masukkan ke day-care after school. Day-care after school ini ada 2 macam: Mittagsbetreeung sampai jam 13.20 (without lunch) dan OGS (Offene Ganztagsschule) sampai jam 16:00 (with lunch). Secara saya kerja hanya setengah hari, dari jam 08:00 sampai jam 12:00, maka kami memutuskan untuk mengambil day-care sampai jam 13:20 saja, sehingga Flipper dan saya bisa makan siang bersama di rumah. Oh ya, day-care after school ini lokasinya ya di sekolah itu juga dan pesertanya hanya anak-anak dari skeolah itu. Penyelenggaranya adalah yayasan yang bekerjasama dengan pihak sekolah. Bedanya, bila untuk sekolah tidak dipungut biaya, untuk day-care orang tua harus membayar sesuai jam yang diambil.

Berangkat sekolah bersama temannya. Tebak, Flipper yang mana?
Pekerjaan Rumah

Setelah makan siang, Flipper sampai sekarang juga masih semangat mengerjakan PR hariannya. Tiap hari, kecuali hari Jumat dia selalu mendapat PR sederhana yang waktu pengerjaannya tidak boleh lebih dari 30 menit . Untuk PR 30 menit ini, ada petunjuk khusus dari pihak sekolah: bila si anak tidak bisa menyelesaikan PR nya dalam waktu 30 menit, kita wajib menginformasikannya ke wali kelas sehingga wali kelas akan membantu melihat di mana masalahnya. Di sini bukan masalah apakah si anak mengerjakan PR nya dengan jawaban yang benar atau salah tapi lebih ke soal konsentrasi. Alhamdulillah si Flipper selama ini nggak pernah lebih dari 30 menit mengerjakannya. Kadang dia mengerjakan PR nya di day-care tapi tetap ya, ketika sampai rumah kami check lagi PRnya bersama. Setelah mengerjakan PR, dia boleh nonton film pendek atau main game di tablet selama 30 menit. Film favorit dia saat ini serial kartun Robin Hood and Pj Masks.

Oh iya, orang tua dilarang membantu saat anak mengerjakan PR. Kalau bisapun jangan sampai ditunggui. Sebisa mungkin si anak mengerjakannya sendiri, bila sudah selesai orang tua boleh mengontrolnya dan ngasih tahu mana benar, kurang bagus atau salah.

Gurunya

Ternyata di SD di Jerman (entah bagimana dengan sekolah lanjutan nanti), dari kelas 1 sampai kelas 4 anak-anak stay dengan wali kelas yang sama, hanya ruang kelasnya saja yang kadang berpindah tiap tahun. Berdasarkan informasi yang kami dapat secara sengaja maupun tak sengaja, kami beruntung karena wali kelas Flipper adalah wali kelas favoritnya para orang tua selama ini. Beberapa orang tua yang anaknya akan masuk SD tahun depan, kecewa karena Frau H sudah menjadi wali kelas Flipper yang artinya untuk 4 tahun kedepan dia bakalan stay di kelasnya Flipper. Saya sendiri tidak punya pengalaman pribadi dengan Frau H, tapi Flipper sangat puas dengan gurunya.

sistem di sekolah

Berikut ini beberapa sistem di kelas/ sekolah Flipper:

  • Di dinding kelas ada nama anak-anak (jumlah murid di kelas Flipper 21 anak) dengan sign berwarna hijau, kuning dan merah. Bila seorang anak berkelakuan, dia mendapat warna hijau. Bila so lala, dapat warna kuning dan bila berkelakuan buruk warna merah. Menurut Flipper nih, dia pernah dapat warna kuning karena ngobrol waktu pelajaran. Selanjutnya sih dia selalu dapat warna hijau.
  • Waktu mau masuk sekolah dulu, kami mendapat daftar yang berisi material apa saja yang harus kami beli untuk sekolah yang untungnya kebanyakan ditinggal di sekolah sehingga tidak memberatkan beban ransel si anak. Di ransel Flipper hanya ada 4, kadang 5 map tipis yang selalu dibawa pulang. Map warna merah untuk belajar menulis, warna biru untuk berhitung dan warna kuning untuk koresponden antara pihak sekolah dan orang tua serta sebuah Raketenheft yang merupakan log book atau agenda yang mencatat secara kronologis PR atau atau bila anak sakit. Flipper juga memiliki dua buku paket latihan yang salah satunya kadang dibawa pulang, kadang ditinggal di sekolah.
  • Jadi fungsinya begini, begitu Flipper sampai rumah, yang saya check pertama adalah Raketenheft di halaman yang bertanggal hari ini. Di situ akan ada kode-kode yang menyatakan map mana yang harus kita buka selanjutnya. Kalau ada icon bulatan merah, berarti Flipper punya PR di map merah. Bila bulatan biru, di map biru. Bila ada icon kacamata, artinya ada lembaran yang harus dia baca di rumah. Bila ada icon amplop, artinya ada surat dari pihak sekolah di dalam map kuning.
  • Bila orang tua ingin bertanya atau menyampaikan sesuatu ke wali kelas, kita bisa menulis pertanyaan kita di buku Raketenheft ini. Wali kelas akan menjawabnya di situ pula. Bila ingin bicara langsung dengan guru, orang tua wajib membuat appointment dulu. Orang tua sangat dilarang untuk spontan berbicara dengan guru meskipun hanya 2 menit karena akan menganggu proses belajar-mengajar. Menurut saya ada baik buruknya sih sistem ini… Di satu sisi, bagus, sangat sistematis dan namun di satu sisi, seperti kurang akrib hubungan antara orang tua dan guru.
Raketenheft. Icon-icon dan nomor halaman PR ditulis sendiri oleh siswa jadi jangan heran kalau modelnya cakar ayam πŸ˜€
  • Seperti halnya di Kindergarten, dalam setahun 2 kali diadakan evaluasi tentang siswa dimana orang tua dan guru duduk bersama membahas berkembangan si anak. Evaluasi ini sifatnya tidak wajib, orang tua yang ingin membiacarakan tentang evaluasi anaknya wajin daftar dulu sehingga pihak guru bisa mengatur waktu untuk setiap orang tua. Saya sudah pasti akan menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya secara dalam keseharian kami sebagai orang tua tidak banyak berinteraksi dengan guru.
  • Flipper mendapat sebuah reading card dari sekolah. Setiap dia mendapat lembaran untuk membaca di rumah (sifatnya tidak wajib), orang tua menghitung berapa menit dia membacanya, menuliskannya di reading card lalu mendatanganinya. Keesokan harinya Frau H akan mengeceknya dan Flipper mendapat award semacam mutiara kayu kecil bila reading card-nya ada isinya. Pearl kayu ini kalau dipikir nggak ada fungsinya apa-apa tapi cukup membuat anak-anak semangat untuk mengumpulkannya. Selain pearl ini, awards yang lain adalah cap stempel di tugas yang dikerjakan dan kadang permen.
  • Pelajaran olah raga ada 3x dalam seminggu. Anak-anak biasa membawa baju olah dan sepatu olah raga yang dimasukkan di dalam sport bag pada hari Senin. Sport bag itu ditinggal di sekolah dan akan dibawa pulang ke rumah lagi pada hari Jumat.
kantin

Di sekolah Flipper tidak ada kantin jadi anak-anak harus membawa bekalnya sendiri tapi tiap hari Rabu ada kantin sehat yang diselenggarakan oleh para orang tua (voluntary). Saya sempat ikut membantu program ini satu kali dan rupanya program kantin sehat ini sunggu menjadi favorit anak-anak. Begitu kantin dibuka di jam istirahat, anak-anak langsung menyerbu dan dengan semangat antri membeli makanan kesukaan mereka.

Jadi, tiap hari Rabu selain berbekal seperti biasanya, saya kasih Flipper extra lunchbox kosong dan uang 1€ supaya dia bisa membeli makanan di kantin sehat. Makanan di situ memang dijual murah-murah, dari 10 sen sampai 50 sen (sekitar Rp. 1500 sampai Rp. 7000) saja dan tersedia beberapa variasi termasuk makanan halal, gluten free dan lactose free. Tiap hari Rabu pula Flipper selalu bangga bercerita dia beli apa saja di kantin. I think Wednesday is her favorite day in school! Haha… darah Indonesia ya, pikirannya nggak jauh-jauh dari makanan hihi…

Berikut ini beberapa makanan yang dijual di kantin sehat:

Sejak masuk SD si Flipper tidurnya sekarang super lancar. Dulu, setelah ritual tidur (baca buku, kelonan, nyanyi) biasanya dia butuh minimal 30 menit buat tertidur. Sekarang begitu ritual tidur selesai dan kita bilang good night, 5 menit kemudian diapun sudah berada di alam mimpi. Kalau dulu dia selalu minta pintu kamarnya dan pintu kamar kita yang berseberangan dibuka sedikit juga, sekarang dia nggak keberatan tidur dengan pintu tertutup. Tidurnyapun selalu through, dari jam 19:30 sampai jam 06:30. Dulu keseringannya dia bangun malam-malam dan susah tidur lagi sehingga kami sempat worry kalau kebiasaan itu terbawa sampai saatnya sekolah, dia bakalan ngantuk di sekolah. Alhamdulillah masalah tidur itu berubah dengan sendirinya, entah karena faktor umur atau memang kegiatan di sekolah sangat menguras tenaga sehingga tidurnya menjadi nyenyak.

Kurasa saat ini Flipper memang sangat menikmati menjadi anak sekolah. Tiap kita pergi kemana, dan dia melihat tulisan, dengan semangat dia akan berusaha membacanya. Di rumahpun dia sering spontan belajar berhitung dan membaca, bahan ketika sedang bercermin sekalipun. Dia juga suka bercerita tentang teman-teman barunya di kelas, maupun di day-care. Melihat dia senang, sayapun juga senang. Meskipun saya belum tahu, apakah ada semacam rapor buat anak kelas 1 (dan bagaiman penilaiannya secara semua anak baru dalam tahap belajar kalistung dan tidak ada ujian), buat saya prestasi adalah nomor sekian. Yang penting Flipper enjoy dengan apa yang dilakukannya sekarang dan memiliki kehidupan sosial di sekolah dan di lingkungan rumah. Semangat!

2 Comments Add yours

  1. denaldd says:

    Semangat sekolah! Beth, makan siang di sana biasanya jam berapa? pas baca jam 13.30 baru dijemput dari daycare untuk makan siang, aku ngebayanginnya apa ga lapar jam segitu baru akan maksi. Karena kami di rumah maksinya jam 11.30 πŸ˜€

    Like

    1. zbethz says:

      Maksinya dari jam 12:00 sampai jam 13:00 Den, dibagi 3 kloter. Iya buat kami makan jam 14an itu sebenernya juga wis kesiangan jadinya bekal lunchbox-nya Mila aku banyakin isinya biar dia gak kelaperan di sekolah πŸ˜„

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s