Tentang Mimpi Yang Berakhir Di Borobudur

IMG_6905-1eS

90% mimpi-mimpi saya berlokasi di rumah lama keluarga di Pacitan. Doesn’t matter siapa saja yang berada di mimpi saya dan cerita di mimpinya apa, lokasinya ya di situ itu. Dari lahir sampai tahun 1994 saya memang tinggal di Pacitan. Dulu orang tua saya memiliki rumah besar berkamar enam yang sudah lama dijual secara kami tidak balik ke Pacitan lagi. Kemungkinan sih rumah tersebut oleh pemiliknya sekarang sudah direnovasi tapi karena sering melihat rumah itu di mimpi-mimpi saya, saya masih ingat semua detail di rumah itu. Saya sih lahirnya di rumah yang lain, tapi tinggal di rumah itu memang dari kecil banget, dimana orang tua saya membangunnya sedikit-demi sedikit dari keringat mereka. Saya bahkan masih ingat bagaimana bentuk awal rumah kami. Dapurnya berdinding bambu dan belum ada pintu permanennya. Di dalam mimpi saya, penampilan rumahnya sudah seperti yang terakhir kami tinggalkan di tahun 1994.

Kata beberapa teman sih saya harus mengunjungi rumah itu lagi karena sepertinya saya masih penasaran dengan rumah itu sehingga selalu muncul di mimpi. Hmm…penasaran apa ya? Saya sih memiliki masa kecil yang indah di situ tapi sepertinya tidak ada hal-hal tertentu yang saya ingin tahu di sana. Saya sendiri sudah beberapa kali main ke Pacitan setelah pindah. Terakhir tahun 2011 tapi terus terang belum pernah masuk ke rumah itu lagi. Cuman lewat doang di depannya.

Nah itu mimpi saya. Sekarang mimpinya Flipper.

Beberapa waktu yang lalu Flipper pernah tiba-tiba terbangun dari tidurnya menjerit ketakutan, sampai saya yang  waktu itu ketiduran di sampingnya ikut ketakutan (saya sih aslinya memang penakut hihi…). Saya nggak bertanya ada apaan malam itu, pokoknya langsung berpelukan lagi berusaha tidur lagi. Keesokan harinya barulah kita membahas hal tersebut dan Flipper bilang dia melihat ada schwarze Kopf (kepala hitam) di kamar. Buset, saya langsung merinding dong. Pada umur-umur segitu kan katanya anak-anak memang bisa melihat hal-hal yang orang dewasa nggak bisa lihat… hiiy! Sejak saat itu Flipper jadi susah diajak tidur, takut ada si kepala hitam itu, trus kalau pas kelonan dia juga nggak mau kalau saya membelakangi dia karena yg kelihatan jadi kepala/ rambut saya saja, yang hitam bikin dia ingat yang tidak-tidak. Kalau sama papanya sih nggak ngaruh karena papanya nggak punya rambut 😀

Flipper lumayan lama sih mengalami trauma tentang si kepala hitam itu. Setiap dia memasuki ruangan yang baru atau ruangan di rumah, matanya selalu scanning dulu ke seluruh penjuru ruangan, was-was apakah ada kepala hitam di pojokan. Sampai pada suatu hari ketika kita lagi nonton TV (entah tentang apa, saya lupa) dan ada figure patung Buddha yang terbuat dari batu hitam, sambil melonjak kaget, Flipper menuding ke layar TV, “Schwarze Kopf!” teriaknya. kamipun ikut kaget dan langsung menginterogasi si Flipper, emang si kepala hitamnya seperti itu bentuknya? Flipper mengiyakan. Saya pun langsung mengambil buku tentang Buddha dan buka-buka internet untuk memastikan ke Flipper apakah beneran itu yang dilihat. Flipper yakin seyakin-yakinnya. Terus terang saya lega mendengarnya, kalau memang itu yang dilihat berarti si kepala hitam itu baik hati dan tidak sombong dan dia (baca: saya juga) tidak perlu takut lagi. Lalu suami dan saya pun mulai ‘mengenalkan’ si Budda ini ke Flipper dan akhirnya memang membuat Flipper tidak takut lagi dengan si kepala hitam. Yang terjadi justru seblaiknya, dia ngefans berat sama si Buddha. Tiap melihat Buddha di display toko atau di majalah, dia heboh teriak-teriak, “Schwarze Kopf! Schwarze Kopf!”

Lalu sayapun berjanji kalau suatu hari kita akan pergi ke ‘rumahnya’ Buddha, di Borobudur Indonesia. Melihat foto Borobudur di Internet dengan sekian banyak patung Buddhanya membuat Flipper sungguh antusias dan ketika akhirnya bulan Juni kemarin kita beneran bisa mengunjungi Borobudur, wow! saya masih ingat betapa berbinarnya  wajah Flipper ❤

IMG_6880-1eS.jpgIMG_6848-1eS.jpg

Saat itu empat hari sesudah lebaran, pengunjung di Borobudur sangatlah banyak namun Flipper tak patah semangat memanjat sendirian hingga puncak di arus pengunjung yang padat merayap. Di sepanjang putaran Borobudur Flipper katawa-ketawa sendiri saking senangnya. Dia juga tidak keberatan difotoin terus sama mama (biasanya dia kalau sudah 2-3x jepret nggak semangat lagi kalau difoto). Sayangnya padatnya pengunjung pada hari itu membuat pemotretan jadi agak susah.

IMG_6805-1eSIMG_6815-1eSIMG_6821-1eSIMG_6823-1eSIMG_6824-1eSIMG_6835-1eSIMG_6847-1eS

IMG_6858-1eS
Berusaha menjamah Buddha di dalam stupa tapi tidak berhasil. Ya sudah ngemil saja 😀

Entah sampai kapan Flipper akan stay dengan Buddha euphoria -nya ini. Semoga di lain waktu dia masih semangat untuk mendaki Borobudur, menikmati salah satu harta berharga Indonesia tanpa harus umpel-umpelan dengan orang lain. Atau mungkin suatu hari lagi dia bakalan mengalami mimpi yang lain lagi, yangg tak kalah menarik sehingga kami bisa mengunjungi tempat yang lain lagi? Yang mamanya juga belum pernah melihat? *ngarep.

Bagaimana dengan kamu? Apakah mimpimu spesial? Mungkin mimpimu selalu hitam-putih? Atau selalu ada mimpi yang sama yang datang secara berkala?

Keep Calm, 40 is Fabulous

Three days ago someone rang the bell and it was my lovely neighbor with a bunch of flower in her hand. She said, “I know you are in grieve today but I hope this flowers will cheer you up a little bit…” Err… what?

Three days ago was my birthday and yes, I turned 40. Obviously she thinks it’s awful to be 40 or to be older and she’s not the only one who think like that. I remember a year ago as hubby turned 40, he didn’t want to be at home that day, not even in Germany. He wanted to be away, not to celebrate it but simply to forget it. The good thing was, he took us for road trip for that purpose😂

And I was like: Geez… What’s wrong  with 40? I remember one of my younger friend, she also complained a lot as she turned 30. I guess the problem is not the number but being older and unfortunately we get older  each year even each day, each hour…minute…so it’s useless to complained. The choice is only to keep continue older or you die!

A nice flower shop owner close to our house gratulated me as well that day. She said I look much younger as 40 year old (that’s one of advantages being Asian, I guess…) and she suggested me to stay like who I am now, be authentic and not to dress like an old women. Well, I am who I am. For sure I won’t dress like a 15 years old girl and try not to dress like 70 y/o grandma (no offence, I know some grandmas who are damn stylish too) but hey! Again I am who I am, I am authentic…if in any chance I look like an indeed 16 or 71 y/o woman…well, that’s me 🙂

By the way, I’m also not that kind of woman who hide their age from others, from friends or even strangers. Most German women here think asking someone’s age and saying own age to others are big no no. No, for me it’s absolutely fine. I know everybody have their own personal boundary, some don’t even want to tell their own friends about their marital status and we simply have to respect it.

Anyway, on my birthday I had a great day with family. Hubby took a day off  and we started the day with a huge brunch in our favorite restaurant and then a a short trip to the city nearby, continue with a nice dinner. I’m blessed that until this age I’m still very healthy and happy, no reason to be ungrateful.

IMG_0199.jpg
When you are 40 and have a small child/ children, it’s unlikely you’ll have a photo of yourself alone 😀

 

3x Perayaan Ulang Tahun si Flipper Yang ke-4

1Ini merupakan late post tentang ulang tahun si Flipper bulan Juni kemarin. Nggak terasa si Flipper sudah berulang tahun lagi padahal rasanya baru minggu lalu kita merayakan ulang tahun ke-3 dengan tema gajah. Waktu berlalu cepat, sangat cepat malah. Ulang tahun Flipper kali dirayakan 3 kali, bukan bermaksud mewah-mewahan tapi memang keadaan yang tidak memungkinkan untuk merayakannya sekalian.

PRINCESS BIRTHDAY PARTY DI RUMAH

Untuk perayaan ulang tahun yang ke-4 pas hari- H nya yaitu tanggal 20 Juni, saya tidak membuat banyak pernak-pernik seperti tahun lalu. yang diundangpun hanya 5 anak (tanpa orang tua) karena keesokan harinya dia merayakannya di TK dan  lusanya, tanggal 23 Juni kami terbang ke Indonesia. Jadi lumayan ribet dan bercabang-cabang pikiran saya, alhasil saya bikin yang simpel-simpel saja untuk acara ultahnya.

Tahun ini Flipper minta tema princess yang (untungnya) nggak specific princess apaan, pokoknya princess aja. Karena tema princess, jadi yang diundang ya hanya cewek-cewek saja. Di undangan ditulis kalau mau si anak bisa mengenakan pakaian princess ke ultah Flipper. Tapi karena cuaca hari itu lumayan panas, baru beberapa menit mengenakan gaun, beberapa anak mengganti gaun princess-nya dengan baju biasa.

Seperti biasa untuk ulang tahun Flipper, saya selalu usahakan untuk membuat kue sendiri namun kali ini berbeda dengan kue-kue sebelumnya yang bergaya standard,  kuenya agak challenging yaitu kue berbentuk princess dengan kepala si Barbie. Kue ini lumayan trend banget sih kayaknya, beberapa kali melihat di FB feed dan juga di Pinterest. Tapi alhamdulillah meskipun bentuknya belum sempurna, overall menurut saya not bad…rasanyapun enak. Muji diri sendiri nggak papa ya 😀

cakeS
The Birthday Cake.
InvitationS.jpg
Princess Birthday Party Invitation.
2a.jpg
Acara berlangsung di halaman belakang.

Pada pukul 3 sore anak-anak datang diantar oleh orang tuanya. Di undangan sudah disebutkan kalau acara berlangsung sampai pukul 6 sore dan anak-anak mendapat makan malam di rumah. Setelah semua anak berkumpul, kita menyanyikan lagu ulang tahun dan makan kue. Selanjutnya ada acara main-main dan seperti biasa, buka kado.

7.jpg

6

Ternyata ‘menghadapi’ lima anak cewek tanpa orang tuanya, lumayan bikin stress juga. Ada dua anak di sini yang stubborn, kalau dikasih tahu ini itu nggak mau dengerin. Si A ngeyel pengen main di kamar Flipper sedangkan dari awal sudah saya tegaskan bahwa area bermain hanya di halaman dan ruang tamu jadi A tidak boleh naik ke atas main ke kamar. Eh tiba-tiba saja dia dan B tanpa saya ketahui sudah menyelinap ke atas dan jingkrak-jingkrak semaunya. Pas disuruh turun keduanya malah nyolot, marah. Lalu ada satu anak lagi ynag makan terus, bahkan jatah temannya ikut dimakan sehingga temennya marah hihi… Untungnya nggak ada yang sampai nangis dan gulung-gulung di lantai sih haha…

Waktu itu saya juga tidak sepenuhnya sendiri sih, ada salah satu mami yang juga teman baik saja ikut mengawasi anak-anak. Pak suami datang dari kantor baru sekitar jam 4.30 sore. Jam 5.30 kita makan pizza bersama-sama sampai anak-anak dijemput orang-tuanya masing-masing.

Bungkus-MitgebselS
Goodie bagsnya masih memakai sisa tahun lalu, kebetulan warnanya pas untuk tema princess.
MitgebselS
Seperti biasa isi goodie bags anak.anak TK di sini sederhana saja. Punya Flipper isinya cukup Oreo, set pensil warna, washi tapes and sticker binatang.
5
Para princess foto bersama.


BIRTHDAY PARTY DI TK

Ultah Flipper di TK diadakan pada tanggal 21 Juni, sehari setelah perayaan di rumah. Sebenarnya merayakan ulang tahun di TK bukanlah suatu kewajiban tapi kasihan saja Flippernya kalau tidak dirayakan karena dia dari bulan-bulan sebelumnya, setiap ada temannya yang ultah di TK, dia selalu bertanya, “ultahku di TK masih lama ya ma?”. Bagusnya, merayakan ultah di TK tidak perlu neko-neko, cukup membawa snack yang gampang. Biasanya sih ibu-ibu di TK memberi kue, menu sarapan ( roti, selai, mentega, daging asap, telur, etc), buah-buahan atau bahkan cukup es saja bila anaknya merayakan ultah di TK. Ada panduan makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa ke TK dan muffin termasuk yang sering dibawa oleh ibu-ibu karena aman dan gampang. Sayapun hanya membawa muffin saja pada hari itu.

Mengingat keesokan harinya kami sudah harus terbang ke Indonesia, saya sempat memutuskan untuk merayakan ultah di TK nanti saja setelah pulang dari Indonesia, supaya tidak kerepotan tapi mengingat beberapa teman TK Flipper sudah tidak berada di TK lagi ketika kita balik dari liburan nanti (mereka sudah masuk SD), maka sayapun mengambil jalan singkat, membeli muffin yang sudah jadi sesuai jumlah anak di grup Flipper dan merayakannya sebelum liburan, beres. Kali ini saya ikut perayaan ultah Flipper di TK karena setelah acara yang berlangsung 1 jam itu selesai, saya segera ajak Flipper pulang ke rumah untuk persiapan liburan kita.

IMG_8518s
Flipper mengenakan mahkota yang dibuat teman-temannya rame-rame.
IMG_8523s
Jadi ‘bintang’ di grupnya untuk 1 jam 😀
IMG_8526s
Dapat kado dari bu gurunya.
IMG_0054s
Mainan kayu yang critanya sebagai isi goodie bags ultah Flipper di TK tapi ngasihnya setelah kita pulang dari Indonesia (hari ini). Belinya di pasar Beringharjo. Murah meriah dan anak-anak pada seneng, bisa main musik rame-rame 😀


BIRTHDAY PARTY SUSULAN DI INDONESIA

Senang sekali waktu di Indonesia Flipper bisa merayakan ultahnya lagi bersama mbah putri, mbah kakung, tante, om dan sepupu-sepupunya. Selain itu alhamdulillah kami turut mengundang anak-anak dari yayasan anak yatim terdekat untuk ikut merayakan ultahnya Flipper.

Acara kali ini dirayakan di sebuah restoran dekat rumah yang bangunannya ala pendopo, alias terbuka tidak ada AC-nya. Cuaca hari itu lumayan panas, nggak ada angin sehingga Flipper agak rewel. Selain itu banyaknya tamu yang datang juga membuat Flipper kaget dan rewel karena harus salaman dengan banyak orang. Biasanya kan kita kalau merayakan ultah dia yang datang tak pernah lebih dari 10 orang 😀 Tapi alhamdulillah kerewelan itu tak berlangsung lama. Flipper bahkan ikut sholawatan, nyanyi-nyanyi dengan lafal semau dia 😀

7a
Ngobrol dulu sama mbah putri sebelum para undangan datang.
8
Teman-teman dari yayasan anak yatim.
9
Flipper ikut semangat sholawatan 🙂
10
Suapin mama maem.
11
Suapin papa juga. Ih papa makannya banyak!
12
Suapin mbah putri nasi kuning.
13
Menu makannya. Nom!
14
Goodie bags berisi alat tulis/ gambar dan snack box.
15
Foto bareng-bareng.

Alhamdulillah ya nak, kamu sudah berusia empat tahun sekarang. Masih lucu, masih suka nyanyi keras-keras meksipun salah, masih suka ngambek, masih keras kepala juga tapi sudah bisa diajak diskusi, kerja sama dan ngobrol enak. Sehat selalu ya nak… nothing I wish for your future but be yourself and be happy ❤

Tidak Bisa Berhenti Cium

IMG_6322eSlogo

Pagi tadi seperti biasa saya mengantar Flipper ke TK, mengantarnya sampai ke kelasnya, ngobrol sebentar dengan gurunya lalu pamit, cium pipi kanan kiri si Flipper. Tapi tadi sebelum cabut saya sempatkan dulu membaca papan pengumuman di lobby TK, siapa tahu ada yang penting.

Melihat saya masih di lobby, si Flipper bolak-balik keluar masuk kelasnya nyamperin saya dan pamit berkali-kali sambil cium pipi lagi itupun jaraknya nggak lama wong saya nggak lebih dari 10 menit berada di lobby. Setelah yang ke-empat kalinya cium pipi akhirnya Flipper bilang: Mama, bisa nggak kalau mama pergi sekarang? Kalau mama di sini terus aku nggak bisa berhenti cium mama. Wah yang ada malah dia ta dekap erat dan cium klowoh nggak pulang-pulang sayanya…<3 ❤ Love my baby!

 

Childhood Idol

Last Sunday hubby took Flipper and her friend to watch Disney interactive movie in Cinema. The girls got goodie bags inclusive 2 posters from the event. Since then Flipper decided to like the Disney characters, Kion and Sofia, so much and had been busy arranging the best spots to hang the posters in her room. Sometimes here, sometimes there. Today finally she made up her mind that her room is not a good place for the posters. So now the Sofia poster is in bathroom and Kion poster is in living room. OK. Fine. I guess later she will move them somewhere else again.

kion

I started with poster collection as I was older than Flipper now, as I no longer toddler or threenager for sure! And I didn’t start with a cute animal or imaginary princess  posters but handsome boys like Axl Rose, Sebastian Bach and Nuno Bettencourt. Ah by the way I did love The Famous Five and The Three Investigators too but I didn’t have their poster 😦 How about you? Who’s your so-called childhood or teenagers idol? 

Karneval di Cologne

img_2754esblog
Saya bersama para heroes 😀

Seperti yang pernah  saya tulis di postingan tentang pasar Natal beberapa waktu yang lalu, salah satu hiburan di musim dingin yang tak kalah rame di sini adalah Karneval. Karneval ini resminya adalah ritual yang dilakukan oleh umat Roman Catholic sebelum LENT ( periode di antara Rabu Abu dan Paskah). Tidak semua kota di Jerman merayakan acara ini. Dan meskipun ini merupakan hari rayanya umat Catholic tapi di sini umat beragama apa saja bahkan yang tak beragama boleh ikut meramaikan. No question asked. Di Jerman daerah Selatan Karneval disebut Fasching, inti perayaannya sama meskipun ritualnya agak berbeda. Di sini saya hanya akan menulis tentang Karneval yang berlaku di daerah Rhein (daerah yang dilewati sungai Rhine), yaitu Cologne, Duesseldorf, Bonn, Aachen, Mainz dan kota-kota kecil di sekitarnya.  Di Cologne, Bonn dan Aachen pada masa-masa Karneval semua orang akan saling menyapa dengan kata-kata ‘Alaaf’ sedangkan di Duesseldorf adalah ‘Helau’. Jangan sampai kebalik ya karena Cologne dan Duesseldorf itu meskipun tetangga dekat namun mereka tidak akur jadi kalau kebalik bisa timpuk-timpukan permen deh jadinya.

Pembukaan Karneval dimulai pada tanggal 11 bulan 11 jam 11.11 siang. Pada hari ini bisa dilihat banyak orang dengan beraneka macam kostum berkeliaran di segala sudut kota. Orang-orang yang mengikuti acara resmi di club Karneval (Karnevalsverein) bisa mengikuti ceremony pembukaan di gedung-gedung yang mereka sewa. Yang tidak ikut club tetep boleh mengenakan kostum tanpa harus mengikuti acara peresmian. Pada hari ini banyak orang yang ambil cuti kantor atau tetap masuk kantor dengan mengenakan kostum. Yang tidak cuti menjalankan aktifitas sehari-hari berjalan dengan normal, bedanya hanya kostum saja dan malam harinya dilanjut dengan party di nightclub.

Setelah pembukaan Karneval, pada hari-hari berikutnya  orang-orang mulai disibukkan dengan persiapan Natal sehingga  euforia Karneval tenggelam oleh hiruk pikuk Natal. Setelah Natal, acara tahun baru mendapat giliran untuk tampil ke permukaan. Toko-toko dan restoran heboh menjual petasan dan paket New Years Gala dinner. Nah setelah keramaian tahun baru usai, semangat Karneval-pun muncul kembali ke permukaan. Toko khusus kostum Karneval mulai dipenuhi pengunjung bahkan supermarketpun turut menjual properti Karneval.

Untuk penggemar berat Karneval, belanja kostum Karneval adalah event yang asyik. Untuk memilih kostum, selain tema, unsur cuaca juga harus diperhatikan di sini, secara perayaan ini kebanyakan berlangsung ourtdoor pada siang hari ynag berlanjut indoor di malam hari jadi soal kehangatan bahan kostum harus diperhatikan. Karena saya tidak pernah ikut merayakan Karneval sampai malam, kostum yang saya pilih biasanya yang berukuran besar supaya dalemnya masih bisa dipakein jaket. Kostum binatang berbulu-bulu juga relatif aman untuk cuaca dingin. Tapi tak jarang juga kita melihat orang-orang ynag berani dengan kostum ‘summer‘. Harga kostum Karneval bervariasi, mulai dari 5€ yang biasanya hanya bisa dipakai sekali lalu rusak sampe yang beratus-ratus Euro. Selama 9 tahun tinggal di Jerman saya hanya dua kali beli kostum Karneval selebihnya hanya beli atribut kecil-kecilan seperti topi atau wig.

img_6468
Karneval pertama saya di Jerman pada tahun 2008. Niat banget pokoknya.

Lanjut dengan ritual Karneval. Setelah dibuka pada tanggal 11 November, acara Karneval yang rame  berikutnya adalah pada Weiberfastnacht (Fat Thursday) yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 23 Februari 2017. Pada hari ini kebanyakan perkantoran hanya buka setengah hari atau bahkan tutup, demikian pula dengan pertokoan. Tidak ada parade pada hari ini namun orang-orang tetap menggunakan kostum dan party di jalanan yang kemudian dilanjutkan di nightclub. Musik Karneval bisa terdengar di santero kota karena hampir semua pertokoan memainkannya. Pada hari ini jangan kaget bila melihat banyak wanita berkostum sambil membawa gunting karena pada hari ini mereka ‘diperbolehkan’ menggunting dasi para pria sebagai simbol bahwa hari ini perempuanlah yang berkuasa.  Para pria yang biasanya sudah mahfum dengan tradisi ini memilih ke kantor tanpa dasi atau sengaja memakai dasi yang sudah bulukan.

Meskipun seminggu sebelum dan sesudahnya anak-anak boleh mengenakan kostum di TK, TK-nya Flipper resmi merayakannya Karneval pada hari Weiberfastnacht ini. Flipper dan teman-temannya menaruh kostum di TK supaya mereka bisa ganti-ganti sesukanya. Flipper sendiri menaruh dua kostum di lemari TK-nya. Pada perayaan resmi Karneval kemarin grup TKnya Flipper menggelar teater dengan tema Frau Holle (English: Mother Hulda), sebuah cerita terkenal dari Brothers Grimm. Tak hanya anak-anak yang mengenakan kostum, guru TKnya pun semua menggunakan kostum disesuaikan dengan tema Frau Holle. Saya tidak punya foto acara di TK, namun berikut ini ada foto-foto Flipper yang exist berkarnaval:

akukenklub
Karneval pertama dalam hidup Flipper, tahun 2015, merayakannya bersama-teman-teman di Babyclub.
adalmatian
Pada karneval kedua di tahun 2016, dia boleh turun ke jalan mengumpulkan (dan makan) permen 😀
aimg_6379
Fitting kostum at home sebelum diangkut ke TKnya, Karneval 2017.

Setelah acara Weiberfastnacht para Karneval fans bisa agak slow down lagi. Ritual berikutnya baru berlangsung 4 hari lagi yaitu di acara Rosenmontag, yang tahun ini jatuh pada tanggal 27 Februari kemarin. Rosenmontag yang artinya Rose Monday adalah puncak dari sekian banyak (dan lama) ritual Karneval. Pada hari ini diselenggarakan parade kendaraaan hias dengan tema-tema yang lagi heboh. Tahun ini tema yang banyak tampil adalah Angie, Putin, Erdogan dan Trump tentu saja. Masalah sosial seperti asyl, kesejahteraan penduduk, juga tak lepas dari sindiran tema Karneval.

Di Rosenmontag para penduduk kota yang merayakan Karneval tumpah ruah di jalanan ingin melihat parade (Yang tidak suka Karneval biasanya melarikan diri ke toko mebel atau bahkan keluar kota) sambil membawa minuman alkohol. Bagian ini nih yang tidak saya suka dari Karneval karena banyak orang yang mabuk di jalanan. Meskipun tidak pernah diganggu orang mabuk, tapi sebel aja kadang lihat sampai ada yang muntah-muntah di pojokan atau teriak-teriak nggak jelas. Tapi konon alkohol memang membantu mengatasi cuaca dingin di saat Karneval. Keluyuran di luar rumah seharian di musim dingin memang bukan sesuatu yang gampang 😀

Siapa saja boleh melihat parade Karneval, bebas dan tidak dipungut bayaran. Kalau mau melihat di tempat yang strategis sih bisa duduk di tribun-tribun yang sudah dipersiapkan secara khusus tapi pakai bayar dan biasanya tiketnya sudah sold out jauh-jauh hari. Di parade ini para peserta parade membagikan permen dan snack manis kepada para pengunjung dengan cara melemparnya dari kendaraan hias mereka ke segara penjuru mata angin. Mereka akan semakin semangat menebar permen bila ada teriakan ‘kamelle-kamelle’ dari pengunjung. Kamelle artinya permen tapi ini bukan bahasa sehari-hari, istilah ini hanya terdengar ketika musim Karneval. Berikut ini adalah foto dari parade Karneval tahun 2011, satu-satunya Karneval di mana saya bisa melihat parade dengan lumayan jelas (meskipun angle-nya nggak perfect). Biasanya nggak pernah bisa nonton parade karena desak-desakan. Maklum saya petite 😀 Klik tiap foto untuk tampilan lebih jelas ya…

 

Saya sendiri sebenarnya bukan penggemar berat Karneval. Tapi kalau ada temennya rame-rame dan cuaca juga memungkinkan (baca: nggak hujan, nggak terlalu dingin, nggak berangin) ya saya ikutan. Kalau anak-anak pasti suka diajak melihat parade karena mereka bisa mengumpulkan permen banyak. Oh iya kalau mau melihat parade jangan lupa membawa kantung buat wadah permen ya. Dan kalau memang mau ikut melihat parade sebaiknya menggunakan kostum meskipun minimalis karena kalau tidak pakai kostum pasti merasa salah gaya 😀

Setelah karnaval biasanya banyak orang sakit karena kebanyakan kena angin dan kebanyakan alkohol. Hari ini saja sudah tiga anak buah suami ynag telpun karena sakit. Tiga lainnya sudah telpun Jumat kemarin setelah acara Weiberfastnacht. Ya, untuk orang yang benar-benar fans Karneval, Karneval merupakan party time dan itu mulai dari 11 November sampai Rabu Abu (Ash Wednesday) tahun berikutnya, hampir setiap hari party, kalaupun tidak di jalanan ya di nightclub yang menyelenggarakan acara khusus Karneval. Besok, Rabu Abu yang bahasa Jermannya Aschermittwoch acara Karneval resmi ditutup. Ada ritual penutupannya juga saat ini tapi pengikutnya tak seramai eperti di Rosenmontag. Setelah Rabu Abu, kegiatan sehari-hari di sinipun kembali berjalan normal seperti biasa. Cuaca pelan-pelan mulai menghangat dan orang-orang mulai riang menyambut Paskah dan musim semi.

Dan berikut ini adalah kumpulan  foto suasana Rosenmontag  dari beberapa Karneval ynag saya ikuti di kota Cologne:

img_0390oks
The crowd.
img_0398oks
Enaknya sih memang bisa nonton di teras rumah begini, kalau kedinginan tinggal tutup jendela.
img_0408oks
Saya dan Charlie Chaplin. Wig Pippi Langstrumpf sudah saya copot karena udah on the way mau pulang ke rumah (tapi alisku masih kelihatan sedikit blonde tuh) 😀
img_0409oks
A woman with her two guardian angels.
img_2732esblog
Di depan Kathedral Koelned Dom.
img_2739esblog
Saya si pecinta binatang 😀

img_2789esblog

img_2745esblog
Enter a caption

img_2753esblog

img_2747esblog

img_2758esblog
Noo!
img_2767blogs
Tua muda ikut merayakan Karneval.
img_2802blogs
The crowd.

Untuk acara Rosenmontag tahun ini, which was kemarin, karena cuacanya sangat dingin dan berangin, saya tidak ikut berpartisipasi (baca: malas). Saya dan keluarga kemarin menikmati hari libur dengan brunch di sebuah hotel. Enak banget suasananya sepi karena banyak orang  ikut Karneval. Foto-foto Rosenmontag di kota Cologne kemarin bisa diintip die websitenya  Zeit Online.

 

 

Play Date Bocah.

IMG_3619s.jpg
Flipper (kiri) gandengan dengan temannya mau main ke rumah.

Alhamdulillah bulan ini Flipper sudah genap 8 bulan di TK dan sejauh ini tidak ada kendala-kendala yang berarti. Absen karena sakit hanya dua kali dan makan siang di TK, meskipun menunya tidak selalu favorit dia, kata gurunya dia tetap mau makan. Makan bareng bersama teman-teman memang selalu lebih asyik kan.

Sejak masuk TK jadwal play date atau janjian bermain bersama teman-temannya juga makin padat. Dulu sebelum masuk TK kami punya jadwal tetap untuk play date bersama teman dari baby club yang alhamdulillah sampai sekarang masih tetap berhubungan baik, kini ada tambahan play date dengan teman TK di mana si orang tua tidak wajib ikutan hadir di play date.

Dengan teman sekelas, Flipper punya jadwal tetap untuk play date dengan Laura yaitu pada hari Senin dan Rabu. Mamanya Laura ini kan kalau hari Senin kerja sampai jam 5 sore sehingga tidak bisa menjemput Laura jam 3 sore jadi saya jemput mereka berdua sekalian dan mengajak bermain bareng di rumah. Nanti sekitar jam setengah enam sore mamanya Laura datang menjemput.

Hari Rabunya Flipper ada les tari jam 14.30 sedangkan saya kerja sampai jam 14.00, itupun kalau pulangnya bisa on time. Lumayan gedabrukan juga kalau dari tempat kerja jemput Flipper trus lanjut ke les tari. Nah si Laura kan juga ikutan les tari yang sama, jadi kalau hari Rabu gantian mamanya Laura yang jemput si bocah berdua dan membawa mereka ke tempat les. Usai les tari mereka main di rumah Laura yang kebetulan nggak jauh dari tempat les. Nanti jam 5-an baru deh saya jemput Flipper. Dalam hal ini mamanya Laura dan saya saling diuntungkan, saling membantu dan si bocah berdua juga senang bisa bermain bareng.

Selain jadwal yang tetap itu, Flipper juga punya random play date dengan teman-temannya yang lain. Either Flipper yang datang ke tempat mereka atau si teman yang main ke tempat kami. Anak-anak TK ini rupaya sering janjian sendiri buat main di rumah temannya. Kronologinya biasanya begini: Flipper mengundang si A untuk datang bermain ke rumah. Kalau si A setuju, baru Flipper tanya ke saya apa dia boleh mengundang si A. Kalau saya pas nggak sibuk selalu saya iyakan namun Flipper harus minta ijin dulu ke mamanya A (meskipun biasanya si A sendiri sudah bilang ke mamanya). Nah adegan minta ijin ke mama temannya ini yang suka lucu. Saya sempat melihat sendiri waktu menjemput Flipper di TK, kebetulan mama A juga datang menjemput A. Flipperpun langsung sok imut nglendot-nglendot mama A sambil ngrayu: A boleh ya main ke rumahku? Please…ya…ya… Boleh ya?

Dulu pertama-tama melihat kejadian itu saya ketawa, ada-ada aja bocah ini. Tapi rupanya adegan seperti itu sudah wajar di kelas Flipper (nggak tahu ya kalau di kelas-kelas lain). Saya juga pernah dirayu, let say si B, dia yang waktu itu pengen bermain ke rumah kami tapi saat itu saya sedang sibuk dan tidak bisa mengawasi dua bocah di rumah jadinya saya tolak. Si B yang sudah peluk-peluk saya jadi sedih, tapi saya janji ke dia kalau minggu depan dia boleh datang, diapun ceria lagi.

Beberapa anak laki-laki juga sempat minta ijin saya untuk mengundang Flipper play date ke tempat mereka tapi begitu undangannya saya teruskan ke Flipper, Flippernya menolak. Dia so far hanya mau datang ke rumah teman perempuan. Kalau anak laki-laki minta ijinnya nggak pakai acara merayu dan lendotan seperti anak-anak perempuan. Mereka bertanya dengan sopan seperti halnya gentleman mau ngajak anak cewe dating. So sweet deh pokoknya anak-anak ini.

Setahu saya sih, para orang tua tidak pernah memaksakan anak untuk mengundang temannya main ke rumah atau menyuruh anak main ke rumah temannya. Biasanya anak-anak sendiri yang punya ide dan kami para orang tua tinggal menyesuaikan jadwal. Kebanyakan ibu di kelas Flipper  bekerja paruh waktu, tidak full time. Saya sendiri bekerja hanya dari hari Rabu hingga Jumat, mamanya Laura hanya hari Senin dan Selasa tapi full time sampai jam 5 sore, demikian juga mama-mama yang lain, mereka bekerja pada hari-hari tertentu saja. Jadi kami memanfaatkan janjian anak-anak dengan jadwal kerja/ kegiatan kami sehingga tidak ada yang saling dirugikan dan yang penting anak-anak happy.

Kalau ada orang tua yang mendadak berhalangan menjemput anaknya, kita juga biasa saling bantu menjemput. Yang penting kita harus berkomunikasi juga dengan gurunya di TK sehingga mereka tahu kalau si A hari ini bakalan ikut si B ke rumah. Meskipun tidak ada aturan tertulis kalau para orang tua harus saling bantu, saling gantian jemput anak namun kami sudah sama-sama tahu etikanya. Ada juga orang tua yang tidak pernah mengajak teman anaknya main ke rumah karena dia tidak mau terbebani acara ‘balas jasa’ ini, which is okay. Biasanya orang tua yang tidak mau gantian ini kakek neneknya tinggal dekat rumah, atau ada tante om yang bisa dititipin anak.

Buat saya pribadi dimana orang tua saya dan orang tua suami  serta sanak saudara tinggalnya jauh semua, acara gantian jemput-jaga anak ini membantu sekali melancarkan kegiatan sehari-hari dan untuk Flipper juga selalu menyenangkan punya teman main yang lebih private, tidak rame-rame dan berisik seperti di TK. Intinya simpel saja, tidak ada yang keberatan dalam hal ini, baik si bocah maupun si orang tua.

Kalau ada anak main ke rumahpun kita tidak perlu repot menyiapkan makanan macam-macam. Obstteller atau sajian buah potong di piring adalah wajib, selain itu paling roti-rotian dan kacang. Tidak semua anak di sini boleh makan kue atau yang manis-manis tapi biasanya para orang tua akan saling ngasih informasi duluan kalau anaknya nggak boleh makan ini dan itu. Saya jarang menyiapkan makanan berat buat teman Flipper karena biasanya mereka datang setelah jam makan siang dan pulang sebelum jam makan malam tapi kalaupun ada yang ikutan makan malam di rumah, menu netral yang saya sajikan yang pasti anak-anak mau makan adalah mac and cheese. Kalau soal kegiatan yang mereka lalukan, kita nggak perlu repot sama sekali, anak-anak bisa menentukan sendiri apa yang mau mereka lakukan. Kalau cuaca di luar pas bagus, sering juga kita main di luar. Setelah acara play date usaipun mereka membereskan mainannya bareng-bareng.

Hari ini kebetulan Flipper nggak ada janjian dengan temannya jadi saya bisa mengajak dia jalan-jalan. Flipper pengen ke perpustakaan tapi pulangnya harus mampir ke kedai es krim. Haha semoga sudah ada kedai es krim yang buka secara masih musim dingin begini. Kalau nggak ada yang buka ya sudahlah, dibelikan Ben & Jerry’s di supermarket saja ya nak…

IMG_5354s.jpg
Perkenalkan: Band Ngemil

-beth-