Si Bocah Abis Gali Sumur

Summer oh summer… Dimana setiap pulang sekolah, penampilan si bocah seperti abis gali sumur. Kalau nggak basah kuyup ya penuh pasir atau dua-duanya…basah dan belepotan pasir. Kalau cuaca bagus, anak-anak di TK-nya Flipper memang banyak beraktifitas di luar kelas. Di halaman belakang, mereka punya mini water park dimana anak-anak bisa main perosotan dan mainan pasir lengkap dengan semprotan dan pancuran air. Sayangnya halaman TK-nya Flipper nggak bisa difoto karena memang nggak boleh foto sembarangan di TK tapi saya ada fotonya si Flipper pas baru saya jemput nih πŸ˜€

Mila kotor

Pas melihat penampilannya ini saya sempat komentar, “untung mama punya mesin cuci ya di rumah” mengingat kalau pas summer si Flipper memang bisa ganti baju lebih dari 3x!

Trus tahu nggak apa jawaban dia saat itu? “Ah mama, nggak usah gitu-gitu amat deh, semua orang di sini kan punya mesin cuci!”

Aaah! Cubit!

Advertisements

The Great Big Book of Families

999A0237-1s

Check it here: http://amzn.to/2EbKu0i
(affiliate link)

This book is a great start to teach our children about tolerance, start from family. It’s not a book about a child who has big family members nor a book which has plot or story.

This book reveals about many kinds of different families. None of them is bad or good. None of the is normal or abnormal. They’re just different. Some children live only with their daddy or their mommy. Some children even have two moms or two dads. There are children who live with grandpa and grandma without parents. There is a child who has only one or many siblings, etc.

Flipper (4,5 years) and I had fun reading this book. So many questions from Flipper emerged from the communicative illustrations and simple sentences. Yes, this book creates a valuable discussion about how different but equal we are.

The English text are easy to understand for non English native speaker. I need to mention this, because one of my German friend interested in this book but not sure about the English language. But after she borrowed our book for one day, she said it’s easy peasy and decided to buy it

Check it here: http://amzn.to/2EbKu0i
(affiliate link)

999A0236-1s

Si Drama Queen: Nggak Boleh Berlebihan

IMG_4534s
Smiley Sun buatan Flipper yang difoto sendiri sama dia.

Flipper: Mama, si A lama banget deh kalau main puzzle. Capek deh nunggunya, kan aku juga mau main.

Saya: Mungkin dia butuh bantuan? Udah pernah nanya, apa dia perlu dibantu?

Flipper: Mama, sie muss einfach mehr MΓΌhe geben, dann kann sie alles schaffen (Mama, dia hanya perlu ngasih more effort biar bisa berhasil dalam segala hal).

Saya: Ah…

Atau:

Flipper: Mama, masa si B mau beli gaun lagi. Dia kan gaunnya udah banyak.

Saya: Ya gapapa kan, mungkin dia memang suka pakai gaun.

Flipper: Mama, orang kan nggak boleh berlebihan.

Saya: Ah…

Pokoknya mamanya cuman bisa ah… ah…πŸ˜…

(Semi) Multilingual Child

999A7378-1eSS

Kemarin waktu di Indonesia saya banyak melihat orang tua Indonesia yang ngajak anak balitanya ngobrol dengan bahasa Inggris. Menurut saya bagus banget anak sudah mulai dikenalkan dengan bahasa asing sejak dini. Beberapa teman dan kenalan juga bertanya ke saya kenapa Flipper nggak bisa berbahasa Inggris? Kan dia tinggal di luar negeri? First, Fliper memang tinggal di luar negeri which is Jerman yang bahasa sehari-harinya adalah bahasa Jerman dan second, kami memang tidak (belum) mengajarkan bahasa Inggris ke dia.

Flipper sendiri bilingual, berbahasa Jerman dan Indonesia tapi Jermannya lebih banyak dari pada bahasa Indonesianya. Bisa jadi karena faktor lingkungan di sini dimana semua orang berbahasa Jerman kecuali mamanya dan saya sendiri kadang tidak konsisten mengajak diaΒ  berbahasa Indonesia, seringnya ngajak berbahasa Jerman pula :D. Menurut kami, suami dan saya, belajar bahasa paling efektif untuk anak balita adalah ketika dia belajar satu bahasa dari satu orang di mana di keluarga kami, si papa yang berbahasa Jerman dan si mamaΒ  yang berbahasa Indonesia. Seandainya ada oma atau opa atau tante yang bisa berbahasa Inggris tentu akan asyik banget bila Flipper bisa berbahasa inggris dengan the third person itu. Namun sayangnya di lingkungan terdekat kami nggak ada yang bisa mengajak Flipper berbahasa Inggris.

Bahasa Inggris selama ini hanya kami kenalkan lewat lagu anak-anak. Dari bayi Flipper sudah sering mendengarkan lagu anak-anak berbahasa Inggris. Saking seringnya mendengarkan lagu-lagu yang sama setiap hari, lama-lama dia bisa sebut angka dan abjad sendiri dengan English pronounciation tanpa saya ajarin. Lalu mulai umur 2 tahun dia sudah mulai saya kasih lihat video lagu-lagu yang biasanya (hanya) dia dengar tersebut. Kanal YoutubeΒ  favorit kami adalah ‘Super Simple Songs’ dari ‘Super Simple Learning’ dan ‘Bob The Train‘ . Setelah melihat video-videonya, Flipper jadi tahu mana itu angka 123, mama itu huruf ABC, mana itu head, shoulder, knee, tomato, etc.

Umur 3 tahun Flipper mulai masuk TK dan mulai kenal lagu-lagu berbahasa Jerman yang ternyata beberapa di antaranya adalah terjemahan dari lagu anak-anak berbahasa Inggris itu tadi (atau vice versa). Pada awalnya dia suka galau karena lagu-lagu yang dia kenal selama ini kalau dinyanyin di TK kok jadi lain bahasanya. Kadang dia kalau nyanyi pun bahasanya campur-campur.Β Nah akhir-akhir ini Flipper mulai bisa tuh misahin bahasa. Flipperpun mulai meninggalkan ‘Super Simple Songs’ dan stick dengan ‘Bob the Train’ karena Bob punya video versi bahasa Jerman juga (yang sebenernya menurutku versi Jermannya enggak banget! πŸ˜‚). Dia bahkan minta sendiri kalau lihat YouTube di TV dia maunya yang berbahasa Jerman sedangkan kalau di iPad dia maunya yang berbahasa Inggris. Kadang nih out of the blue, pas kita lagi mainan bareng, dia bilang, “Mama tahu nggak, Fenster heisst window auf Englisch…” Ih mentang-mentang maknya nggak pernah ngajarin eh dia yang ngajarin emaknya hihi…

Iya jadi angka, abjad dan kosa kata bahasa Inggris dia belajar sendiri dari lagu anak-anak tersebut. Selain itu dia juga suka kalau dibacakan buku anak-anak yang berbahasa Inggris. Saya sendiri belumΒ  mengajarkan Flipper angka dan abjad, paling hanya menyediakan fasilitas seperti lagu-lagu tadi dan membantu mengoreksi saja kalau dia salah. Dan melihat progress dia yang lumayan cepat belajar bahasa sendiri, kami mulai kepikiran untuk memasukkan dia ke kursus bahasa Inggris, kalau anaknya mau ya…

Oh iya, gaya parenting tiap orang tua beda-beda ya… Menurut saya nggak ada yang salah karena tiap anak juga berbeda jadi kebutuhannya juga pasti berbeda. Ada yang melarang anaknya pegang gadget at all, ada yang ngasih bebas. Flipper saya kasih pegang iPad dan lihat TV program anak-anak yang dibatasin waktunya dan so far efeknya baik buat dia, bisa belajar bahasa itu tadi. Ada juga orang tua yang sudah mengajarkan anak-anaknya berhitung dan membaca dari umur 19 bulan (saya baca kemarin dari FB Pagenya Toddler Approved), kalau untuk hal-hal yang akademik begitu saya termasuk nyantai. Di sini sebelum anak masuk SD, mereka tidak diwajibkan mengerti angka dan abjad. Jadi ya biarkan anaknya bermain saja dulu, angka dan abjad bisa dikenalkan sambil lalu dengan lagu-lagu itu tadi.

Di sini ada yang anaknya multilanguage nggak, gimana methode ngajarinnya? Mungkin bisa share tips πŸ™‚

How to calm down toddler after school/ Kindergarten time

Hello moms with toddler, have you read this article yet? 7 Ways to Help Your Child Handle Their ‘After School Restraint Collapse’  Great article, very true. We’ve been there, done that. Our trick is simple; after school we make a small picnic.

On the way home from Kindergarten, we sit under a certain tree. Flipper always choose the same tree every day because she thinks the shadow is perfect to sit on. I ask her to check, if she still have some food left in her snack box, if not then I give her small surprise like wrapped single Orea or 2 pieces of M&M’s. Well after the third day it’s no longer surprise anyway, because Flipper knows if we go picnic after school and the snack box is empty, means she will get either black cookie (that’s how she calls Oreo) or sweets…. But still she’s surprised (or pretend to be surprised) and her face shines with happines every times I give her the treat 😍.

Look at her shine! Oh don’t mind her dirty face and dirty clothes, dirty legs… it’s always like that after school πŸ˜„

The black cookie πŸ™‚
And like adults sit over coffee, we talk- without coffee. She will start talking about her day in Kindergarten without I have to ask first. After 15 minutes or so we continue to walk home. Sometimes she stopped to ride a wooden horse  in the playgroup for few minutes and that’s it, we walk home hand in hand without drama.

At home she’ll play or read her favorites books without any fuss. The picnic trick works well. Before, she always came home in fury and the rest of the day was no longer fun for both of us.

Now, slowly but sure the weather is getting colder, I have to think a better place to do our picnic or maybe different activities. 

So how about your toddler, mon? Do they behave well after school? And if not, what is your trick to calm them down? 

How to trick a picky toddler

Flipper at the moment is in the phase where she’s really picky on everything; food, clothes, shoes, toys, etc. She loves to choose what to wear by herself but often it takes time. So in the morning, during cleaning up before going to Kindergarten, I only give her two pairs of clothes to choose and when both of my options don’t fit Flipper’s expectation, I have to trick her :p

Flipper: I don’t want that flower dress and that cat t-shirt too! I don’t like cat anymore!

Me: Oh…but darling, it’s not just a cat! It’s a grandpa cat!. Looks the head is so big! It’s a grandpa cat!

Flipper: Ah okay…That’s fine then.

Flipper: Mama I don’t want to wear that dress today…

Me : No you don’t need to, it’s a long t-shirt not a dress.

Flipper: Ah okay…

β€οΈπŸ’›πŸ’šπŸ’™

​

 

​
Flipper few months ago as she was still happy with her cat tee πŸ˜„

Si Drama Queen: Minta Maaf

Saatnya makan siang.

Me: Flipper maem yuk, ada Suppe (sup) sama Brot (roti)

Flipper: Suppe nicht, nur Brot (Roti saja, nggak mau sup)

Me: OK

Tapi tetep saja saya sajikan supnya, siapa tau dimakan juga. Eh dianya nggak terima.

Flipper: Suppe nicht! Suppe nicht! 

Me: Oh iya, mama lupa (sok pikun)

Flipper: Mama minta maaf! Minta maaf! 

πŸ˜…

Nggak ada foto supnya jadi ya foto dessertnya aja πŸ˜€