Boros Masak

Mama saya dulu pernah bilang, saya kalau masak ‘boros’. Boros dalam artian, semua alat dapur keluar tanpa sebab yang jelas. Contohnya, mau bikin telur dadar minimalis saja saya membutuhkan 1 mangkuk, 1 wajan dan 3 sendok. Sendok untuk memecah telur, mengocok telur dan menuang garamnya berbeda semua. Bisa dibayangkan bila saya membuat telur dadar yang TIDAK minimalis; seledri, paprika, bawang bombay, dll.nya punya wadah dan sendok masing-masing. Itu baru masak telur ya…belum yang lain-lain. Mungkin itu juga yang menyebabkan saya dulu kurang niat memasak karena setelahnya harus korah-korah banyak, nggak ada dish washer-nya 😀

  
Ini suasana dapur saya siang ini. Hari ini saya memasak sup ikan salmon untuk makan siang, lumpia isi sayur ayam untuk jajannya dan ayam nugget wortel untuk stock di freezer. Kebiasaan boros pemakaian alat dapur masih berlaku. Di foto ini saya baru selesai menggulung lumpianya, belum digoreng. Sup serta nuggetnya juga blm diracik. Sudah terlihat berantakan kan? Padahal beberapa piring, wajan, pisau, dll sudah saya geser ke kanan supaya tidak masuk frame foto haha! 

Entah bagaimana mama saya kalau masak bisa rapi, tidak banyak pemakaian wadah, tidak banyak noda-noda minyak, cabe, kulit bawang dan kawan-kawannya di meja dan rasa masakannya tetap uenak. Setelah masak sepertinya mama hanya perlu sekali ngelap meja udah cling sedangkan saya ngelapnya berkali-kali kadang pakai menyikat, menggosok segala. Duh. Untung saja ada dish washer. Entah bagaimana hidupku di sini tanpa dish washer tercinta ini ❤

Advertisements