Remember the day when…(3) I am his Best


Dulu sebelum pacaran dan menikah dengan si D, saya di Jakarta sempat pacaran dengan orang Jerman juga. Si Kraut ini (sebut saja namanya begitu) demen banget cerita tentang saya ke teman-temannya. Kalau refers ke saya si Kraut bilangnya selalu “my best”. Wah saya bangga dong disebut begitu, I’m his best, yay! Ternyata usut punya usut, meskipun sudah lama kerja hampir di seluruh dunia dengan bahasa sehari-hari bahasa Inggris, si Kraut tetap tidak bisa menghilangkan aksen Jermannya. Jadii… Seperti beberapa orang Jerman yang saya kenal di sini (termasuk mertua), akhiran -th itu bagi mereka susah dieja. Jadi instead of Beth, nama saya sering berubah menjadi Bess/ Best di sini. Demikian juga dengan si Kraut tadi, dia aslinya cuman bilang my Beth, bukan my best 😂😅 #geer

Advertisements

Remember the day when…(2) Si Gundul

::Remember the day when… adalah kejadian nyata yang terjadi pada saya yang kadang lucu, kadang tidak juga tapi herannya saya masih mengingatnya 😀

Suatu hari di Muenster. Saya bersama hubby dan beberapa kawannya pergi ke sebuah club. Secara hubby nggak hobi ajojing, dia memilih untuk duduk-duduk gaul di sudut ruangan sementara saya dan teman-temannya asyik ajojing. Sambil menari gaya bebek, saya sempatkan untuk berdadah-dadah kepadanya.

Setelah capek ajojing, sayapun mulai mencari mencari tempat duduk sementara teman yang lain masih terus ajojing. Karena di sebelah hubby sudah penuh, saya duduk di sudut yang lain sambil  sesekali berkode-kodean dengan bahasa  tangan ke suami, maklum musiknya kenceng banget. Tiba-tiba seorang pria mendekati saya dan berbisik sok mesra mengatakan supaya saya berhati-hati dengan pria yang berbaju hitam dan berkepala gundul yang sedari tadi berbahasa Tarzan dengan saya alias hubby. “Dia itu pasti neonazi, lihat saja penampilannya,” kata mas stranger itu membisiki saya. Sayapun antara pengen ketawa dan pengen sedih cuman mengangguk-angguk ke si mas yang sudah berbaik-hati memperingatkan saya. Masa iya neonazi istrinya orang Indonesia? Haha…Don’t judge someone dari kepalanya yang gundul deh  ya 😀

 


Remember the day when…(1) Shopping Heboh

::Remember the day when… adalah kejadian nyata yang terjadi pada saya yang kadang lucu, kadang tidak juga tapi herannya saya masih mengingatnya 😀

 

Hari itu saya ada appointment dengan dokter kandungan saya di Berlin. Secara tempat prakteknya di daerah shopping, sebelum ke tempat prakteknya saya mampir dulu ke toko kosmetik langganan saya karena pelembab wajah pas habis. Saat itu tidak terlalu banyak pembeli di toko itu, hanya ada saya dan dua wanita lainnya. Setelah saya menemukan pelembab yang saya butuhkan, sayapun segera membayar dan pergi. Tiba-tiba di luar toko, seorang pria yang memang sudah berdiri di dekat pintu masuk ketika saya baru datang tadi mencegat saya dan bilang dalam bahasa Jerman yang artinya begini: saya suka deh dengan wanita yang tahu dengan apa yang dia butuhkan…

Saya berhenti dan menatapnya kebingungan sambil bertanya apakah dia ngobrol dengan saya? (karena memang tidak ada orang lain di sekitar situ selain kami berdua).

Dia tertawa dan mengangguk.

Eh masnya lagi flirting atau gimana ini? Batin saya masih bingung (alias geer :D).

Lalu masnya itu, dengan dagunya, menunjuk seorang wanita dengan keranjang belanjaan penuh yang masih mondar-mandir di dalam toko kosmetik, “dia nggak tahu apa yang dia butuhkan.”

“Mmm…keranjangnya penuh tuh mas…” balas saya mengkoreksi.

“Ya, tapi setelah ini dia akan membongkar lagi semua yang ada di keranjangnya, memilih-milih lagi mana sebenarnya yang mau dia beli.”

“Oh.”

“Makanya saya mending menunggu di luar sini,” lanjut si mas lesu, “memalukan dan buang-buang waktu saja.”

Sayapun cekikikan dan berlalu sambil bilang ‘good luck ya mas!’ 😀