Heboh Ucapan Ultah

Kolaseblog
Ulang tahun Flipper bulan Juni kemarin.

Kapan hari ada seorang kenalan yang ulang tahun dan seperti tahun-tahun sebelumnya sayapun mengucapkan selamat ultah lewat sosmed. Karena saya melihat postingan birthday cakenya dia di IG, maka di postingan itulah saya mengucapkan happy birthday dengan tulus. Ya begitulah saya, saya nggak pinter mengingat ultah teman2 dan handai taulan, tapi kalau ada reminder atau postingan ultah yg lewat di sosmed dan kebetulan saya baca, dengan senang hati dan tulus ikhlas saya mengucapkan selamat ulang tahun without any string attached (baca: minta ditraktir :D)

Anyway, karena nggak tiap hari buka FB, baru beberapa hari kemudian saya melihat postingan yang sama di FBnya dia. Karena merasa udah ngasih ucapan di IG, saya lewatin aja postingannya dan me-like foto pas dia merayakan ultahnya bersama temen-teman dia. Beberapa saat kemudia saya menerima message di WA dari si kenalan ini (saya sebut kenalan karena memang nggak kenal-kenal banget, cuman ketemu sekali dan selebihnya kontak seadanya via sosmed), menanyakan kok saya nggak ngasih ucapan ultah ke dia.

Saya ingatin dong kalau saya udah ngucapin di IG dan dia juga udah reply. Kali-kali dia lupa. Eh ternyata dia nggak lupa tapi menurut dia saya ‘harus’ ngucapin lagi di FB karena contact dia di FB lebih banyak dari pada di IG, jadi yang baca ucapan selamat ultah bakalan lebih banyak. Err… Saya garuk-garuk tangan yang memang gatel. Intinya dia merasa lebih famous kalau yang ngucapin ultah banyak. Yowislah saya kasih komen selamat lagi dan dia mengucapkan terima-kasih lagi, dengan kalimat yang sama persis dengan di IG.

Ya begitulah, buat beberapa orang hal semacam itu memang penting. Dan jangan kaget, selain si kenalan ini, ada lagi satu kenalan saya, kali ini cowok, yang lebih heboh.

Saya kenal si mas ini karena kami berdua aktif di kegiatan-kegiatan yang diadakan di city council sini. Karena sering ketemu, dia lalu add saya di sosmednya dia. Btw sosmed dia (dan saya) banyak, yaitu: FB, Xing, LinkedIn dan IG. Jadi kalau saya ultah nih, dia rajin ngucapin selamat ulang tahun dengan video kartun lucu-lucu gitu yang dikirim ke… (wait) semua sosmed yang tersebut di atas plus ke WA dan SMS (!!). Trus yang di FB selain di private message dia juga posting ucapan yang sama ke timeline saya. I mean, what the hell man…trus saya harus me-reply semuanya gitu?? Trus di akhir ucapan selalu ada kalimat pertanyaan: jadi gimana kabarmu selama ini? Sebuah kalimat pertanyaan yang menagih untuk dijawab.

Setiap tahun dia lho begitu. Kalimat ucapan dia selalu sama hanya videonya yang berbeda dan sebelum kalian beranggapan kalau mas-nya naksir saya, perlu dijelaskan kalau dia udah menikah, anaknya dua dan udah remaja semua daaan dia memang suka begitu kepada hampir semua teman/ kenalan dia, jadi bukan saya doang ‘korbannya’. Networking sih katanya.

Lalu kalau dia sendiri yang ultah nih, beberapa hari setelah hari-H dia bakalan nulis komen panjang lebar di FB Timeline dia, mengucapkan terima kasih atas banyaknya ucapan ultah yang dia terima which are 100 message dia FB Timeline, 100 di FB private message, 100 di Xing, 100 di WA, etc… Yaola, dia menghitungnya lho! OMG! (angka 100 yang saya tulis itu asal aja ya… Saya kan nggak apal brp ucapan yang dia terima, emangkan saya gile juga?! :D)

Saya sendiri seneng kalau ada yang ngucapin selamat ultah ke saya, apapun medianya dan brp orang yang ngucapin pokoknya alhamdulillah, semua saya anggap doa. Kadang kecewa juga sih kalau ada teman dekat atau saudara ynag lupa tapi saya sendiri juga pelupa jadi nggak pernah diambil hati. Kalau kamu gimana? Ada yang ribet ngitungan message selamat ultah juga nggak? 😀

_beth_

Advertisements

Keep Calm, 40 is Fabulous

Three days ago someone rang the bell and it was my lovely neighbor with a bunch of flower in her hand. She said, “I know you are in grieve today but I hope this flowers will cheer you up a little bit…” Err… what?

Three days ago was my birthday and yes, I turned 40. Obviously she thinks it’s awful to be 40 or to be older and she’s not the only one who think like that. I remember a year ago as hubby turned 40, he didn’t want to be at home that day, not even in Germany. He wanted to be away, not to celebrate it but simply to forget it. The good thing was, he took us for road trip for that purpose😂

And I was like: Geez… What’s wrong  with 40? I remember one of my younger friend, she also complained a lot as she turned 30. I guess the problem is not the number but being older and unfortunately we get older  each year even each day, each hour…minute…so it’s useless to complained. The choice is only to keep continue older or you die!

A nice flower shop owner close to our house gratulated me as well that day. She said I look much younger as 40 year old (that’s one of advantages being Asian, I guess…) and she suggested me to stay like who I am now, be authentic and not to dress like an old women. Well, I am who I am. For sure I won’t dress like a 15 years old girl and try not to dress like 70 y/o grandma (no offence, I know some grandmas who are damn stylish too) but hey! Again I am who I am, I am authentic…if in any chance I look like an indeed 16 or 71 y/o woman…well, that’s me 🙂

By the way, I’m also not that kind of woman who hide their age from others, from friends or even strangers. Most German women here think asking someone’s age and saying own age to others are big no no. No, for me it’s absolutely fine. I know everybody have their own personal boundary, some don’t even want to tell their own friends about their marital status and we simply have to respect it.

Anyway, on my birthday I had a great day with family. Hubby took a day off  and we started the day with a huge brunch in our favorite restaurant and then a a short trip to the city nearby, continue with a nice dinner. I’m blessed that until this age I’m still very healthy and happy, no reason to be ungrateful.

IMG_0199.jpg
When you are 40 and have a small child/ children, it’s unlikely you’ll have a photo of yourself alone 😀

 

3x Perayaan Ulang Tahun si Flipper Yang ke-4

1Ini merupakan late post tentang ulang tahun si Flipper bulan Juni kemarin. Nggak terasa si Flipper sudah berulang tahun lagi padahal rasanya baru minggu lalu kita merayakan ulang tahun ke-3 dengan tema gajah. Waktu berlalu cepat, sangat cepat malah. Ulang tahun Flipper kali dirayakan 3 kali, bukan bermaksud mewah-mewahan tapi memang keadaan yang tidak memungkinkan untuk merayakannya sekalian.

PRINCESS BIRTHDAY PARTY DI RUMAH

Untuk perayaan ulang tahun yang ke-4 pas hari- H nya yaitu tanggal 20 Juni, saya tidak membuat banyak pernak-pernik seperti tahun lalu. yang diundangpun hanya 5 anak (tanpa orang tua) karena keesokan harinya dia merayakannya di TK dan  lusanya, tanggal 23 Juni kami terbang ke Indonesia. Jadi lumayan ribet dan bercabang-cabang pikiran saya, alhasil saya bikin yang simpel-simpel saja untuk acara ultahnya.

Tahun ini Flipper minta tema princess yang (untungnya) nggak specific princess apaan, pokoknya princess aja. Karena tema princess, jadi yang diundang ya hanya cewek-cewek saja. Di undangan ditulis kalau mau si anak bisa mengenakan pakaian princess ke ultah Flipper. Tapi karena cuaca hari itu lumayan panas, baru beberapa menit mengenakan gaun, beberapa anak mengganti gaun princess-nya dengan baju biasa.

Seperti biasa untuk ulang tahun Flipper, saya selalu usahakan untuk membuat kue sendiri namun kali ini berbeda dengan kue-kue sebelumnya yang bergaya standard,  kuenya agak challenging yaitu kue berbentuk princess dengan kepala si Barbie. Kue ini lumayan trend banget sih kayaknya, beberapa kali melihat di FB feed dan juga di Pinterest. Tapi alhamdulillah meskipun bentuknya belum sempurna, overall menurut saya not bad…rasanyapun enak. Muji diri sendiri nggak papa ya 😀

cakeS
The Birthday Cake.
InvitationS.jpg
Princess Birthday Party Invitation.
2a.jpg
Acara berlangsung di halaman belakang.

Pada pukul 3 sore anak-anak datang diantar oleh orang tuanya. Di undangan sudah disebutkan kalau acara berlangsung sampai pukul 6 sore dan anak-anak mendapat makan malam di rumah. Setelah semua anak berkumpul, kita menyanyikan lagu ulang tahun dan makan kue. Selanjutnya ada acara main-main dan seperti biasa, buka kado.

7.jpg

6

Ternyata ‘menghadapi’ lima anak cewek tanpa orang tuanya, lumayan bikin stress juga. Ada dua anak di sini yang stubborn, kalau dikasih tahu ini itu nggak mau dengerin. Si A ngeyel pengen main di kamar Flipper sedangkan dari awal sudah saya tegaskan bahwa area bermain hanya di halaman dan ruang tamu jadi A tidak boleh naik ke atas main ke kamar. Eh tiba-tiba saja dia dan B tanpa saya ketahui sudah menyelinap ke atas dan jingkrak-jingkrak semaunya. Pas disuruh turun keduanya malah nyolot, marah. Lalu ada satu anak lagi ynag makan terus, bahkan jatah temannya ikut dimakan sehingga temennya marah hihi… Untungnya nggak ada yang sampai nangis dan gulung-gulung di lantai sih haha…

Waktu itu saya juga tidak sepenuhnya sendiri sih, ada salah satu mami yang juga teman baik saja ikut mengawasi anak-anak. Pak suami datang dari kantor baru sekitar jam 4.30 sore. Jam 5.30 kita makan pizza bersama-sama sampai anak-anak dijemput orang-tuanya masing-masing.

Bungkus-MitgebselS
Goodie bagsnya masih memakai sisa tahun lalu, kebetulan warnanya pas untuk tema princess.
MitgebselS
Seperti biasa isi goodie bags anak.anak TK di sini sederhana saja. Punya Flipper isinya cukup Oreo, set pensil warna, washi tapes and sticker binatang.
5
Para princess foto bersama.


BIRTHDAY PARTY DI TK

Ultah Flipper di TK diadakan pada tanggal 21 Juni, sehari setelah perayaan di rumah. Sebenarnya merayakan ulang tahun di TK bukanlah suatu kewajiban tapi kasihan saja Flippernya kalau tidak dirayakan karena dia dari bulan-bulan sebelumnya, setiap ada temannya yang ultah di TK, dia selalu bertanya, “ultahku di TK masih lama ya ma?”. Bagusnya, merayakan ultah di TK tidak perlu neko-neko, cukup membawa snack yang gampang. Biasanya sih ibu-ibu di TK memberi kue, menu sarapan ( roti, selai, mentega, daging asap, telur, etc), buah-buahan atau bahkan cukup es saja bila anaknya merayakan ultah di TK. Ada panduan makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa ke TK dan muffin termasuk yang sering dibawa oleh ibu-ibu karena aman dan gampang. Sayapun hanya membawa muffin saja pada hari itu.

Mengingat keesokan harinya kami sudah harus terbang ke Indonesia, saya sempat memutuskan untuk merayakan ultah di TK nanti saja setelah pulang dari Indonesia, supaya tidak kerepotan tapi mengingat beberapa teman TK Flipper sudah tidak berada di TK lagi ketika kita balik dari liburan nanti (mereka sudah masuk SD), maka sayapun mengambil jalan singkat, membeli muffin yang sudah jadi sesuai jumlah anak di grup Flipper dan merayakannya sebelum liburan, beres. Kali ini saya ikut perayaan ultah Flipper di TK karena setelah acara yang berlangsung 1 jam itu selesai, saya segera ajak Flipper pulang ke rumah untuk persiapan liburan kita.

IMG_8518s
Flipper mengenakan mahkota yang dibuat teman-temannya rame-rame.
IMG_8523s
Jadi ‘bintang’ di grupnya untuk 1 jam 😀
IMG_8526s
Dapat kado dari bu gurunya.
IMG_0054s
Mainan kayu yang critanya sebagai isi goodie bags ultah Flipper di TK tapi ngasihnya setelah kita pulang dari Indonesia (hari ini). Belinya di pasar Beringharjo. Murah meriah dan anak-anak pada seneng, bisa main musik rame-rame 😀


BIRTHDAY PARTY SUSULAN DI INDONESIA

Senang sekali waktu di Indonesia Flipper bisa merayakan ultahnya lagi bersama mbah putri, mbah kakung, tante, om dan sepupu-sepupunya. Selain itu alhamdulillah kami turut mengundang anak-anak dari yayasan anak yatim terdekat untuk ikut merayakan ultahnya Flipper.

Acara kali ini dirayakan di sebuah restoran dekat rumah yang bangunannya ala pendopo, alias terbuka tidak ada AC-nya. Cuaca hari itu lumayan panas, nggak ada angin sehingga Flipper agak rewel. Selain itu banyaknya tamu yang datang juga membuat Flipper kaget dan rewel karena harus salaman dengan banyak orang. Biasanya kan kita kalau merayakan ultah dia yang datang tak pernah lebih dari 10 orang 😀 Tapi alhamdulillah kerewelan itu tak berlangsung lama. Flipper bahkan ikut sholawatan, nyanyi-nyanyi dengan lafal semau dia 😀

7a
Ngobrol dulu sama mbah putri sebelum para undangan datang.
8
Teman-teman dari yayasan anak yatim.
9
Flipper ikut semangat sholawatan 🙂
10
Suapin mama maem.
11
Suapin papa juga. Ih papa makannya banyak!
12
Suapin mbah putri nasi kuning.
13
Menu makannya. Nom!
14
Goodie bags berisi alat tulis/ gambar dan snack box.
15
Foto bareng-bareng.

Alhamdulillah ya nak, kamu sudah berusia empat tahun sekarang. Masih lucu, masih suka nyanyi keras-keras meksipun salah, masih suka ngambek, masih keras kepala juga tapi sudah bisa diajak diskusi, kerja sama dan ngobrol enak. Sehat selalu ya nak… nothing I wish for your future but be yourself and be happy ❤

Elephant Birthday Party

Sabtu kemarin akhirnya sukses juga mengadakan acara pesta ulang tahun yang  gedean untuk si Flipper. ‘Gedean’ di sini jangan dibayangkan dengan gedean ala di Indonesia yang undangannya bisa sampai berpuluh-puluh bahkan ratusan orang ya. Di ultah Flipper kemarin ada 7 teman yang diundang. Totalnya hanya 18 orang, termasuk kami, para ortu dan adik-adik teman Flipper. Sebenarnya sih pada ultah pertama Flipper lebih banyak lagi tamunya, tapi waktu itu yang diundang hanya teman-teman suami dan saya saja, nggak ada anak kecil yang lain selain Flipper. Ultah kedua dirayakan dua kali, yang pertama hanya dengan papa mama, opa, oma dan tantenya Flipper lalu perayaan yang kedua hanya dirayakan dengan 4 teman dari playgroup bersama para maminya.

Karena ulang tahun Flipper yang ke-3 ini jatuh di bulan Ramadhan dan meskipun tamu yang diundang nggak ada yang puasa, tapi saya yakin, saya bakalan nggak sanggup jadi host pesta di saat puasa 19 jam. Jadi perayaan elephant birthday party ini mundur 2 minggu ke tanggal 9 Juli. Pada hari-H ulang tahun Flipper yang jatuh pada tanggal 20 Juni lalu saya hanya membuat bear paw muffins untuk dibawa ke perayaan ulang tahun di TK bersama teman-temannya.

bear paw
Muffins telapak kaki beruang yang juga menjadi sajian sukses di kelas Flipper.
ultah tk.jpg
Pulang dari perayaan di TK.

Selain muffins tersebut, saya juga membuat kue untuk tradisi tahunan di saat ulang tahun Flipper, yaitu foto dengan kue ulang tahun di hari-H ultahnya. Berikut ini adalah foto-foto tradisi ultah Flipper:

1year
Pertama kalinya makan kue, heboh banget!
2year
Yang ini foto ulang tahun ke-2, lilinnya ada 2 tuh.

Karena foto tradisi ulang tahun ke-3 Mila sudah saya muat di postingan sebelumnya, kali ini foto kuenya saja ya. Resep kue ini nanti akan saya tulis juga di food blog saya What Time is Dinner. Homemade cake memang menjadi bagian dari tradisi tahunan ini. Selama ini sih saya terus yang membuat kue, namun diharapkan untuk tahun-tahun ke depan, suami bahkan Flipper sendiri mau membuat kuenya. Semoga tradisi ini bisa awet teruuus, amin…

2cake
Official cake for the 3rd birthday.

Karena saya tipe orang yang lebih suka bersusah-susah dahulu lalu bersenang-senang kemudian, bukan tipe yang suka dadakan (etapi dulu kalau pas kuliah kok senangnya lembur di hari-hari terakhir ya?😁), maka persiapannya pesta ulang tahun Flipper tahun ini sudah dimulai dari dua bulan sebelumnya. Sebenarnya saya bisa saja sih dadakan, tapi pasti nanti panik sendiri dan hasilnya malah tidak maksimal semua. Selain itu saya tahu banget, selama ada Flipper around, segala persiapan tidak bisa diselesaikan dengan cepat dan lancar 😀

Berikut ini hal-hal yang saya persiapksn untuk ultah si Mila. Mungkin bisa membantu untuk para mami yang mau merayakan ulang tahun si kecil di rumah.

UNDANGAN

Menentukan siapa saja yang mau diundang ke pestanya Flipper ini yang susah-susah gampang. Gampang karena tak perlu mengundang banyak anak. Susahnya, nama teman yang disebut Flipper ternyata banyak banget. Jadi setelah seleksi sana-sini akhirnya diputuskan hanya 6 orang yang diundang. Undangan untuk ultah anak, seperti halnya undangan gala dinner harus memakai sistem RSVP juga supaya mamanya gampang menentukan seberapa banyak makanan yang musti dipersiapkan. Undangan tersebut sudah disebar 4-2 minggu sebelum hari H. Dari 6 anak yang diundang, hanya satu  yang berhalangan hadir,  Flipperpun lalu merajuk untuk menggantikan dengan teman yang lain. Akhirnya 7 anaklah yang diundang.

Inti dari isi undangan Flipper:

  • Mengundang si tamu kecil pada tempat, tanggal dan jam yang sudah ditentukan.
  • Pesta berlangsung maksimal 2,5 jam
  • Datang bersama papa ATAU mama (yang punya adik boleh diajak)
  • Membawa topi dan perlengkapan main air karena bila cuaca cerah kita bakalan membuka kolam plastik besar kita (sayangnya pada hari-H nya,meskipun cuaca cerah tapi tidak cukup panas untuk acara cibung-cibung.)
  • Mencantumkan notelp saya untuk konfirmasi apakah si anak bisa datang atau tidak

Di undangan ini saya tidak mencantumkan wishlist hadiah meskipun sebenarnya sistem wishlist ini cukup common di sini. Cerita selebihnya tentang birthday wish-list ada di postingan saya sebelumnya.

invitation.jpg
Undangan bergambar gajah dari stempelan tangan Flipper.

DEKORASI

Karena Flipper suka gajah, beruang dan pesawat, saya menawarkan ketiga tema itu untuk dipilih salah satu. Rupanya bagi Flipper hal itu merupakan pilihan yang sulit karena setiap hari kalau ditanya mana yang dipilih, jawabannya selalu ganti-ganti. Akhirnya, setelah lama galau, gajahlah yang menjadi pilihan. Mungkin karena di rumah lebih banyak mainan gajah daripada beruang dan pesawat, gajahpun unggul. Saya kan juga fans berat gajah, makanya banyak koleksi  pernik-pernik gajah saya yang akhirnya malah jadi  mainannya Flipper.

Begitu tema ditentukan, yaitu Elephant Party, sayapun mulai bisa mencari ide mau membuat apa saja untuk deko dan makanan untuk para undangan nanti. Pinterest banyak membantu saya dalam pencarian ide ini. Jadi tema gajah dengan warna dominan pink, biru dan abu-abu serta motif polkadot menjadi motif dan warna dominan di ultah Mila. Hampir semua dekorasi saya buat sendiri dengan melibatkan Flipper. Saya harus rela investasi banyak waktu dan banyak kertas yang terbuang karena Flipper kadang memiliki ide sendiri di kepalanya 😀

Berikut ini adalah beberapa item yang kami buat:

  • Welcomer yang ditempel di depan pintu. Saya lupa memberi angka 3 di perut gajah, tapi nggak apa-apalah begini saja.

welcomer

  • Topi gajah yang diberikan ke anak-anak ketika mereka baru saja datang.

hat

  • Mascot gajah yang dipajang di halaman.

mascot.jpg

  • Garland gajah.

garland

  • Banner.

banner

  • Gajah Photobox yang menjadi highlight. Anak-anak berebutan ingin foto di dalam photobox, sayangnya hanya satu anak yang mau memakai belalainya, mungkin karena saya membuatnya kegedean, jadi anak-anak pada takut memakainya.
photoboxS
Gajah photobox dari karton gede, minta tetangga. Pas hari-H baru sadar kalau gambar gajahnya masih ada yang kurang di sana-sini. Begini nih hasil dadakan, gapapalah 😀
  • Packaging untuk goodie bags yang dibawa tamu kecil pulang ke rumah. Kantung pinknya saya beli yang sudah jadi, hanya ditambahin aksesoris di sana-sini saja. Isi goodie bag-nya sederhana saja, penghapus gajah, buku gambar mini magic, jelly buah dan Smarties. Pada keesokan harinya saya juga memberi foto-foto bersama yang diambil pas acara ultah.

mitgebsel.jpg

Beberapa mami di acara ultah Flipper bertanya, di mana saya pesan segala dekorasi gajah tersebut. Waktu saya bilang saya membuat sendiri semuanya, mereka kaget dan membayangkan betapa sulitnya membuat sendiri. Sebenarnya tidak sulit, saya hanya membuat 1 logo (bunderan gajah seperti yang ditempel di bungkus goodie bags di atas) di komputer, kemudian nge-print banyak logo itu, dipotong-potong lalu ditempelkan di kertas warna atau kertas kado sesuai kebutuhan. Logo itu juga digunakan sebagai tempelan di gelas kertas, cupcake topper, fingger food stick dan food tag. Kalau tidak sempat mendesain logo sendiri, bisa juga mencari logo di internet misalnya beli clipart, ilustrasi murah meriah di Etsy. Menurut saya sendiri, yang rada ribet adalah membuat mascot gajah dan photobox-nya deh. Yang lainnya sih tinggal main gunting dan tempel.

MAKANAN

Dari awal saya sudah meniatkan bahwa makanan yang akan disajikan hanyalah kue-kue dan finger food saja, bukan makanan utama. Alasannya karena acaranya berlangsung sesudah jam makan siang hingga sebelum jam  makan malam. Alhamdulillah anak-anak senang dengan segala makanan yang ada (kecuali sayuran!) dan tak banyak makanan ynag tersisa. Oh iya, sebelum menentukan menu makanan, saya memastikan dulu apakah ada anak yang memiliki alergi tertentu dan alhamdulillah, tidak ada yang memiliki alergi.

Makanan yang saya sajikan semuanya bisa dimakan anak-anak dan orang dewasa, jadi tidak ada yang pedas-pedas atau bertulang-berduri. Kebanyakan makanan saya buat sendiri. Ada juga pizza dan pastry yang dibuatkan oleh seorang teman baik.

Berikut ini makanan yang  disajikan untuk acara Sabtu kemarin:

  • 3 layers carrot cake sebagai kue ulang tahunnya. Sempat panik berat ketika dua kali membuat frosting selalu gagal, padahal ini bukan resep yang baru pertama kali dipraktekkan. Setelah suami beli heavy cream merek baru, berhasil deh frostingnya. Phew!

cake.jpg

  • Pastry dengan isi strawberry jam (lupa nggak motoin!)
  • Pizzarolls (Pizza Schnecken)
  • Perkedel daging ayam
pizzaschnecken.jpg
Pizza rolls dengan latar belakang (blurred) perkedel ayam.
  • Chocolate raspberry cupcakes
  • Poffertjes dengan topping strawberry
poffertjes.jpg
Poffertjes dengan latar belakan raspberry cupcakes.
  • Oreo
  • Buttercookies gajah.

cookies jar.jpg

gajah kukis.jpg

  • Brezel without salt
  • Sate anggur dan keju
  • Semangka popsicles dan redcurrants

buah.jpg

  • Sayuran dengan quark-mentimun dip

poff dan gemuse.jpg

  • Popcorn

nose

Minumannya:

  • Es lemon tea
  • Choco milk in Tetra Pak
  • Orange juice in Tetra Pak

minuman

  • Water with and without sparkling
  • Cola dan kopi buat para dewasa

PROGRAM

Tidak ada program khusus untuk acara ini, apalagi pidato-pidatoan. Acaranya simple saja, setelah semua anak datang, mereka duduk bersama di kursi makan yang telah disediakan. Para orang tua boleh duduk bebas di mana saja. Setelah itu papanya Flipper masuk membawa kue ulang tahun, semua menyanyi ‘Happy Birthday’ bersama, tiup lilin, lalu makan.  Setelah makan, Flipper boleh buka-buka kado disaksikan teman-temannya lalu setelah itu acara bermain bebas di dalam dan di luar ruangan. Para orang tua mengawasi sambil ngobrol, duduk-duduk sambil ngemil ini itu.

Tadinya saya memang berniat membuat permainan tertentu, saya bahkan sudah membuat property untuk bermain lempar bola ke lubang tertentu tapi pada hari-H nya malah lupa dikeluarkan karena para bocah sudah sibuk sendiri-sendiri. Kebetulan di halaman belakang kami memang sudah ada trampolin, box pasir, rumah-rumahan dan beberapa mainan lainnya.

bermain.jpg

Sekitar jam lima sorepun para tamu mulai pamit. Senang sekali semua orang tua mengungkapkan kepuasannya bahwa ultahnya Flipper full joy dan tidak ada anak yang menangis atau ribut satu sama lain meskipun tidak semuanya saling kenal. Beberapa anak bahkan sudah bertanya, kapan Flipper ulang tahun lagi karena mereka mau datang lagi. Tamu puas, yang punya rumahpun senang. Saya sendiri sebenarnya mengira bahwa acara ulang tahun anak ini bakalan hectic, tapi ternyata saya salah…lancar jendral. Tahu gitu, saya masih bisa undang 5 anak lagi haha…

Malamnya Flipper tidak bisa tidur cepat karena ribut cerita tentang pestanya. Sampai hari inipun dia masih suka menyanyi lagi Happy Birthday untuk dirinya sendiri haha… Selamat ulang tahun lagi ya nak, semoga selalu sehat dan kebahagiaan selalu menyertaimu…Amiin ❤

gajah kolase-noname

Wish-List

Jam 3 kemarin sore ada yang ngebel pintu rumah yang ternyata adalah salah satu mami yang anaknya diundang ke ultah Flipper Sabtu besok. Dia hanya mau bertanya si Flipper minta dikado apa. Aih baik banget, bela-belain datang padahal tilpun atau tulis di Whatsapp  saja juga bisa. Saya sebenarnya sungkan kalau mau jawab pertanyaan seperti ini, terutama dengan orang yang tidak terlalu saya kenal (ini kali  pertama saya bertemu muka dengan si mami). Kalau dengan para orang tua di play-group sih kami sudah lama kenal dan sudah biasa sharing birthday wish-lists -yang tidak hanya berlaku buat anaknya tapi juga bila mamanya yang ulang tahun 😁. 

Meskipun sebenarnya si Flipper punya banyak wishes, saya jawab saja bahwa kado itu nggak penting, yang penting anaknya  datang. Eh si mami ngeyel, nanya lagi, mau kado apa? Akhirnya dengan malu-malu kucing saya jawab buku karena Flipper suka baca. Lah si mami ini ngeyelnya masih berlanjut, mau buku tentang apa? Saya sih punya wish-list panjang yang isinya buku anak-anak dengan judul-judul tertentu, tapi masa iya saya terus ambil iPad dan liatin ke mami itu daftar bukunya? (Btw kita ngobrolnya hanya di depan pintu). Akhirnya saya bilang saja, buku apa saja asal bukan cerita Disney apalagi putri-putrian 😅 . Si mami pun setuju dan pamit. 

Si Flipper di hari ulang tahunnya tanggal 20 Juni kemarin. Perayaannya baru Sabtu besok karena kalau Ramadhan emaknya nggak sanggup repot 🙂

Dulu seingat saya waktu masih tinggal di Indonesia kalau sedang merayakan ulang tahun nggak ada deh yang nanya mau dikado apa. Prinsipnya dulu, kado itu adalah pemberian, jadi ya ikhlas sajalah menerimanya. Lah di sini, saya sering banget dapat kado berikut struk pembayarannya. Maksud si pemberi baik sih, kalau saya tidak suka, boleh ditukar sendiri  ke tokonya. Sharing birthday wish-list sebenarnya juga praktis, yang punya hajat menulis barang-barang yang dia inginkan tanpa paksaan bahwa si tamu harus benar-benar beli barang-barang tersebut. Si tamu juga tak perlu mikir lama tentang kesukaan si pemilik hajat, tinggal melihat wish-list-nya dan membelinya. Atau kalau pas nggak cocok dengan kantong ya beli yang serupa dengan yang di wish-list. Yang punya hajat dan tamunyapun sama-sama senang.

Model wish-list ini sebelumnya saya tahu  hanya ketika natalan. Itupun sejak tinggal di Jerman 9 tahun yang lalu. Di sini bahkan anak-anak yang belum bisa menulispun membuat wish-list dengan cara menggambarnya atau memotong gambar-gambar di majalah yang lalu dilem di selembar kertas. Orang tua memutuskan barang apa yang akan dibeli di wish-list tersebut. 

Sayapun sejak beberapa tahun lalu kalau natalan  juga ikut-ikutan membuat wish-list dan meminta suami supaya membuat wish-list juga supaya saya tidak pusing mikir mau ngasih kado apa ke si dia tapi rupanya si D ini tipe orang yang konvensional, wish-list menurut dia adalah tabu yang mengurangi joy ketika membuka kado karena tidak surprise lagi. Jadi dia tidak membuat wish-list dan wish-list saya juga tidak dibaca. Meh😄.

Kalau kamu suka dikado yang model gimana? Ngasih wish-list atau lebih suka yang surprise? Kalau surprise yang pake struk harga atau yang polosan?