Touch down Narita – Apa saja yang dilakukan begitu mendarat di bandara Narita Jepang

Hai-hai, kami sudah sampai di Jerman lagi nih setelah 2 minggu trip di Jepang. Sesuai janji saya kemarin, saya mau bikin report tentang trip yang menarik kali ini. Supaya tulisannya nggak kepanjangan, saya nulisnya bertahap aja ya… Kapan itu kan saya sudah menulis tentang persiapan untuk trip-nya, dimana sudah saya terangkan sedikit tentang apa itu Jr Pass, IC Cards, Pocket Wifi, etc… Nah yang sekarang apa yang musti dilakukan ketika sampai di Airport. Semoga berguna, terutama buat first time visitor seperti kemarin.

Mengambil Pocket Wifi

Begitu sampai di airport Narita pada pukul 08:30, setelah mengambil bagasi, hal pertama yang kami lakukan adalah mengambil pocket wifi yang sudah kami order via internet sebelumnya. Sesuai petunjuk dari rental kami ‘Genki’, kami pengambilnya di counter QL Liner Counter yang letaknya tak jauh pintu keluarnya arrival gate. Proses pengambilan gampang saja, saya tinggal nunjukin bukti pembayaran dan paspor ke petugasnya. Setelah itu, tanpa kesulitan, kami mengaktifkan pocket wifi yang tadaa! Langsung aktif dan bisa digunakan untuk 2 handphone.

Btw, kami sangat puas dengan koneksi pocket wifi dari Genki ini. Selama di Tokyo, Kyoto dan Kanazawa sinyalnya selalu kuat, bisa digunakan di kereta juga. Dan seperti ynag memang sudah saya prediksi, pocket wifi ini penting banget gunanya ibu-ibu dan bapak-bapaaaak… Jangan di-skip deh, kalau mau ngirit mending mengurangi budget di post yang lain. Lagian pocket wifi ini nggak mahal! Check di website mereka deh untuk paket-paket yang mereka punya (unpaid ad).

Ke JR Service Center

Setelah mengaktifkan pocket wifi, kami menuju basement, ke counter-nya JR Service Center untuk mengaktifkan JR Pass kami, mencari transport untuk ke Tokyo kota (Narita ini letaknya di pinggiran ya) dan membeli Suica card. Antrian di JR Counter lumayan panjang tapi para pegawainya sangat cekatan melayani kami sehingga tidak memakan waktu terlalu lama.

Rencananya nih, kami mau beli Narita Express Round Way ticket buat ke Tokyo dan balik ke Narita lagi pas pulangnya besok karena harganya cuman 4000 Yen/ adult. Etapi ternyata mas yang di counter bilang, harga promo 4000 Yen itu hanya berlaku kalau kami menggunakannya dalam waktu tidak lebih dari 14 hari, padahal kami kan 15 hari di Jepang. Kalau beli satu satu, tiket ke Narita – Tokyo dan Tokyo – Narita jatuhnya mahal, per-person lebih dari 3000 yen/ one way. Mas di JR menganjurkan kami untuk membeli tiket Skyliner di counter sebelah tapi sebelum pindah counter kami membeli Suica Card dan mengaktifkan JR Pass kami dulu.

Beli IC – Suica Card

Suica Card ini adalah IC card milik JR Company. Tidak ada alasan khusus sih mengapa kami membeli Suica dan bukan Pasmo karena memang fungsinya sama saja. Kami beli Suica karena mumpung di counternya JR, jadi ya beli sekalian. Kami beli 2 Suica Card (Flipper nggak perlu, karena anak usia 6 tahun bebas transport di Jepang) yang masing-masing diisi 5000 Yen (yang nantiny abakalan di-top up secara berkala. Oh iya, tiap orang harus pegang 1 kartu ya, nggak bisa 1 kartu buat berdua.

Dengan kartu ini, kita nggak perlu lagi bayar tiket eceren kalau mau naik transport jadi nggak ada resiko salah beli tiket atau menghabiskan waktu lama-lama di mesin pembelian tiket buat beli tiket kesana-kesitu. Dengan IC card, kita tinggal scan tiket kita di tiap entry dan exit gate di stasiun kereta. Kalau kita salah masuk gate dan mau keluar lagi tanpa naik keretanya, kita harus menghubungi penjaga gate-ya karena kalau nekat me-scan kartu kita, yang ada error mode dan gate-nya nggak mau terbuka.

Ini penampakan gate untuk keluar dan masuk paid fare zone dari website https://www.japan-guide.com/e/e2016.html.

Oh iya, seperti yang sudah saya tulis di blog tentang persiapan trip ini, untuk transportasi dalam kota, selain menggunakan IC cards dan beli tiket eceran satu-satu, kalau mau kita bisa juga membeli Tokyo Subway Ticket untuk 3 hari. Rencananya pada saat balik ke Tokyo lagi dari kanazawa, kami mau beli Tokyo Subway Ticket ini tapi dari pengalaman 3 hari pertama di Tokyo, kami memutuskan untuk stick pada IC Card saja. Why? Nanti saya bikin postingan terpisah aja ya buat transportasi selama di Jepang karena terlalu complicated bila ditulis di sini 😀

Mengaktifkan JR Pass

Mengaktifkan JR Pass, bukan berarti kami akan menggunakannya sekarang juga, melainkan menukar voucher yang kami terima via post kemarin dengan tiket sesungguhnya. Saat mengaktifkan JR Pass, kami sudah harus tahu mulai kapan akan menggunakannya karena akan ditulis di tiket tersebut.

Kalau mau sebenarnya kami bisa sekalian reservasi tempat duduk untuk perjalanan kami ke Kyoto dan Kanazawa tapi berhubung kami belum tahu jam berapa mau berangkatnya, kami skip dulu soal reservasi. Tanpa reservasipun sebenarnya kami tetap bisa naik Shinkansen ke Kyoto dan Kanazawa, tiap Shinkansen memiliki gerbong khusus untuk penumpang tanpa reservasi tapi ya gitu deh , tidak ada guarantee kalau kami akan dapat tempat duduk. Lagian untuk reservasi ini tidak diperlukan biaya kok, biayanya sudah termasuk di harga JR Pass yang kami beli.

JR Pass Ticket + pocket wifi = perfect!

Transport menuju Tokyo

Berhubung Narita ini letaknya lumayan jauh dari Tokyo kotanya, transport dari Narita menuju kota sudah harus dipikirkan jauh-jauh. Seperti tadi yang tadi saya tulis, kami sebenarnya berencana untuk naik Narita Express tapi ternyata ya itu tadi, validity periodnya hanya 14 hari, jadinya kami beralih ke Skyliner.

Bila Narita Express ini milik perusahaan transport negeri JR, maka Skyliner ini milik perusahaan transport swasta Keisei yang memiliki service counter juga di bandara Narita, tepat di sebelahnya JR service counter.

Dengan Keisei Line kita punya dua pilihan untuk menuju tokyo, naik Skyliner atau naik regular train. Skyliner adalah kereta dengan seat reservation, lebih cepat, lebih nyaman dan dari Narita ke Ueno hanya stop satu kali di Nippori. Regular train berhenti hampir di setiap stasiun, kalau pas rush hour bakalan umpel-umpelan pastinya dan waktu tempuhnya dari Narita ke Keisei Ueno lebih lama dua kali lipat. Harganya tentu lebih mahal Skyliner. Di bawa ini adalah perbandingannya, sekalian dengan Narita Express:

Narita Express Terminal 2 – Tokyo Station: 53 menit, 3020 Yen (or round way in 14 days 400 Yen)

Keisei Skyliner Narita Terminal 2 – Keisei Ueno : 43 menit, 2470 Yen.

Keisei Regular Limited Express Train: Narita Terminal 2- Keisei Ueno: 82 menit, 1030 Yen.

Dari Keisei Ueno atau Tokyo station kita lalu bisa mencari koneksi ke stasiun yang kita tuju. Untuk jelasnya, rute dan harga tiket kereta bisa di-cek di Hyperdia.

Alternative lain untuk menuju Tokyo dari bandara Narita selain Narita Express dan Keisei lines adalah bis dan taksi. Harga taksi bisa menjebol seluruh isi dompet sedangkan harga bis ada macam-macam tapi saya nggak survey banyak tentang bis jadi nggak bisa ngasih info di sini.

Baiklah, untuk hal-hal yang dilakukan begiti sampai bandara Narita cukup itu saja. Bersambunh untuk tema selanjutnya nanti yaa 😃

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. shintadaniel says:

    Wah cerita Japan Tripnya udah tayang, aku masuk draft pun belum.. hihihi.. ditunggu lanjutannya….

    Liked by 1 person

    1. zbethz says:

      Waa ini lanjutannya juga lelet nih nulisnya hihi…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s